MERAHPUTIH.COM — TAK ada foto keluarga di ajang Pertemuan Menteri Luar Negeri G20. Sesi foto pada ajang itu dibatalkan setelah para diplomat Eropa menolak berdiri dalam sesi foto resmi bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Sebagai akibatnya, tuan rumah Amerika Serikat membatalkan rencana sesi foto tersebut. Pertemuan ini diselenggarakan di Atlanta oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Seperti dikabarkan BBC, dua pejabat mengonfirmasi mengenai pembatalan ‘foto keluarga’ yang dijadwalkan pada Jumat (30/10). Biasanya, sesi itu melibatkan perwakilan dari seluruh negara peserta.
"Izinkan saya menyampaikan ini secara langsung kepada Menteri Luar Negeri Rusia: kita semua tahu siapa agresor dalam perang ini," ujar Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband kepada sejawatnya dari Rusia di KTT tersebut. Miliband menuduh pemerintahan Rusia membunuh warga sipil yang tak bersalah di Ukraina.
Saat berbicara dengan para menteri luar negeri G20 pada Jumat, Miliband menegaskan negara-negara anggota harus bekerja lebih keras untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi di Ukraina. "Perang Rusia terus menimbulkan kerugian global yang luar biasa, termasuk tewasnya ribuan warga sipil tak berdosa serta gangguan yang berdampak pada pasokan energi dan memperburuk krisis pangan," ungkapnya.
Ia menyebut perang ini bukan sekadar ujian bagi Eropa atau NATO. Miliband menyebut momen ini menuntut semua pihak menerapkan tekanan ekonomi dan diplomatik. “Itu semua demi merampas pendapatan Valdimir Putin yang melanggengkan perang biadab ini,” katanya.
Baca juga:
Ukraina bukan anggota G20, tetapi kerap diundang ke pertemuan serupa dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Ukraina tidak diundang dalam pertemuan kali ini.
“Inggris memiliki kebijakan jangka panjang untuk tidak melakukan interaksi bilateral secara langsung dengan menteri-menteri Rusia sejak invasi ke Ukraina, dan kami tidak berniat mengubah hal tersebut,” ujar seorang pejabat Inggris, dikutip BBC.
Hubungan antara Ukraina dan AS berada dalam kondisi yang sangat tegang bulan ini, ditandai dengan kebuntuan diplomatik antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden AS Donald Trump terkait dengan serangan Kyiv terhadap infrastruktur minyak di dalam wilayah Rusia.
Seorang pejabat AS menyatakan sesi foto tersebut dibatalkan setelah menjadi jelas bahwa beberapa delegasi enggan berpartisipasi dalam foto bersama. "Daripada membiarkan momentum foto seremonial menjadi distraksi diplomatik, AS memutuskan untuk meniadakan sesi foto tersebut dan tetap berfokus pada diskusi substantif," kata pejabat itu.
Berbeda dengan hubungan AS-Ukraina, hubungan antara AS dan Rusia justru tampak mencair sebagian dalam beberapa pekan terakhir, seiring langkah Trump mencabut sejumlah sanksi dan menyepakati perjanjian untuk mengimpor diesel Rusia ke pasar Amerika. Langkah ini diambil saat Trump berupaya menurunkan harga bahan bakar di AS menjelang pemilu sela (midterm elections) pada Selasa, setelah berbulan-bulan bergelut dengan dampak politik dari perang Iran.
Ukraina beserta sekutu Eropanya mengkritik keras kesepakatan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tersebut. Zelensky menyebutnya sebagai hadiah bagi Putin yang setara dengan investasi pada perang yang seharusnya diakhiri, bukan diperpanjang. Trump berdalih keputusannya untuk menangguhkan beberapa sanksi Rusia merupakan upaya agar Moskow tetap bertahan di meja perundingan terkait perang antara Rusia dan Ukraina.
Putin menyampaikan Rusia, yang sempat menerapkan larangan ekspor diesel awal tahun ini, bersedia memasok minyak dan produk minyak bumi baik ke pasar AS maupun pasar global. Kendati demikian, Departemen Luar Negeri AS minggu ini menyatakan telah menyetujui penjualan rudal Patriot senilai lebih dari USD 2 miliar ke Ukraina, sebuah amunisi yang sangat dibutuhkan sistem pertahanan udara negara tersebut untuk melindungi diri dari serangan Rusia.
Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022 dan saat ini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina.
Dalam beberapa pekan terakhir, Moskow makin mengintensifkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang mematikan ke Kyiv serta kota-kota Ukraina lainnya.(dwi)
Baca juga:
Prabowo Dorong Pemimpin Negara G20 Desak Gencatan Senjata di Gaza & Ukraina