MerahPutih.com- Anggota Komisi XII DPR RI Elpisina meminta PT Pertamina mengungkap secara terbuka penyebab kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Menurutnya, keterbukaan informasi penting untuk mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat sekaligus menjadi dasar perbaikan sistem distribusi energi.
Kelangkaan BBM dilaporkan terjadi di beberapa daerah seperti Kota Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Langkat.
Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga:
Kelangkaan BBM Lumpuhkan Aktivitas Warga Sumut, Pertamina Diminta Segera Bertindak
Elpisina mengatakan masyarakat berhak mengetahui faktor yang memicu terganggunya pasokan, baik karena kendala distribusi, persoalan infrastruktur, maupun pasokan dari hulu.
Pertamina perlu menjelaskan secara terbuka apa yang menjadi akar persoalan, apakah disebabkan gangguan distribusi, kendala pasokan, persoalan infrastruktur, maupun faktor lainnya.
Penjelasan yang transparan merupakan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat,
kata Elpisina di Jakarta dikutip Sabtu (18/7).
Pengaruhi Stabilitas Ekonomi Daerah
Selain meminta penjelasan, Elpisina juga mendorong Pertamina segera memulihkan distribusi BBM agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Menurutnya, kelangkaan yang berlangsung dalam waktu lama berpotensi mengganggu kegiatan ekonomi, mulai dari transportasi, usaha mikro, hingga sektor pertanian.
Politikus PKB itu menilai peristiwa di Sumatera Utara harus menjadi momentum evaluasi terhadap sistem distribusi energi nasional.
Ia mengingatkan bahwa gangguan pasokan BBM bukan hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas ekonomi daerah.
Kelangkaan BBM tidak boleh dianggap sebagai persoalan yang biasa. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat, stabilitas ekonomi daerah, dan kepercayaan publik terhadap pelayanan energi nasional,
ujarnya.
Elpisina berharap pemerintah bersama Pertamina segera mengambil langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di berbagai daerah. (Knu)

