MerahPutih.com - Pada 22 Februari, Sekretariat Pertahanan Nasional Meksiko mengumumkan operasi untuk menangkap Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho,” yang kemudian meninggal akibat luka-luka yang dideritanya saat dalam perjalanan menuju Kota Meksiko.
Kartel tersebut kemudian melakukan pembalasan dengan melancarkan gelombang kekerasan di sejumlah negara bagian, termasuk memasang blokade jalan, membakar stasiun pengisian bahan bakar, bank, serta kendaraan, dan menyerang aparat keamanan di puluhan kota dan wilayah administratif.
Sekretaris Keamanan dan Perlindungan Sipil Omar Garcia Harfuch mengatakan, bahwa gelombang kekerasan di Negara Bagian Jalisco, Meksiko, menewaskan 25 anggota Garda Nasional.
“Pasca upaya penahanan El Mencho, terjadi 27 serangan terhadap aparat yang merupakan tindakan pengecut. Di Negara Bagian Jalisco saja, enam serangan dilaporkan menewaskan 25 anggota Garda Nasional, seorang petugas pengawal, serta satu personel Kejaksaan Negara Bagian,” ujar Harfuch saat menjelaskan kekerasan yang terjadi pada Minggu.
Baca juga:
El Mencho, Bos Kartel CJNG yang Kematiannya Bikin Meksiko Kaos
Sekretaris tersebut lebih lanjut melaporkan bahwa seorang wanita sipil, serta tiga puluh anggota kejahatan terorganisir, tewas akibat kekerasan di Jalisco. Selain itu, negara bagian tetangga Michoacan mencatat 13 aksi agresi yang menyebabkan tujuh penjahat tewas dan 15 anggota penegak hukum terluka.
Sepanjang gelombang kekerasan tersebut, penegak hukum mencatat 85 penghalang jalan ditempatkan di jalan raya federal di sebelas negara bagian, termasuk Baja California, Michoacan, Jalisco, Sinaloa, dan Veracruz, kata Harfuch. Sebagian besar penghalang jalan telah dihapus kemarin, dan jalan raya utama sudah bersih, tambahnya.
Harfuch menekankan bahwa sebagai hasil dari operasi penegakkan hukum, 70 penjahat ditahan di tujuh negara bagian.
Kementerian Keamanan dan Perlindungan Warga Negara Meksiko mengatakan jalan raya dan jalan utama di negara tersebut telah sepenuhnya pulih setelah kerusuhan dan blokade yang disebabkan tewasnya seorang pemimpin kartel.
"Jalan raya dan jaringan jalan telah kembali beroperasi normal, dan warga negara harus merasa aman," kata departemen tersebut pada Senin.
Pada saat yang sama, maskapai penerbangan nasional Meksiko Aeromexico mengumumkan dimulainya kembali penerbangan secara bertahap ke dan dari Guadalajara, Puerto Vallarta, Manzanillo, dan Tepic setelah menyesuaikan jadwalnya di tengah kerusuhan di beberapa negara bagian.