Merahputih.com - Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia 2027 mampu mencengkeram batas atas kisaran proyeksi 5,1 hingga 5,9 persen. Faktor utama penyokong target ambisius ini bertumpu pada kokohnya pilar permintaan domestik.
Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan prospek cerah tersebut dalam Rapat Kerja bersama parlemen di Jakarta, Rabu (10/6/2026). Sinergi kuat sektor investasi dan perbaikan performa ekspor menjadi mesin penggerak tambahan, searah laju ekonomi global membaik menuju angka 3,1 persen pada 2027.
Baca juga:
IHSG Terbang Tinggi 2,71 Persen Pada Penutupan Perdagangan Rabu (10/6), Ini 4 Saham Paling Cuan
Tiga Pilar Optimisme Finansial Nasional
Pemerintah bersama bank sentral mengantongi modal kuat guna merealisasikan target pertumbuhan tinggi dengan tiga faktor utama:
-
Kebijakan Fiskal Prudent: Pengelolaan defisit rendah, terkendali, serta realokasi anggaran efisien pro-kesejahteraan.
-
Sinergi Program Prioritas: Orkestrasi matang sektor ketahanan pangan, energi, hingga hilirisasi industri sumber daya alam.
-
Koordinasi Lintas Lembaga: Penguatan hubungan harmonis antara BI dan pemerintah demi menjaga stabilitas makroekonomi jangka panjang.
Pro-growth dan pro-welfare itu akan mendukung pertumbuhan ekonomi,
Gubernur BI, Perry Warjiyo.
Lima Jurus Pamungkas Stimulus Kredit dan QRIS Global
Guna memastikan pasokan dana ke pasar tetap lancar, BI mengoptimalkan kebijakan makroprudensial serta sistem pembayaran terdigitalisasi.

Lima langkah strategis telah berjalan demi menyuntikkan energi baru bagi dunia usaha dan perbankan tanah air.
Berikut data realisasi tindakan konkret BI hingga pertengahan tahun 2026:
-
Pembelian SBN Sekunder: Realisasi belanja Surat Berharga Negara mencapai Rp156,5 triliun per 9 Juni 2026.
-
Insentif KLM Rp424,7 Triliun: Guyuran insentif likuiditas makroprudensial per Mei 2026 lewat pemotongan giro wajib minimum dari 9 persen menjadi 3,5 persen.
-
Program Intermediasi Pinisi: Akselerasi penyaluran kredit hasil kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
-
Ekspansi QRIS Internasional: Perluasan transaksi digital lintas negara menyasar Arab Saudi untuk jemaah umrah-haji serta India bagi sektor pariwisata.
-
Pemberdayaan Ekonomi Inklusif: Pembinaan UMKM konvensional dan syariah melalui 46 kantor perwakilan, mencakup komoditas kopi hingga kemandirian pesantren.
Sektor perbankan kini didorong melakukan efisiensi internal agar suku bunga kredit dapat ditekan serendah mungkin.
Baca juga:
KPK Sita Puluhan Juta Rupiah dari Ruangan Silmy Karim di Kantor Imigrasi
Langkah penguatan jangkauan QRIS global diharapkan mempermudah transaksi warga negara saat berada luar negeri sekaligus menarik devisa pelancong asing.
“Setelah dengan Jepang, Tiongkok, Korea, kami mohon doa restu untuk kami perluas dengan Saudi Arabia untuk nanti jamaah umrah maupun haji, juga dengan India untuk turis dari India,” pungkas Perry.