MerahPutih.com- Polda Metro Jaya melansir ada 73 kegiatan penyampaian aspirasi atau unjuk rasa di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya. Di mana, sebanyak 26.386 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Pemprov DKI, dan Pamdal DPR-MPR.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto merinci penempatan personel di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Silang Selatan disiagakan 4.020 personel, sekitar Bundaran HI, Dukuh Atas hingga Thamrin 4.051 personel, serta kawasan Gedung DPR/MPR sebanyak 3.663 personel.
Selain titik sentral tersebut, pengamanan juga disebar ke sejumlah lokasi lain, yaitu Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebanyak 296 personel, Kementerian Pertanian dan Danantara 197 personel, serta Komnas HAM dan Pengadilan Tinggi 102 personel.
Budi menambahkan guna menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, Polda Metro Jaya juga telah menyiagakan 2.055 petugas kepolisian lalu lintas sejak pukul 05.00 WIB pagi.
Rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi arus lalu lintas untuk memberikan ruang kepada saudara-saudara kita yang akan menyampaikan pendapat, begitu juga dengan aktivitas mobilitas masyarakat lainnya,
tutur Budi.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar mencari rute alternatif guna menghindari kepadatan di area unjuk rasa.
Warga dari Jakarta Barat yang menuju Monas diarahkan melalui Tomang dan Harmoni, dari Jakarta Selatan melalui Jalan Tendean dan Tugu Tani, sementara dari Jakarta Timur melalui Jatinegara dan Kramat Raya.
Terkait elemen massa, kepolisian mencatat unjuk rasa di kawasan Dukuh Atas atau depan Gedung UOB akan diisi oleh elemen buruh yang dipimpin Andi Gani Nena Wea mulai pukul 10.00 WIB.
Sementara itu, aksi di Gedung DPR/MPR diperkirakan akan dihadiri oleh 600 hingga 750 massa gabungan dari elemen mahasiswa, buruh, dan masyarakat tani. Di kawasan Monas, terdapat Aksi Kamisan serta gabungan elemen mahasiswa dan pekerja.
Seluruh personel di lapangan diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan persuasif,
ungkap Budi.