MerahPutih.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menyerang 18 titik aset militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.
Target Serangan Balasan Iran
Target serangan IRGC mencakup pangkalan udara Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, serta pangkalan udara Sheikh Isa di Bahrain.
Baca juga:
Iran Kembali Tutup Total Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket
Militer Iran juga melaporkan serangan terhadap sistem pertahanan Patriot dan fasilitas komunikasi milik Armada Kelima AS di Bahrain.
Dilansir dari Antara, sejumlah drone perusak diluncurkan ke arah Armada Kelima sebagai balasan atas serangan AS terhadap wilayah Iran selatan.
Peringatan Iran: Timur Tengah Jadi “Neraka”
Dikutip dari Kantor berita Mehr News Agency, Komandan Angkatan Udara IRGC Seyed Majid Mousavi memperingatkan pihak-pihak yang berupaya mengancam “Selat Hormuz yang suci.”
Baca juga:
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Irak, Pelayaran Selat Hormuz Kembali Ditutup Total
IRGC menegaskan kawasan Timur Tengah akan menjadi “neraka” bagi Amerika Serikat dan sekutunya di tengah meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz.
“Jika Anda membuat Selat Hormuz tidak aman, kami akan mengubah kawasan ini menjadi neraka bagi Anda dari seluruh wilayah Iran,” Komandan Angkatan Udara IRGC Seyed Majid Mousavi.
Eskalasi Meningkat
Serangan balasan Iran ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah Amerika Serikat melancarkan serangan tambahan ke Iran selatan.
Baca juga:
Washington menyebut langkah tersebut sebagai operasi “membela diri”, sementara Teheran menilai tindakan itu sebagai pelanggaran kedaulatan.
(*)