MERAHPUTIH.COM – WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyoroti rekam jejak diplomat karier Arrmanatha Nasir atau Tata setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu).
Sukamta menilai pengalaman panjang Tata, termasuk kiprahnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menjadi modal penting untuk memimpin Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di tengah dinamika internasional yang semakin kompleks.
“Beliau diplomat karier dengan pengalaman panjang, termasuk di PBB. Ini modal penting untuk memimpin Kemenlu di tengah situasi internasional yang semakin rumit,” kata Sukamta kepada wartawan, Jumat (1/10).
Baca juga:
Dilantik Jadi Menlu, Arrmanatha Nasir Tegaskan Kepentingan Nasional Jadi Prioritas
Menurut dia, pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi diplomasi Indonesia di tingkat global. Sukamta berharap Tata mampu memperkuat peran Kemenlu dalam merumuskan sekaligus mengawal kebijakan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
“Harapan saya, Pak Tata dapat memperkuat peran Kemenlu dalam merumuskan dan mengawal kebijakan luar negeri Presiden. Kapasitas para diplomat kita perlu dimanfaatkan sepenuhnya agar setiap langkah dan kesepakatan internasional didukung kajian yang matang, posisi yang jelas, serta tindak lanjut yang terukur,” ujarnya.
Dia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian. Menurut Sukamta, berbagai persoalan luar negeri saat ini tidak berdiri sendiri karena berkaitan dengan kepentingan ekonomi, pertahanan, hingga masyarakat. “Koordinasi antarkementerian juga harus kuat karena banyak persoalan luar negeri berkaitan langsung dengan ekonomi, pertahanan, dan kepentingan masyarakat,” kata politikus PKS tersebut.
Sukamta menegaskan Komisi I DPR siap bekerja sama sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja Kemlu di bawah kepemimpinan Tata. “Komisi I tentu siap bekerja bersama sekaligus menjalankan pengawasan agar tujuan tersebut tercapai,” imbuhnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya resmi melantik Arrmanatha Nasir sebagai Menlu di Istana Negara, Jakarta. Tata menggantikan Sugiono yang kini ditetapkan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).(knu)
Baca juga:
Bukan Diplomat Biasa, Ini Jejak Panjang Arrmanatha Nasir Sebelum Jadi Menlu