BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!

Ilustrasi (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada penutupan perdagangan Selasa (28/7). Rupiah melemah 74 poin atau 0,41 persen ke level Rp18.083 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 18.009. Sejak pembukaan pagi di kisaran Rp 18.070, rupiah gagal bangkit hingga akhir perdagangan.

Baca juga:

Pasar Waspada Sehari Setelah Bos BI Mundur, Rupiah Jeblok di Atas Rp18.070

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menilai pelemahan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) di bawah kepemimpinan baru pasca mundurnya Perry Warjiyo.

Dipengaruhi faktor domestik, yakni sikap hati-hati pelaku pasar terhadap arah kebijakan BI di bawah Gubernur yang baru,

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova

Faktor Sentimen Global Menanti Kebijakan The Fed

Selain faktor transisi kepemimpinan BI, pelemahan rupiah juga dipengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve (The Fed). Kepada Antara, Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada Rabu (29/7).

CME FedWatch menunjukkan probabilitas sekitar 62 persen untuk skenario suku bunga tetap. Namun, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk lonjakan harga minyak hingga 20 persen akibat konflik AS–Iran di Selat Hormuz, menambah ketidakpastian pasar.

Baca juga:

Rupiah Terancam Melemah usai Perry Warjiyo Mundur, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Meski demikian, Ibrahim melihat penunjukan Destry Damayanti sebagai pejabat sementara Gubernur BI sebetulnya dapat memberi harapan baru. Pasar menilai komitmen BI tetap terjaga dalam menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan inflasi, dan mempertahankan sistem keuangan.

Penunjukan Destry memberi optimisme pasar akan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi

Respons Lembaga Internasional terhadap Pergantian Bos BI

Semantara itu, Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings menilai pengunduran diri Perry Warjiyo tidak berdampak langsung pada sovereign rating Indonesia. Namun, Sovereign Analyst Rain Yin menyebut dapat meningkatkan risiko terkait prospek kebijakan negara.

Hari ini, Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah melemah ke Rp18.088 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 17.995. (*)

#Kurs Rupiah #Bank Indonesia #The Fed
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rupiah Mengamuk Tembus Rp17.755 Per Dolar AS, Isu Selat Hormuz dan Surpres Prabowo Jadi Pemicu Utama
Laporan resmi Bank Indonesia mencatat angka IKK periode Juli 2026 berada pada posisi 116,8, menurun dari capaian 117,8 pada Juni 2026
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Rupiah Mengamuk Tembus Rp17.755 Per Dolar AS, Isu Selat Hormuz dan Surpres Prabowo Jadi Pemicu Utama
Indonesia
Destry Damayanti Masuk Tahap Penentuan Gubernur BI Definitif
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pengajuan nama Destry merupakan bagian dari tiga surat Presiden yang disampaikan pemerintah kepada DPR pada Senin (10/8).
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Destry Damayanti Masuk Tahap Penentuan Gubernur BI Definitif
Indonesia
Prabowo Kirim Surat ke DPR, Destry Damayanti Diusulkan Jadi Gubernur BI
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengusulkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI. Surat tersebut sudah dikirim ke DPR.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
Prabowo Kirim Surat ke DPR, Destry Damayanti Diusulkan Jadi Gubernur BI
Indonesia
Ini Lapangan Usaha Paling Banyak di Jakarta di Tengah Ketidakpastian Global
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jakarta secara keseluruhan pada tahun 2026 berada pada tren positif
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 08 Agustus 2026
Ini Lapangan Usaha Paling Banyak di Jakarta di Tengah Ketidakpastian Global
Indonesia
Cadangan Devisa Masih Dalam Tren Penurunan
BI juga terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Cadangan Devisa Masih Dalam Tren Penurunan
Indonesia
IHSG Jumat Pagi Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Rupiah Meringsek Lemah
Pergerakan cerah ini juga diikuti oleh deretan saham unggulan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 Agustus 2026
IHSG Jumat Pagi Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Rupiah Meringsek Lemah
Indonesia
Masyarakat Makin Nyaman Tidak Bawa Uang Tunai, Transaksi QRIS Naik 100,12 Persen
Pertumbuhan itu menandakan masyarakat semakin nyaman meninggalkan uang tunai dan beralih ke transaksi berbasis pemindaian kode melalui telepon pintar.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Masyarakat Makin Nyaman Tidak Bawa Uang Tunai, Transaksi QRIS Naik 100,12 Persen
Indonesia
Pemerintah Belum Putuskan Destry Damayanti Jadi Calon Gubernur BI
Mengenai kemungkinan nama Destry Damayanti yang akan diajukan menjadi Gubernur BI definitif, Prasetyo menegaskan keputusan itu hanya Presiden yang tahu.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
Pemerintah Belum Putuskan Destry Damayanti Jadi Calon Gubernur BI
Indonesia
BI Perkuat Likuiditas Perbankan, Terbitkan SBRI Buat Gaet Aliran Modal Asing
BI juga terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
BI Perkuat Likuiditas Perbankan, Terbitkan SBRI Buat Gaet Aliran Modal Asing
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Terbitkan Uang Kertas Rp 5 Juta Bergambar Soekarno
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Bank Indonesia menerbitkan uang kertas pecahan Rp 5 Juta bergambar Soekarno. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Terbitkan Uang Kertas Rp 5 Juta Bergambar Soekarno
Bagikan