MERAHPUTIH.COM - KETUA Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun memprediksi dampak penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax membuat masyarakat beralih ke Pertalite. Kondisi itu pada akhirnya berpotensi membuat anggaran subsidi BBM di Pertalite meningkat.
"Begitu harga naik, orang kan mencari harga yang paling rendah," kata Misbakhun kepada wartawan di Gedung DPR RI, Rabu (10/6).
Sudah pasti kenaikan harga Pertamax memicu inflasi.
Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI
Meski demikian, DPR dan pemerintah masih melakukan simulasi untuk menghitung dampak perpindahan konsumsi BBM tersebut terhadap inflasi maupun kebijakan energi secara keseluruhan.
Menurut Misbakhun, kajian yang lebih mendalam masih berlangsung. “Untuk kalkulasinya, itu kan belum kita lakukan eksersinya. Lebih dalam, sudah dilakukan penghitungan-penghitungan, nanti akan kita lihat impact-nya seperti apa,” katanya.
Baca juga:
Harga Pertamax Melonjak ke Rp 16.250 per Liter, Pertamina Sebut Sesuai Keputusan Pemerintah
Ia menjelaskan pemerintah sebelumnya sempat menahan penyesuaian harga Pertamax meskipun beberapa jenis BBM nonsubsidi lainnya telah lebih dulu mengalami penaikan.
Penyesuaian harga Pertamax akhirnya dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai faktor. “Pemerintah kan sempat melakukan penundaan. Melakukan penundaan ketika Pertamax Plus dan Pertamax yang Turbo itu kan sudah dinaikkan. Tapi kan Pertamax-nya kan belum. Nah, sekarang kan Pertamax mulai mengalami penyesuaian harga,” ujar Misbakhun.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter mulai 10 Juni 2026.
Penaikan harga tersebut dilakukan setelah evaluasi harga sesuai formula yang ditetapkan pemerintah dan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga keekonomian BBM.(knu)
Baca juga:
Harga Pertamax Naik, Pertamina Minta Masyarakat Bijak Gunakan BBM