Kronologi Saling Serang Dua Kelompok di Menteng, Berawal dari Warung Nasi Uduk

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Kronologi Saling Serang Dua Kelompok di Menteng, Berawal dari Warung Nasi Uduk

ilustrasi tawuran warga (AntaraNews/Diasty Surjanto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Insiden bentrokan berdarah antara dua kelompok warga pecah di kawasan Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7), mengakibatkan satu orang meninggal dunia satu lainnya dalam kondisi kritis. Polres Jakarta Pusat bergerak cepat mengamankan lokasi guna mencegah aksi susulan.

Laporan resmi mengenai keributan massal tersebut masuk ke Markas Polsek Menteng dan Polres Metro Jakarta Pusat sekitar pukul 10.00 WIB.

Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Menteng menerima laporan tadi pagi sekitar pukul 10.00 terkait perkelahian atau keributan terjadi antara dua kelompok warga di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan,

kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra.

Pemicu Cekcok dan Kronologi Perusakan

Penyelidikan awal kepolisian mengungkap perselisihan sederhana di sebuah warung penjual sarapan nasi uduk menjadi pemantik utama peristiwa tragis ini.

Baca juga:

Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas Tenggelam dalam Keadaan Terborgol, Habis Tegur Aksi Vandalisme

Salah satu kelompok warga mendatangi tempat jualan sarapan, namun merasa kecewa akibat tidak mendapatkan pelayanan secara baik. Kekecewaan tersebut memicu adu mulut hingga situasi memanas di lokasi kejadian.

Kelompok pembeli tersebut sempat meninggalkan area warung sambil menggeber kendaraan sepeda motor secara provokatif. Beberapa saat kemudian, rombongan ini kembali membawa sejumlah rekan tambahan lalu melakukan perusakan gerobak dagangan milik penjual nasi uduk.

“Dari kejadian perusakan tempat penjualan itu, dibalas oleh warga sekitar menyerang tempat dari kelompok tersebut, sehingga terjadilah keributan,” ujar AKBP Roby Heri Saputra.

Petugas kepolisian di lapangan berupaya keras melerai dan meredam amuk massa. Namun, besarnya jumlah orang terlibat membuat bentrokan mematikan ini tetap memakan korban jiwa.

Data Fakta dan Penanganan Kasus

Proses evakuasi korban berjalan cepat menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna mendapatkan pertolongan darurat.

Tim Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat bersama Polsek Menteng langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta menyisir lokasi untuk mengumpulkan barang bukti.

Berikut data lengkap terkait penanganan insiden bentrokan di Jalan Tambak:

  • Waktu Laporan Kepolisian: Pukul 10.00 WIB.

  • Lokasi Kejadian: Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

  • Jumlah Korban: 2 orang (1 orang meninggal dunia di RSCM, 1 orang kondisi kritis).

  • Terduga Pelaku/Saksi Diamankan: 8 orang untuk pemeriksaan intensif.

  • Temuan Barang Bukti Olah TKP: Puing bangunan, kendaraan terbakar, jejak darah, serta batu berlumuran darah.

  • Status Senjata Tajam: Polisi belum menemukan penggunaan senjata tajam di lokasi.

“Informasi terbaru dari dua orang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu sudah meninggal,” kata Roby.

Baca juga:

Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan

Polisi mengusut legalitas serta status tempat tinggal kelompok pendatang tersebut di kawasan Menteng. Informasi awal menunjukkan kelompok ini belum lama menghuni lokasi, namun terindikasi pernah beberapa kali terlibat insiden keributan serupa.

“Yang kita tahu mereka tinggal di sini, menempati lokasi itu. Namun untuk legalitas ataupun status mereka di tempat ini masih dalam proses pendalaman,” tegas Roby Heri Saputra menutup penjelasan penanganan perkara.

