MerahPutih.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membuka fakta mencengangkan sekaligus miris terkait lulusan pendidikan guru dari perguruan tinggi di Indonesia.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco menyatakan setiap tahun jurusan keguruan atau kependidikan meluluskan 490.000 orang, sementara pasar kerja hanya mampu menampung sekitar 20.000 guru.
"Sisanya menjadi pengangguran terdidik," kata Badri, saat berbicara dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026 di Badung, Bali, Rabu (23/4).
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: DPR Tetapkan Semua Guru di Indonesia Digaji Rp 5 Juta Per Bulan
Lulusan Kedokteran Berpotensi Menyusul
Sekjen Kemendiktisaintek memmprediksi fenomena yang sama juga akan terjadi di lulusan program kedokteran beberapa tahun ke depan.
“Saya bisa mengecek juga misalnya tahun 2028 itu sebenarnya kita kelebihan suplai dokter. Kalau misalnya ini dibiarkan, apalagi terjadi mal-distribusi, tidak keseimbangan distribusi di masing-masing daerah,” tuturnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Kemendiktisaintek mendorong perguruan tinggi melakukan kajian ulang terhadap program studi (prodi) yang ada.
Baca juga:
Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru
8 Prodi Industri Strategis Nasional
Badri menekankan perlunya kerelaan dari rektor untuk menutup prodi yang tidak relevan dan mengembangkan prodi baru sesuai kebutuhan industri strategis.
“Caranya program studinya yang disesuaikan, perlu dikembangkan prodi-prodi baru yang sesuai dengan delapan industri strategis," tuturnya, dilansir Antara.
Delapan industri strategis nasional yang dimaksud itu meliputi: energi, pangan, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi, digitalisasi, dan manufaktur maju. (*)