155 Atlet dari 8 Negara Bertanding di Bali, Regenerasi Woodball Indonesia Mulai Menunjukkan Hasil

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
155 Atlet dari 8 Negara Bertanding di Bali, Regenerasi Woodball Indonesia Mulai Menunjukkan Hasil

8th Aice Indonesia Open Woodball Championship 2026. (Foto: Dok. IWbA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perkembangan woodball Indonesia tidak hanya terlihat dari jumlah kompetisi yang semakin rutin digelar. Munculnya atlet-atlet muda dari berbagai daerah dan kemampuan mereka bersaing di level internasional menjadi tanda lain bahwa proses regenerasi mulai berjalan.

Gambaran itu terlihat dalam 8th Aice Indonesia Open Woodball Championship 2026 yang berlangsung di Lapangan Cricket Universitas Udayana, Bali, pada 18–22 Agustus 2026.

Sebanyak 155 atlet dari delapan negara ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Mereka berasal dari Indonesia, Hong Kong, Chinese Taipei, China, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan India.

Bagi Indonesian Woodball Association (PB IWbA), kehadiran atlet dari berbagai negara sekaligus menjadi kesempatan bagi atlet Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan mengukur kemampuan di tengah persaingan internasional.

Baca juga:

155 Atlet dari 8 Negara Berkompetisi dalam AICE 8th Indonesia Open Woodball Championship 2026 Digelar di Bali

Regenerasi Atlet Muda Jadi Perhatian

Ketua Umum Indonesian Woodball Association (PB IWbA), Aang Sunadji, mengatakan Indonesia Open tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan. Kejuaraan ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan regenerasi atlet.

Kesempatan tampil dalam kompetisi internasional dinilai penting, terutama bagi atlet muda dari berbagai daerah yang sedang membangun pengalaman dan jam terbang.

Kami sangat senang melihat perkembangan woodball Indonesia yang dari hari ke hari terus mengalami peningkatan. Bukan hanya dari sisi prestasi, tetapi juga regenerasi atlet. Semakin banyak atlet muda dari daerah yang muncul dan mampu bersaing di level nasional maupun internasional,

Ketua Umum PB IWbA, Aang Sunadji.

Menurut Aang, munculnya atlet muda menjadi salah satu perkembangan yang patut mendapat perhatian. Regenerasi dibutuhkan agar prestasi yang sudah diraih Indonesia tidak berhenti pada satu generasi atlet.

Salah satu gambaran perkembangan tersebut terlihat dari Zukhfura Jasminne Verinda. Atlet muda ini meraih medali emas kategori youth pada World Cup Woodball Championship 2026 di Perlis, Malaysia.

Prestasi Jasmine menjadi salah satu contoh bahwa pembinaan atlet muda Indonesia mulai memberikan hasil di panggung dunia.

“Prestasi Jasmine di Kejuaraan Dunia Woodball di Malaysia menjadi salah satu contoh bahwa regenerasi yang kita bangun mulai memberikan hasil. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan ruang kompetisi dan pembinaan bagi atlet-atlet muda dari daerah,” lanjut Aang.

Baca juga:

Indonesia Juara Umum World Cup Woodball Championship 2026

Butuh Kompetisi yang Berkelanjutan

Bagi IWbA, tantangan berikutnya adalah menjaga agar proses pembinaan tersebut berjalan secara berkelanjutan.

Aang menilai kompetisi internasional memiliki peran penting karena dapat memberikan target bagi atlet sekaligus menjaga kesinambungan proses pembinaan.

Tanpa kompetisi yang konsisten, atlet akan memiliki lebih sedikit kesempatan untuk menguji perkembangan kemampuan mereka menghadapi lawan dari negara lain.

Karena itu, IWbA berharap woodball dapat semakin konsisten dipertandingkan dalam berbagai multievent internasional. Keberadaan cabang olahraga tersebut dalam kalender kompetisi internasional juga dinilai dapat membuat jalur pembinaan atlet menuju level tertinggi semakin jelas.

Harapan kami, woodball terus berkembang dan semakin konsisten hadir di multievent internasional. Dengan begitu, pembinaan dan regenerasi dapat berjalan berkelanjutan, serta Indonesia memiliki lebih banyak kesempatan mencetak prestasi di tingkat dunia,

Ketua Umum PB IWbA, Aang Sunadji.

Dukungan Kompetisi Turut Perkuat Ekosistem

Penyelenggaraan Indonesia Open 2026 turut mendapat dukungan AICE. Dukungan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan AICE dalam kompetisi woodball internasional di Indonesia.

Kejuaraan ini merupakan event kejuaraan internasional Woodball kedua yang full disupport AICE.

Sebelumnya, AICE mensupport 13th Asian Cup Woodball Championship 2025 dan 7th AICE Indonesia Open Woodball Championship 2025 yang diselenggarakan di JSI Resort, Megamendung, Bogor, Jabar.

