MerahPutih.com - Ancaman terorisme tak yang tak pernah berhenti membuat Indonesia bekerja sama dengan komunitas internasional. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggandeng Inggris melalui Joint Working Group (JWG) untuk menanggulangi terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan.
Hadir pula dalam JWG ini perwakilan dari Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK), Kementerian Pertahanan, Badan Intelijen Strategis (BAIS), Densus 88, Kemenkopolhukam, dan Kemlu. Sedangkan dari pihak Inggris hadir perwakilan dari Kedutaan Besar Inggris, British High Commission, dan British Home Office.
Baca Juga:
Kepala BNPT Sebut Densus 88 Tetap Dibutuhkan dalam Penegakan Hukum Terorisme
"Tidak satu negara pun dapat memberantas terorisme sendirian, kerja sama internasional harus dilakukan," kata Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar, dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (12/11).
Indonesia dan Inggris sebelumnya telah menandatangani Memorandum of Understanding pada April 2021 lalu. Kedua pihak sepakat untuk bekerja sama dalam bidang pertukaran informasi, penegakan hukum, dan kesiapsiagaan nasional dalam penanggulangan terorisme.
Sementara itu, Deputi Kerja Sama Internasional BNPT Andhika Chrinayudhanto menjelaskan, Indonesia dan Inggris membahas perkembangan ancaman terorisme di tingkat nasional, regional, dan global. "Termasuk prioritas nasional masing-masing negara dalam upaya penanggulangan terorisme," ujarnya.
Kedua negara juga membahas mengenai delegasi fokus pada pembahasan mengenai inisiasi yang telah dilakukan kedua belah pihak di tingkat regional dan multilateral, serta peluang kerja sama teknis antar negara.
Indonesia dan Inggris juga sepakat untuk bekerja sama dalam bidang teknologi. Beberapa pengembangan teknologi yang direncanakan antara lain ialah 5G, 6G, kecerdasan buatan (AI), dan kuantum. (Knu)
Baca Juga:
Bakal Diadili Kasus Terorisme, Munarman FPI Resmi Berpindah Tangan