#Tawuran #Geng Tawuran #Tawuran Pemuda #Kerusuhan Massa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kerusuhan DPR 27 Agustus Bukan Ulah Pendemo, Polda Buru Dalang di Balik Layar
Polda Metro Jaya mendalami dugaan aktor intelektual, penyedia dana, dan penggerak massa di balik kerusuhan DPR 27 Agustus. Polisi tegaskan kerusuhan bukan dilakukan pengunjuk rasa.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 September 2026
 Kerusuhan DPR 27 Agustus Bukan Ulah Pendemo, Polda Buru Dalang di Balik Layar
Indonesia
153 Anak Diamankan saat Kerusuhan Demo di DPR, Polisi Dalami Dugaan Eksploitasi
Sebanyak 153 anak diamankan saat kerusuhan demo di DPR. Polisi pun mendalami dugaan eksploitasi anak.
Soffi Amira - Sabtu, 29 Agustus 2026
153 Anak Diamankan saat Kerusuhan Demo di DPR, Polisi Dalami Dugaan Eksploitasi
Indonesia
Anarko Diduga Ingin Tunggangi Demo untuk Merusuh, Sebar Propaganda dan Hasutan di Media Sosial
Kelompok ini melakukan penyebaran flyer provokatif di media sosial dan penggalangan donasi.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Anarko Diduga Ingin Tunggangi Demo untuk Merusuh, Sebar Propaganda dan Hasutan di Media Sosial
Indonesia
Dugaan Intervensi Asing di Balik Kerusuhan Demo 2025, Benarkah OSF Terlibat?
Kerusuhan demo 2025 diduga ada intervensi asing. OSF bahkan dikatakan terlibat. Lalu, benarkah OSF terlibat?
Soffi Amira - Rabu, 19 Agustus 2026
Dugaan Intervensi Asing di Balik Kerusuhan Demo 2025, Benarkah OSF Terlibat?
Indonesia
Ramai Pagar Tinggi di Mal, Menko Polkam Pastikan Bukan Tanda Situasi Tidak Aman
Menko Polkam, Djamari Chaniago, memastikan pemasangan pagar tinggi di mal tidak ada kaitannya dengan kerusuhan.
Soffi Amira - Rabu, 05 Agustus 2026
Ramai Pagar Tinggi di Mal, Menko Polkam Pastikan Bukan Tanda Situasi Tidak Aman
Indonesia
Jakarta Diterpa Isu Kerusuhan, Pramono: Kondisi Tetap Aman dan Nyaman
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yakin Jakarta tetap aman di tengah adanya isu kerusuhan.
Soffi Amira - Selasa, 04 Agustus 2026
Jakarta Diterpa Isu Kerusuhan, Pramono: Kondisi Tetap Aman dan Nyaman
Indonesia
Pramono Prihatin soal Bentrokan Matraman, Ingatkan Warga Jangan Ikut Terprovokasi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, prihatin dengan bentrokan Matraman. Ia mengingatkan warga jangan terprovokasi.
Soffi Amira - Rabu, 29 Juli 2026
Pramono Prihatin soal Bentrokan Matraman, Ingatkan Warga Jangan Ikut Terprovokasi
Indonesia
DPRD DKI Soroti Bentrokan Matraman, RT/RW hingga Aparat Diminta Perkuat Pengawasan
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua meminta RT/RW, FKDM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, dan camat memperkuat deteksi dini usai bentrokan di Matraman.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
DPRD DKI Soroti Bentrokan Matraman, RT/RW hingga Aparat Diminta Perkuat Pengawasan
Indonesia
DPR Minta Kepolisian Bergerak Cepat Redam Konflik usai Bentrokan di Menteng
Anggota Komisi III DPR RI meminta kepolisian memperkuat kamtibmas, meningkatkan patroli, dan mencegah aksi balasan usai bentrokan antarwarga di Menteng.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Minta Kepolisian Bergerak Cepat Redam Konflik usai Bentrokan di Menteng
Indonesia
Pramono Anung Minta Warga Tak Terprovokasi, Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu Suku
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bentrokan di Matraman tidak boleh dikaitkan dengan isu suku atau etnis.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Pramono Anung Minta Warga Tak Terprovokasi, Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu Suku
Bagikan