Aice bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan perkembangan woodball di Indonesia. Aice percaya prestasi lahir dari pembinaan yang konsisten dan ekosistem olahraga yang terus tumbuh. Karena itu, Aice ingin terus mendukung kesempatan bagi atlet untuk bertanding, berkembang, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,

Senior Brand Manager Aice Group, Sylvana.

Dukungan terhadap kompetisi menjadi salah satu unsur yang membantu menghadirkan ruang pertandingan bagi atlet. Namun, perkembangan woodball tetap bergantung pada kesinambungan pembinaan dan semakin banyaknya kesempatan bagi atlet untuk tampil di berbagai level.

Baca juga:

Tim Merah Putih Bersinar di World Cup Woodball Championship 2026, Koleksi 2 Medali Emas!

Dari Bali Menuju Persaingan Asia dan Dunia

Indonesia Open 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi catatan mengenai jumlah peserta atau negara yang berpartisipasi.

Lebih jauh, kejuaraan ini memperlihatkan bagaimana ruang kompetisi dapat menjadi bagian dari proses panjang membangun atlet baru. Kehadiran talenta muda dari berbagai daerah, ditambah pengalaman bertanding melawan atlet internasional, menjadi modal untuk meningkatkan kualitas woodball Indonesia.

Prestasi Zukhfura Jasminne Verinda di kategori youth pada kejuaraan dunia juga memberikan gambaran bahwa proses tersebut mulai menghasilkan capaian di tingkat internasional.

IWbA optimistis fondasi pembinaan woodball Indonesia semakin kuat untuk meningkatkan daya saing di tingkat Asia hingga dunia.

Ke depan, IWbA berharap woodball mendapatkan ruang yang lebih luas dalam kalender kompetisi internasional. Konsistensi tampil dalam berbagai multievent internasional diharapkan dapat memberikan target sekaligus jalur pembinaan yang lebih jelas bagi atlet Indonesia untuk mencapai prestasi tertinggi. (*)

#Woodball #Indonesia Woodball Association #Aang Sunadji #Olahraga
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Menpora Erick Thohir Lepas 103 Atlet Asian Para Games Jepang, Tegaskan Bonus Sama dengan Asian Games
Pemerintah terus mendukung National Paralympic Committee Indonesia untuk bisa terus mengirimkan atlet terbaik.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Menpora Erick Thohir Lepas 103 Atlet Asian Para Games Jepang, Tegaskan Bonus Sama dengan Asian Games
Olahraga
Indonesia Raih 5 Emas Asian Games 2026, Ketum NOC Soroti Sistem Pembinaan Olahraga
Tantangan yang lebih besar yakni bagaimana prestasi tersebut diperluas ke lebih banyak cabang olahraga dan bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Indonesia Raih 5 Emas Asian Games 2026, Ketum NOC Soroti Sistem Pembinaan Olahraga
Olahraga
Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik, Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Dengan koleksi poin tersebut, peringkat FIFA Timnas Indonesia kini ada di posisi 117.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik, Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga
Porturin Targetkan Bawa Pulang Empat Emas untuk Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship
Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship harus digunakan semaksimal mungkin karena sistem perlombaan ini memiliki poin yang bagus.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Porturin Targetkan Bawa Pulang Empat Emas untuk Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship
Olahraga
Jersey 'Last Dance' Jordan Terjual Seharga Rp 190,65 Miliar, Penanda Puncak Era Basket sebagai Fenomena Budaya Global
Ia mengenakan jersey tersebut pada gim ketiga Final NBA 1998, yang merupakan musim terakhirnya bersama Chicago Bulls.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Jersey 'Last Dance' Jordan Terjual Seharga Rp 190,65 Miliar, Penanda Puncak Era Basket sebagai Fenomena Budaya Global
Olahraga
UEFA Nations League, Inggris dan Spanyol Kompak Raih Kemenangan
Timnas Inggris dan Spanyol sama-sama mengamankan poin dan optimisme untuk laga berikutnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
UEFA Nations League, Inggris dan Spanyol Kompak Raih Kemenangan
Indonesia
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Prabowo menelpon melalui panggilan video dari kediaman Prabowo di Hambalang, Sabtu (26/9) sore.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tekno
Huawei Smartwatch GT Series Diklaim Bisa Tahan hingga 21 Hari, Cocok untuk Aktivitas Olahraga
Huawei GT Series diklaim mampu bertahan hingga 21 hari untuk penggunaan ringan. Simak daya tahan HUAWEI WATCH GT 6 dan GT Runner.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Huawei Smartwatch GT Series Diklaim Bisa Tahan hingga 21 Hari, Cocok untuk Aktivitas Olahraga
Olahraga
Jadwal Lengkap Asian Games 2026 22 September: Indonesia Tampil di 17 Cabor
Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 22 September akan menghadirkan 17 cabor. Salah satunya adalah bulu tangkis.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Jadwal Lengkap Asian Games 2026 22 September: Indonesia Tampil di 17 Cabor
Bagikan