Antrean di SPBU Kian Panjang, Warga Beralih Dari Pertamax ke Pertalite

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
 Antrean di SPBU Kian Panjang, Warga Beralih Dari Pertamax ke Pertalite

Sejumlah warga antre membeli BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Lumajang. ANTARA/Zumrotun Solichah

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi alias Pertamax dan sejenisnya, membuat masyarakat beralih ke pertalite untuk menekan pengeluaran.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengatakan peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar dan Pertalite menjadi penyebab utama antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Sumatera Barat (Sumbar).

Yang pertama pasti karena peningkatan demand untuk konsumen kendaraan solar maupun Pertalite,

kata Sales Area Manager (SAM) Retail Sumbar Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fakhri Rizal Hasibuan di Kota Padang, Sumbar, Senin (22/6).

Hal tersebut disampaikan Fakhri terkait antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU di kabupaten dan kota di Ranah Minang. Selain di Kota Padang, hal serupa juga terjadi di Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Pariaman dan Kota Bukittinggi.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Larang Rakyat Demo Kenaikan BBM Jenis Pertamax

Berdasarkan data yang dihimpun Pertamina Sumbagut, konsumsi kendaraan yang menggunakan Pertalite naik tiga persen dan Solar 10 persen. Jika ditelusuri lebih jauh, peningkatan ini diduga karena perpindahan konsumsi pemilik kendaraan.

Artinya, kendaraan yang awalnya menggunakan Pertamax beralih menggunakan Pertalite. Begitu juga dengan kendaraan yang semula mengonsumsi Dexlite atau Pertamina Dex beralih ke Solar.

Jadi memang ada peningkatan demand. Untuk Pertalite itu kurang lebih ada kenaikan tiga persen dan Solar 10 persen,

katanya.

Ia menyampaikan kenaikan konsumsi Solar hingga 10 persen sudah terjadi sejak Mei 2026. Sementara, peningkatan konsumsi Pertalite terjadi sejak 10 Juni 2026 atau bertepatan dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Menurutnya, antrean panjang kendaraan baik yang akan mengisi Solar maupun Pertalite umumnya terjadi di daerah yang berada cukup jauh dari Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung, Kota Padang.

Selain jarak yang lumayan jauh, antrean BBM subsidi di sejumlah SPBU juga terjadi karena faktor alam seperti longsor di beberapa titik hingga sejumlah kejadian di kawasan Sitinjau Lauik.

Sementara itu, Izul salah seorang pengendara mengatakan cukup kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite sejak dari Kabupaten Pasaman Barat hingga ke Kota Bukittinggi.

Sejak dari Kinali hingga ke Bukittinggi kendaraan mengantre cukup panjang. Belum lagi beberapa SPBU tidak memiliki stok Pertalite,

ujarnya.

#Pertamax #Pertalite #Harga Pertalite
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Antrean Beli BBM di Sulawesi Selatan Belum Terurai, Warga Protes Pembatasan
PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi menambah pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dengan menyiagakan dua kapal minyak guna percepatan pasokan
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Antrean Beli BBM di Sulawesi Selatan Belum Terurai, Warga Protes Pembatasan
Indonesia
Harga Minyak Dunia Tembus USD 100, Pertamina Pastikan Harga Pertalite dan Solar tak Naik sampai Akhir Tahun
Keputusan tersebut tetap berlaku meski harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami fluktuasi.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Harga Minyak Dunia Tembus USD 100, Pertamina Pastikan Harga Pertalite dan Solar tak Naik sampai Akhir Tahun
Indonesia
Pertamina Tunggu Kebijakan Pembatasan BBM Bersubsidi Bagi Desil 9 dan 10
Posisi Pertamina sebagai badan usaha yang akan mengikuti arahan dari pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Pertamina Tunggu Kebijakan Pembatasan BBM Bersubsidi Bagi Desil 9 dan 10
Indonesia
Menkeu Tegaskan Larangan Desil 9-10 Beli Pertalite Pasti Berlaku, Cuma Belum Sekarang
Pengendalian subsidi BBM dilakukan secara bertahap karena sistem Pertamina sudah mumpuni mendukung pembatasan pembelian pertalite bagi golongan tertentu.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Menkeu Tegaskan Larangan Desil 9-10 Beli Pertalite Pasti Berlaku, Cuma Belum Sekarang
Indonesia
Desil 9-10 Dilarang Beli Pertalite Belum Berlaku, Bahlil Tunggu Hasil Kajian
Aturan pembelian pertalite yang berlaku tetap sama, yakni 200 liter per hari untuk bus dan truk, serta 50 liter per hari untuk kendaraan roda empat.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Desil 9-10 Dilarang Beli Pertalite Belum Berlaku, Bahlil Tunggu Hasil Kajian
Berita
Cara Cek Desil DTSEN dengan NIK, Ini Arti Desil 1-10 dan Cara Memperbaruinya
Cara cek desil DTSEN dengan NIK, arti Desil 1-10, Desil 9-10, serta cara memperbarui data jika hasil desil tidak sesuai kondisi ekonomi.
ImanK - Sabtu, 15 Agustus 2026
Cara Cek Desil DTSEN dengan NIK, Ini Arti Desil 1-10 dan Cara Memperbaruinya
Indonesia
Penurunan Harga Pertamax ke Inflasi Dinilai Tidak Terlalu Besar
BBM nonsubsidi memiliki bobot yang relatif kecil dalam keranjang Indeks Harga Konsumen dibandingkan BBM bersubsidi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Penurunan Harga Pertamax ke Inflasi Dinilai Tidak Terlalu Besar
Indonesia
Pertamina Turunkan Harga BBM Pertamax Jadi Rp 15.950 Per liter
Penyesuaian ini juga karena tren harga rata-rata harga minyak dunia serta mempertimbangkan nilai tukar rupiah sesuai ketentuan yang berlaku.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
Pertamina Turunkan Harga BBM Pertamax Jadi Rp 15.950 Per liter
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Bakal Hapus Pertalite
Unggahan berisi klaim “Pemerintah bakal hapus Pertalite” adalah konten palsu.
Frengky Aruan - Jumat, 17 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Bakal Hapus Pertalite
Indonesia
Pertamax Naik, Pengguna Pertalite Diklaim Cuma Naik 10 Persen
Kuota yang ditetapkan pemerintah untuk BBM Biosolar sebanyak 2,47 juta kilo liter (KL) sedangkan Pertalite sebanyak 3,96 juta KL hingga akhir tahun untuk Jawa Timur.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Pertamax Naik, Pengguna Pertalite Diklaim Cuma Naik 10 Persen
Bagikan