Porsi Pekerja Berpendidikan Tinggi di Jakarta Masih Relatif Terbatas

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 08 Februari 2026
Porsi Pekerja Berpendidikan Tinggi di Jakarta Masih Relatif Terbatas

Pekerja Kantoran Mulai Kembali Bekerja usai Libur Lebaran

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perekonomian Jakarta sepanjang tahun 2025 menunjukkan peningkatan yang lumayan di atas pertumbuhan nasional.

Pertumbuhan ekonomi Jakartab mencapai 5,21 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,11 persen.

Pertumbuhan terlihat jelas pada Triwulan IV-2025, yang didorong oleh sektor jasa berbasis konsumsi dan mobilitas, serta kinerja ekspor yang kuat.

Sebagai simpul utama ekonomi nasional dan global, Jakarta terus memperkuat peranannya dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Baca juga:

Pengangguran Laki-Laki Masih Lebih Tinggi dari Perempuan, 7,35 Juta Orang Masih Menganggur

Dari sisi kesejahteraan masyarakat, tingkat kemiskinan di Jakarta berhasil menurun menjadi 4,03 persen pada September 2025, dengan jumlah penduduk miskin yang turun signifikan sejak puncak pandemi.

Di pasar tenaga kerja, pemulihan juga berlanjut dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 6,31 persen pada November 2025.

Namun, struktur penduduk bekerja masih didominasi oleh lulusan SMA dan SMK, sementara porsi pekerja berpendidikan tinggi relatif terbatas.

Gubernur DKI Jakarta menyambut baik capaian ini sebagai fondasi untuk pembangunan yang lebih inklusif ke depan.

"Kami akan terus mendorong kebijakan yang memprioritaskan inklusivitas, seperti peningkatan akses pendidikan berkualitas dan penciptaan lapangan kerja di sektor-sektor strategis, agar manfaat pertumbuhan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," ujar Pramono, Minggu (8/2).

Pemerintah DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memantau dan mengimplementasikan strategi yang mendukung pertumbuhan inklusif, termasuk penguatan sektor ekspor, peningkatan mobilitas, dan program pengentasan kemiskinan.

"Capaian ini diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat pemulihan pasca pandemi dan membangun Jakarta yang lebih sejahtera," tutupnya. (Asp).

#Pertumbuhan Ekonomi #Ekonomi Indonesia #Pengangguran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Bantah Daya Beli Melemah, Hanya Pindah Pola Konsumsi
Sejumlah sektor usaha industri tradisional yang belum menjadi tulang punggung penyerapan lapangan kerja mengalami tekanan, namun aktivitas ekonomi bergeser ke sektor lain yang berkembang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 07 November 2026
Pemerintah Bantah Daya Beli Melemah, Hanya Pindah Pola Konsumsi
Indonesia
Kemendikdasmen Dorong Lulusan SMK Kerja di Luar Negeri, Isi Kebutuhan Pasar Kerja Global
Dari total 3.030 peserta, sebanyak 1.530 orang merupakan lulusan dari 231 SMK di 26 provinsi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Kemendikdasmen Dorong Lulusan SMK Kerja di Luar Negeri, Isi Kebutuhan Pasar Kerja Global
Indonesia
Pemerintah Klaim Pengangguran Hanya 4,65 Persen, Terendah Sejak 1994
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) diukur dari persentase jumlah pencari kerja terhadap total angkatan kerja nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Pemerintah Klaim Pengangguran Hanya 4,65 Persen, Terendah Sejak 1994
Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
APBN 2027 menganggarkan belanja Rp 4.106,3 triliun dengan defisit Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB untuk mendukung target ekonomi 6 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Kekurangan Orang, Jepang Bakal Buka Lowongan Bagi Warga Asing Jadi Pekerja Keamanan Swasta
Badan Kepolisian Jepang akan berkonsultasi dengan Kementerian Kehakiman serta Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan mengenai rincian kerangka kerja baru.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Kekurangan Orang, Jepang Bakal Buka Lowongan Bagi Warga Asing Jadi Pekerja Keamanan Swasta
Indonesia
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Prabowo menyebut investasi Indonesia mencapai Rp 1.010 triliun hingga Juni 2026 dan berkontribusi membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Bagikan