Dugaan Intervensi Asing di Balik Kerusuhan Demo 2025, Benarkah OSF Terlibat?

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 19 Agustus 2026
Dugaan Intervensi Asing di Balik Kerusuhan Demo 2025, Benarkah OSF Terlibat?

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Rangkaian demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah pada 25 Agustus hingga 9 September 2025 berujung kerusuhan.

Aksi yang awalnya dipicu persoalan ekonomi dan kebijakan pemerintah itu pun berkembang menjadi isu dugaan keterlibatan pihak asing.

Demonstrasi bermula dari keresahan masyarakat terhadap tunjangan anggota DPR yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi ekonomi rakyat.

Baca juga:

Pemerintah Telusuri Penyebar Video Hoaks Kerusuhan, Menko Polkam: Bakal Ditindak Tegas

Kenaikan PBB dan Biaya Hidup Picu Kemarahan Publik

Selain itu, kenaikan pajak bumi dan bangunan di sejumlah daerah serta persoalan biaya hidup turut menjadi pemicu kemarahan publik.

Aksi kemudian berubah menjadi kerusuhan. Sejumlah rumah anggota DPR dan pejabat didatangi massa. Dalam rangkaian demonstrasi tersebut, enam orang dilaporkan meninggal dunia, ribuan orang ditahan, dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Pemerintah akhirnya melakukan sejumlah penyesuaian kebijakan, termasuk mengenai tunjangan anggota DPR.

Sementara di tengah gejolak itu, muncul tudingan adanya campur tangan asing. Nama Open Society Foundations atau OSF yang didirikan George Soros ikut disebut.

Baca juga:

Mahasiswa Demo di Dekat Bundaran HI Jakarta Bubar, 21 Orang Diamankan Polisi

Analis Swiss Angelo Giuliano menyebut OSF telah beroperasi secara global dan mendukung sejumlah kelompok masyarakat sipil, termasuk organisasi di Indonesia. Pernyataan itu kemudian menjadi salah satu dasar munculnya narasi mengenai dugaan pendanaan asing.

Adanya dukungan pendanaan kepada organisasi masyarakat sipil belum membuktikan bahwa OSF membiayai kerusuhan.

kata Guiliano

Yayasan Kurawal, yang ikut terseret dalam isu tersebut, meminta pemerintah membentuk TGPF untuk mengusut dugaan kekerasan serta berbagai tudingan yang berkembang.

Kurawal menilai, fakta terkait rangkaian demonstrasi harus dibuka secara transparan. Lembaga itu juga mengingatkan bahwa penanganan aksi massa harus tetap menghormati hak warga negara.

Eks Kepala BIN Buka Suara soal Kerusuhan di DPR Agustus 2025

Sementara itu, mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono menyebutkan, bahwa kerusuhan di kompleks DPR pada 25 dan 28 Agustus 2025 tidak sepenuhnya dipicu faktor internal.

Pemerhati sosial Aditya Setiawan juga mengklaim adanya jaringan internasional yang menyalurkan dana melalui organisasi lokal untuk memengaruhi kelompok masyarakat dan membangun narasi negatif terhadap pemerintah.

Tenaga Ahli Utama KSP Ulta Levenia Nababan menyebut data mengenai aliran dana OSF kepada Yayasan Kurawal dan sejumlah lembaga lain pada periode 2019-2024.

Meski begitu, klaim tersebut masih harus dibedakan dengan bukti keterlibatan langsung dalam kerusuhan. Pendanaan organisasi tidak otomatis berarti pemberi dana mengendalikan aksi demonstrasi atau kekerasan.

Baca juga:

Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer

Demi memastikan hal tersebut, diperlukan pemeriksaan terhadap aliran dana, penerima, tujuan penggunaan, serta hubungan antara pihak pendana dan aktor yang terlibat dalam aksi.

Presiden RI, Prabowo Subianto, telah menegaskan pemerintah akan menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional.

