Keiko Fujimori Langsung Berlakukan Darurat Militer dan Perang Lawan Kartel Narkoba Usai Jadi Presiden Peru

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 30 Juli 2026
Keiko Fujimori Langsung Berlakukan Darurat Militer dan Perang Lawan Kartel Narkoba Usai Jadi Presiden Peru

Keiko Fujimori (Antara/Anandolu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Peru resmi memasuki era baru saat Keiko Fujimori didapuk sebagai perempuan pertama yang terpilih secara demokratis untuk menjadi Presiden. Keiko resmi dilantik pada Selasa (28/7).

Tak butuh waktu lama bagi pemimpin berhaluan konservatif berusia 51 tahun ini untuk menunjukkan arah kepemimpinannya untuk periode 2026–2031. Keiko langsung mengambil langkah tegas terkait isu keamanan dalam negeri.

Baca juga:

AS Kerahkan 20 Kapal ke Timur Tengah Buat Operasi Militer dan Blokade Selat Hormuz

Deklarasi Perang Lawan Kriminal dan Pengerahan Militer

Dalam pidato perdananya di Istana Parlemen, Lima, Fujimori secara terbuka menyuarakan "perang" terhadap kartel narkoba, geng kriminal terorganisasi, hingga praktik penambangan ilegal yang kian meresahkan.

Guna memulihkan ketertiban, pemerintahan Keiko Fujimori bakal mengoptimalkan peran tentara:

  • Wewenang Khusus Militer: Angkatan bersenjata diberi lampu hijau untuk memimpin operasi keamanan di zona-zona rawan kejahatan melalui koordinasi erat bersama kepolisian.

  • Penguatan Institusi Polri: Selain mengerahkan militer, polisi juga akan mendapat suntikan dukungan politik, peremajaan alutsista/peralatan, serta perluasan kewenangan aksi.

  • Tindakan Tegas: Pemerintah berjanji mengerahkan seluruh instrumen hukum dan konstitusi untuk merebut kembali wilayah yang sempat dikuasai kelompok kriminal.

Gebrakan Ekonomi: Naikkan Upah Minimum 15 Persen

Menjawab keresahan publik atas melonjaknya biaya hidup dan lesunya perekonomian, Fujimori langsung menyodorkan solusi konkret.

Keiko mengumumkan kenaikan upah minimum nasional sebesar 15 persen, dari yang sebelumnya 1.130 soles atau sekitar Rp6,02 juta menjadi 1.300 soles atau sekitar Rp6,92 juta per bulan.

Meski menerapkan reformasi besar-besaran di sektor keamanan, Fujimori menegaskan bahwa Peru akan tetap berkomitmen menjaga prinsip ekonomi pasar bebas demi menarik investasi.

Aksi Walkout Oposisi dan Kehadiran Tokoh Dunia

Sesi pelantikan sempat diwarnai aksi protes di dalam ruang sidang. Sejumlah legislator oposisi, termasuk dari partai Juntos por el Peru dan Ahora Nacion memilih keluar ruangan (walk out) sesaat sebelum Fujimori berpidato.

Sambil mengenakan pakaian hitam dan pita duka cita, mereka membentangkan foto-foto korban pelanggaran HAM era 1990–2000 pada masa pemerintahan ayah Keiko, mantan Presiden Alberto Fujimori. Keiko Fujimori memilih tenang berada di mimbar hingga situasi kondusif kembali.

Di tengah ketegangan domestik tersebut, jajaran pemimpin dunia tetap hadir memberikan dukungan langsung. Di antaranya:

  • Raja Felipe IV (Spanyol)

  • Presiden Daniel Noboa (Ekuador)

  • Presiden Jose Antonio Kast (Chile)

  • Presiden Rodrigo Paz (Bolivia)

  • Presiden Javier Milei (Argentina)

Fujimori bahkan sempat menggelar agenda bilateral khusus bersama Javier Milei guna membahas penguatan kerja sama di bidang ekonomi, keamanan, hingga inovasi teknologi.

Lawatan Milei ke Peru ini sekaligus menjadi momen perdananya muncul di panggung diplomasi kawasan usai sempat memicu gesekan diplomatik dengan Brasil.

Baca juga:

Kebakaran Hutan Mengamuk di Kanada, Asap Menyelimuti Toronto hingga Kota-kota di Amerika Serikat

Tren Politik Sayap Kanan di Amerika Latin

Kemenangan dan pelantikan Keiko Fujimori kian mempertegas menguatnya gelombang politik sayap kanan di kawasan Amerika Latin.

