Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas

Logo Bank Indonesia di pintu gerbang Kantor Pusat BI di Jalan Thamrin Jakarta. (ANTARA/BI Dokumentasi/pri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia 2027 mampu mencengkeram batas atas kisaran proyeksi 5,1 hingga 5,9 persen. Faktor utama penyokong target ambisius ini bertumpu pada kokohnya pilar permintaan domestik.

Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan prospek cerah tersebut dalam Rapat Kerja bersama parlemen di Jakarta, Rabu (10/6/2026). Sinergi kuat sektor investasi dan perbaikan performa ekspor menjadi mesin penggerak tambahan, searah laju ekonomi global membaik menuju angka 3,1 persen pada 2027.

Baca juga:

IHSG Terbang Tinggi 2,71 Persen Pada Penutupan Perdagangan Rabu (10/6), Ini 4 Saham Paling Cuan

Tiga Pilar Optimisme Finansial Nasional

Pemerintah bersama bank sentral mengantongi modal kuat guna merealisasikan target pertumbuhan tinggi dengan tiga faktor utama:

  • Kebijakan Fiskal Prudent: Pengelolaan defisit rendah, terkendali, serta realokasi anggaran efisien pro-kesejahteraan.

  • Sinergi Program Prioritas: Orkestrasi matang sektor ketahanan pangan, energi, hingga hilirisasi industri sumber daya alam.

  • Koordinasi Lintas Lembaga: Penguatan hubungan harmonis antara BI dan pemerintah demi menjaga stabilitas makroekonomi jangka panjang.

Pro-growth dan pro-welfare itu akan mendukung pertumbuhan ekonomi,

Gubernur BI, Perry Warjiyo.

Lima Jurus Pamungkas Stimulus Kredit dan QRIS Global

Guna memastikan pasokan dana ke pasar tetap lancar, BI mengoptimalkan kebijakan makroprudensial serta sistem pembayaran terdigitalisasi.

Ilustrasi.

Lima langkah strategis telah berjalan demi menyuntikkan energi baru bagi dunia usaha dan perbankan tanah air.

Berikut data realisasi tindakan konkret BI hingga pertengahan tahun 2026:

  • Pembelian SBN Sekunder: Realisasi belanja Surat Berharga Negara mencapai Rp156,5 triliun per 9 Juni 2026.

  • Insentif KLM Rp424,7 Triliun: Guyuran insentif likuiditas makroprudensial per Mei 2026 lewat pemotongan giro wajib minimum dari 9 persen menjadi 3,5 persen.

  • Program Intermediasi Pinisi: Akselerasi penyaluran kredit hasil kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

  • Ekspansi QRIS Internasional: Perluasan transaksi digital lintas negara menyasar Arab Saudi untuk jemaah umrah-haji serta India bagi sektor pariwisata.

  • Pemberdayaan Ekonomi Inklusif: Pembinaan UMKM konvensional dan syariah melalui 46 kantor perwakilan, mencakup komoditas kopi hingga kemandirian pesantren.

Sektor perbankan kini didorong melakukan efisiensi internal agar suku bunga kredit dapat ditekan serendah mungkin.

Baca juga:

KPK Sita Puluhan Juta Rupiah dari Ruangan Silmy Karim di Kantor Imigrasi

Langkah penguatan jangkauan QRIS global diharapkan mempermudah transaksi warga negara saat berada luar negeri sekaligus menarik devisa pelancong asing.

“Setelah dengan Jepang, Tiongkok, Korea, kami mohon doa restu untuk kami perluas dengan Saudi Arabia untuk nanti jamaah umrah maupun haji, juga dengan India untuk turis dari India,” pungkas Perry.

#Bank Indonesia #Gubernur Bank Indonesia #Stimulus Ekonomi #Pemerataan Ekonomi #Pertumbuhan Ekonomi
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Bank sentral berkomitmen terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Juni 2026
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Indonesia
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
BI telah membeli SBN senilai Rp 156,5 triliun, setelah sepanjang 2025 merealisasikan pembelian sebesar Rp 332,14 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
Indonesia
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Kenaikan harga Pertamax membuat daya beli kelas menengah makin tertekan. PKS pun juga mengingatkan adanya risiko inflasi.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Indonesia
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Pemerintah bersama bank sentral mengantongi modal kuat guna merealisasikan target pertumbuhan tinggi dengan tiga faktor utama
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Indonesia
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Evaluasi pasca-RDG Bulanan tanggal 19-20 Mei 2026 menunjukkan pergerakan nilai tukar rupiah bergejolak melebihi perkiraan awal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juni 2026
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Indonesia
BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 bps Untuk Stabilkan Rupiah
Stabilisasi nilai tukar rupiah dimaksud juga, ditempuh agar ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga dan sasaran inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap tercapai.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Juni 2026
BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 bps Untuk Stabilkan Rupiah
Indonesia
Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Makin Tergerus Tinggal Buat 5,5 Bulan Impor
Posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Makin Tergerus Tinggal Buat 5,5 Bulan Impor
Indonesia
DPR Gelar Rapat dengan BI dan Pemerintah, Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
DPR RI menggelar rapat bersama BI dan Pemerintah. Pertemuan itu membahas perkembangan kondisi ekonomi Indonesia saat ini.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
DPR Gelar Rapat dengan BI dan Pemerintah, Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
Indonesia
Rupiah Terus Melemah, Prabowo Belum Berencana Ganti Purbaya, Perry Warjiyo dari Pos Menkeu dan Gubernur BI
Hal ini seperti disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi
Frengky Aruan - Sabtu, 06 Juni 2026
Rupiah Terus Melemah, Prabowo Belum Berencana Ganti Purbaya, Perry Warjiyo dari Pos Menkeu dan Gubernur BI
Indonesia
Bertemu Menkeu dan Wakil Ketua DPR, Gubernur BI Keluarkan ‘Jurus’ Perkuat Nilai Tukar Rupiah
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo bertemu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6).
Frengky Aruan - Sabtu, 06 Juni 2026
Bertemu Menkeu dan Wakil Ketua DPR, Gubernur BI Keluarkan ‘Jurus’ Perkuat Nilai Tukar Rupiah
Bagikan