Dengan demikian, isu intervensi asing dalam kerusuhan demonstrasi 2025 masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut.

Pemerintah maupun aparat penegak hukum dituntut membuka fakta secara transparan agar masyarakat tidak terjebak pada spekulasi maupun tuduhan yang belum terverifikasi. (pon)

#Demonstrasi #Kerusuhan Massa #DPR RI #BIN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Harap Diplomasi RI makin Kuat, Soroti Rekam Jejak Menlu Arrmanatha Nasir sebagai Diplomat di PBB
Pengalaman panjang Tata, termasuk kiprahnya di PBB, menjadi modal penting untuk memimpin Kemenlu di tengah dinamika internasional yang semakin kompleks.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
DPR Harap Diplomasi RI makin Kuat, Soroti Rekam Jejak Menlu Arrmanatha Nasir sebagai Diplomat di PBB
Indonesia
Komjen Suyudi Diajukan Prabowo Jadi Kapolri
DPR menugaskan Komisi III untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Komjen Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri.
Frengky Aruan - Kamis, 01 Oktober 2026
Komjen Suyudi Diajukan Prabowo Jadi Kapolri
Indonesia
Transjakarta Rekayasa Sejumlah Rute Imbas Demo DPR 29 September 2026, ini Daftarnya
Transjakarta menyesuaikan rute perjalanan imbas demo DPR, Selasa (29/9). Berikut daftar rute yang dialihkan sementara.
Soffi Amira - Selasa, 29 September 2026
Transjakarta Rekayasa Sejumlah Rute Imbas Demo DPR 29 September 2026, ini Daftarnya
Indonesia
Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Bikin Heboh, DPR Bongkar Siapa yang Bertanggung Jawab
DPR menyoroti fasilitas mewah di Lapas Cibinong yang disebut digunakan warga binaan. Ombudsman dan Ditjenpas akan dipanggil untuk klarifikasi.
Frengky Aruan - Minggu, 27 September 2026
Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Bikin Heboh, DPR Bongkar Siapa yang Bertanggung Jawab
Indonesia
DPR Minta Polri Usut Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong, Audit Anggaran hingga Aset
Kasus temuan hunian mewah di Lapas Cibinong menuai sorotan. DPR meminta adanya audit anggaran hingga aset di lapas tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
DPR Minta Polri Usut Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong, Audit Anggaran hingga Aset
Indonesia
73 Demo Warnai Jakarta Hari Ini, 26.386 Personel Dikerahkan Buat Pengamanan
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar mencari rute alternatif guna menghindari kepadatan di area unjuk rasa.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
73 Demo Warnai Jakarta Hari Ini, 26.386 Personel Dikerahkan Buat Pengamanan
Indonesia
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
RUU Perampasan Aset kini sedang dikebut. Komisi III DPR menargetkan RUU tersebut disahkan 15 Desember 2026.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
Indonesia
DPR Dorong Reforma Agraria Berujung pada Akses Lahan dan Produksi
Reforma agraria tidak boleh dimaknai sebatas legalisasi aset atau penerbitan sertifikat tanah.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
DPR Dorong Reforma Agraria Berujung pada Akses Lahan dan Produksi
Indonesia
Komisi X DPR Dorong Kontingen Indonesia Kejar Emas Asian Games 2026
Pencapaian medali yang telah diraih sejauh ini merupakan hasil dari kerja keras para atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh pihak yang mendukung persiapan kontingen Indonesia.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Komisi X DPR Dorong Kontingen Indonesia Kejar Emas Asian Games 2026
Indonesia
DPR Peringatkan jangan Sampai Aset Sitaan Malah Merugikan Negara
Upaya negara memulihkan aset hasil tindak pidana harus dibarengi dengan sistem pengelolaan yang jelas.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
DPR Peringatkan jangan Sampai Aset Sitaan Malah Merugikan Negara
Bagikan