Tingginya angka kejahatan serta ketidakpastian ekonomi mendorong masyarakat di berbagai negara kawasan tersebut untuk beralih memilih figur-figur pimpinan yang mengusung pendekatan konservatif dan tegas.

#Peru #Kartel Narkoba #Darurat Militer
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
'Bos Gendut' Kampung Bahari Akhirnya Tumbang: BNN Sita Senpi, Emas Batangan, Hingga 98 Kg Sabu
Operasi pembersihan sarang narkoba di Kampung Bahari sempat memanas
Angga Yudha Pratama - Kamis, 13 Agustus 2026
'Bos Gendut' Kampung Bahari Akhirnya Tumbang: BNN Sita Senpi, Emas Batangan, Hingga 98 Kg Sabu
Dunia
Keiko Fujimori Langsung Berlakukan Darurat Militer dan Perang Lawan Kartel Narkoba Usai Jadi Presiden Peru
Dalam pidato perdananya di Istana Parlemen, Lima, Fujimori secara terbuka menyuarakan "perang" terhadap kartel narkoba
Angga Yudha Pratama - Kamis, 30 Juli 2026
Keiko Fujimori Langsung Berlakukan Darurat Militer dan Perang Lawan Kartel Narkoba Usai Jadi Presiden Peru
Olahraga
Raheem Sterling Berurusan dengan Polisi Usai Tabrak Pembatas Jalan Tol Pakai Lamborghini
Polisi melepaskan Sterling dengan status jaminan setelah menjalani pemeriksaan awal guna menunggu proses penyelidikan lanjutan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 31 Mei 2026
Raheem Sterling Berurusan dengan Polisi Usai Tabrak Pembatas Jalan Tol Pakai Lamborghini
Indonesia
BNN Usul Bisa Lakukan Penyadapan Sejak Tahap Penyelidikan di RUU Narkotika dan Psikotropika Baru
Usulan perluasan wewenang ini sejalan dengan pandangan strategis Polri.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 07 April 2026
BNN Usul Bisa Lakukan Penyadapan Sejak Tahap Penyelidikan di RUU Narkotika dan Psikotropika Baru
Indonesia
Meksiko Mencekam Imbas Bos Kartel Tewas, DPR Minta Keselamatan 45 WNI Jadi Prioritas
Situasi mencekam di Jalisco, Meksiko, imbas tewasnya bos kartel narkoba Cartel de Jalisco Nueva Generation (CJNG), Nemesio Rubén Oseguera Cervantes atau dikenal dengan julukan “El Mencho”
Frengky Aruan - Rabu, 25 Februari 2026
Meksiko Mencekam Imbas Bos Kartel Tewas, DPR Minta Keselamatan 45 WNI Jadi Prioritas
Dunia
Kartel Tewaskan 25 Anggota Garda Nasional, Pemerintah Meksiko Pulih Situasi
Sepanjang gelombang kekerasan tersebut, penegak hukum mencatat 85 penghalang jalan ditempatkan di jalan raya federal
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 24 Februari 2026
Kartel Tewaskan 25 Anggota Garda Nasional, Pemerintah Meksiko Pulih Situasi
Dunia
El Mencho, Bos Kartel CJNG yang Kematiannya Bikin Meksiko Kaos
Kebangkitannya ke puncak salah satu kartel paling ditakuti dan berbahaya di Meksiko modern, Kartel Jalisco New Generation (CJNG), terjadi sangat cepat.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
El Mencho, Bos Kartel CJNG yang Kematiannya Bikin Meksiko Kaos
Dunia
Meksiko Diamuk Gelombang Kekerasan setelah Gembong Narkoba El Mencho Tewas
Sepanjang Minggu, ada laporan tentang pria bersenjata di jalan-jalan di Jalisco dan wilayah lain.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Meksiko Diamuk Gelombang Kekerasan setelah Gembong Narkoba El Mencho Tewas
Dunia
Divonis Penjara Seumur Hidup, Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Minta Maaf Bikin Penderitaan Rakyat akibat Deklarasi Darurat Miiliter
Suk-yeol menyampaikan pernyataan maaf sehari setelah ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena memimpin pemberontakan.
Dwi Astarini - Jumat, 20 Februari 2026
 Divonis Penjara Seumur Hidup, Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Minta Maaf Bikin Penderitaan Rakyat akibat Deklarasi Darurat Miiliter
Dunia
Warga Korea Selatan Dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian, Bersatu Bela Demokrasi atas Darurat Militer
Ini menjadi sebuah gestur yang oleh para akademisi disebut sebagai pengakuan tegas atas ketahanan demokrasi negara tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 20 Februari 2026
Warga Korea Selatan Dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian, Bersatu Bela Demokrasi atas Darurat Militer
Bagikan