Merahputih.com - Ketua Umum Indonesia Woodball Association (IWbA), Aang Sunadji mendampingi Atlet Woodball Indonesia meraih gelar juara umum World Cup Woodball Championship 2026 di Perlis, Malaysia, Rabu (29/7/2026).
Tim Woodball Indonesia kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah internasional dengan keluar sebagai juara umum kategori senior pada 10th World Cup Woodball Championship 2026 yang berlangsung di Perlis, Malaysia.
Kontingen Merah Putih menempati posisi puncak klasemen akhir setelah mengoleksi 4 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu, mengungguli tuan rumah Malaysia dan Chinese Taipei. Sementara itu, pada kategori youth, Indonesia juga berhasil meraih 1 medali emas meski hanya diperkuat dua atlet.
Keberhasilan tersebut semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama olahraga woodball dunia. Di kategori youth, Indonesia bahkan mampu finis di peringkat keempat klasemen, di bawah Chinese Taipei, Malaysia, dan Hong Kong China yang menurunkan jumlah atlet lebih banyak.
Empat medali emas Indonesia di kategori senior diraih melalui nomor Stroke Competition Men Single, Fairway Competition Men Double, Fairway Competition Women Double, dan Fairway Competition Men's Team. Dua medali perak dipersembahkan dari nomor Stroke Competition Women Single dan Fairway Competition Women Team, sedangkan satu medali perunggu diraih dari nomor Stroke Competition Women Team. Tambahan satu medali emas pada kategori youth dipersembahkan dari nomor Youth Competition Double.
Ketua Umum Indonesia Woodball Association (IWbA), Aang Sunadji, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang dunia.
"Hasil ini menjadi bukti bahwa Indonesia merupakan salah satu kekuatan utama woodball dunia. Menjadi juara umum di World Cup tentu bukan hal yang mudah karena kami menghadapi negara-negara terbaik. Yang lebih membanggakan, atlet-atlet muda kita juga mampu mempersembahkan medali emas meski hanya berangkat dengan dua atlet. Ini menunjukkan kualitas pembinaan yang kita miliki," ujar Aang.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus meningkatkan prestasi di berbagai kejuaraan internasional sekaligus memperkuat regenerasi atlet.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, pemerintah, serta seluruh masyarakat Indonesia yang terus memberikan doa dan dukungan. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus membawa Merah Putih berkibar di panggung dunia," katanya.
Pada klasemen akhir kategori senior, Indonesia berada di posisi pertama dengan raihan 4 emas, 2 perak, dan 1 perunggu, disusul Malaysia dengan 2 emas, 7 perak, dan 1 perunggu, serta Chinese Taipei yang mengumpulkan 2 emas, 1 perak, dan 4 perunggu. Posisi berikutnya ditempati Thailand (2 emas, 1 perak, 2 perunggu), Uganda (2 emas, 1 perunggu), dan Hong Kong China (1 emas, 1 perak, 6 perunggu).
Adapun peraih medali Indonesia adalah sebagai berikut:
Medali Emas
- Stroke Competition Men Single – Moh. Habibullah
- Fairway Competition Men Double – Moh. Habibullah/Ahmad Yopi Solpianda
- Fairway Competition Women Double – Bibit Setyaningati/Ika Yulianingsih
- Fairway Competition Men's Team – Eka Candra Aprilyanto, Moh. Habibullah, Fachri Husaini, I Gede Prabawa Mapet Darma Nugraha, Erif Nurachmad Satrio Mulya, dan Ahmad Yopi Solpianda
- Youth Competition Double – Zukhfura Jasminne Verinda/Leandra Aliyyah Dahayu
Medali Perak
- Stroke Competition Women Single – Ika Yulianingsih
- Fairway Competition Women Team – Nur'izza Nova Mindayati dan June C. Ardiningrum
Medali Perunggu
- Stroke Competition Women Team – Laily Aprilya Maulidiana, Nur'izza Nova Mindayati, June C. Ardiningrum, Dwi Tiga Putri, Ika Yulianingsih, dan Bibit Setyaningati.
Keberhasilan di Perlis menjadi pencapaian penting bagi Indonesia Woodball Association dalam menjaga tradisi prestasi di level dunia sekaligus menunjukkan keberhasilan regenerasi atlet nasional. Momentum tersebut diharapkan berlanjut saat Indonesia menjadi tuan rumah 8th Aice Indonesia Open 2026 yang akan digelar di Lapangan Cricket Udayana, Bali, pada 18–23 Agustus 2026.
Dalam setiap keikutsertaan maupun penyelenggaraan kejuaraan, Woodball Indonesia mendapat dukungan dari Aice, Mills, dan Kings Travel. Dukungan tersebut diharapkan semakin memotivasi para atlet untuk terus mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. (Foto: IWbA)

