MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi VI DPR RI Herman Khaeron optimistis target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen tetap bisa tercapai meski kondisi global masih penuh ketidakpastian. Herman mengatakan optimisme itu muncul karena sejumlah indikator ekonomi nasional masih menunjukkan performa positif. Salah satunya terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2026 yang mencapai 5,06 persen.
Dengan berbagai indikator yang saat ini tentu di triwulan pertama dengan pertumbuhan ekonomi 5,06 persen, ini ada optimisme bahwa rentang 5,8 sampai ke 6,5 ini bisa dicapai.
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron
Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR itu menyebut salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan yakni rencana pembentukan DOMN untuk pengelolaan ekspor satu pintu pada sejumlah komoditas.
Menurut dia, kebijakan tersebut dapat memperkuat pembiayaan APBN sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi nasional. “Inilah yang menurut saya juga akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Baca juga:
Prabowo Janjikan Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen di 2027, Penganguran Terbuka Bisa Turun
Herman juga menilai berbagai program pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat dapat menjadi penggerak ekonomi baru. Ia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga sekolah rakyat.
Meski pelaksanaannya masih menuai kritik dan tantangan, Herman menilai program-program itu dapat memperkuat ekonomi masyarakat jika dijalankan sesuai rencana.
Koperasi Merah Putih Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih, ia mengatakan koperasi nantinya bisa menjadi penghubung hasil produksi masyarakat desa, mulai dari produk pertanian, UMKM, hingga hasil nelayan dengan pasar yang lebih luas.
Koperasi Merah Putih, kalau dijalankan sesuai konsepsi dan perencanaan yang telah dibuat, akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron
Selain itu, Herman juga menyoroti kebijakan pendidikan gratis di sejumlah SMA yang dinilai bisa mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Menurut dia, daya beli masyarakat dapat meningkat jika pendapatan naik dan pengeluaran berkurang. “Nah, sebagai instrumen utama dalam pertumbuhan daya beli, inilah yang menurut saya menjadi optimisme yang digambarkan Presiden,” ujarnya.
Meski begitu, Herman mengingatkan pemerintah tetap harus mewaspadai tantangan global seperti pelemahan rupiah terhadap dolar AS, ketidakpastian ekonomi dunia, hingga lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah.
Namun, ia menegaskan Partai Demokrat mendukung langkah pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja.
“Partai Demokrat mendukung penuh terhadap upaya Presiden untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional dan menghadirkan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.(Pon)

