DPR Dorong Diplomasi Indonesia Berdampak Langsung pada Ekonomi dan Lapangan Kerja

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
DPR Dorong Diplomasi Indonesia Berdampak Langsung pada Ekonomi dan Lapangan Kerja

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta mendorong Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir agar diplomasi Indonesia tidak hanya berorientasi pada hubungan antarnegara, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian nasional dan penciptaan lapangan kerja.

Menurut Sukamta, diplomasi ekonomi harus mampu memperkuat industri nasional sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di dalam negeri.

“Ukuran keberhasilan diplomasi harus terlihat pada hasilnya, warga kita terlindungi, kedaulatan terjaga, peluang ekonomi bertambah, dan Indonesia semakin mampu ikut menyelesaikan persoalan dunia,” ujar Sukamta dalam keterangannya di Jakarta dikutip Selasa (6/10).

Baca juga:

DPR Harap Diplomasi RI makin Kuat, Soroti Rekam Jejak Menlu Arrmanatha Nasir sebagai Diplomat di PBB

Pengalaman Arrmanatha Jadi Modal Diplomasi

Sukamta menilai pengalaman panjang Arrmanatha Nasir sebagai diplomat karier dapat menjadi modal untuk memperkuat peran Kementerian Luar Negeri dalam mengawal kepentingan Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Ia juga menilai koordinasi antara Kementerian Luar Negeri dengan kementerian dan lembaga lain perlu diperkuat. Pasalnya, berbagai persoalan hubungan luar negeri saat ini berkaitan langsung dengan sektor ekonomi, pertahanan, industri, hingga kepentingan masyarakat.

Koordinasi antarkementerian juga harus kuat karena banyak persoalan luar negeri berkaitan langsung dengan ekonomi, pertahanan, dan kepentingan masyarakat,

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta.

Selain itu, Sukamta meminta kapasitas diplomat Indonesia dimanfaatkan secara optimal dalam merumuskan kebijakan luar negeri.

Menurut dia, setiap kesepakatan internasional perlu memiliki kajian yang matang, posisi Indonesia yang jelas, serta tindak lanjut yang terukur.

Perlindungan WNI dan Perjuangan untuk Palestina

Selain diplomasi ekonomi, Sukamta menyebut sejumlah agenda lain yang perlu menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya adalah penguatan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

Ia juga meminta pemerintah konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Untuk Palestina, Sukamta mendorong agar bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi tetap berjalan bersamaan dengan perjuangan diplomatik untuk mengakhiri pendudukan dan mewujudkan negara Palestina yang merdeka.

Baca juga:

PR Besar Menlu Arrmanatha Nasir: Lindungi WNI, Perkuat Ekonomi hingga Perjuangkan Palestina

Dorong ASEAN Lebih Produktif

Di tingkat kawasan, Sukamta mendorong Indonesia semakin aktif menggerakkan ASEAN menuju kerja sama yang lebih produktif.

Kerja sama tersebut, menurut dia, khususnya perlu diarahkan pada bidang industri, energi, dan ketahanan pangan.

Di sisi lain, prinsip politik luar negeri bebas aktif dinilai tetap harus menjadi fondasi dalam menjalankan diplomasi Indonesia.

Politik luar negeri bebas aktif harus menjaga kemandirian Indonesia dalam mengambil keputusan. Kita perlu mampu bekerja sama dengan berbagai negara sekaligus tegas mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional,

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta.

Komisi I DPR Siap Awasi Kebijakan Luar Negeri

Sukamta mengatakan Komisi I DPR RI siap bekerja bersama sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan luar negeri pemerintah.

Dengan demikian, keberhasilan diplomasi Indonesia di bawah Arrmanatha nantinya tidak hanya diukur dari hubungan diplomatik dan kesepakatan internasional.

Keberhasilan juga diharapkan terlihat dari sejauh mana kebijakan tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia dan masyarakat. (Knu)

#Komisi I DPR #Menteri Luar Negeri #Sukamta #Arrmanatha Christiawan Nasir
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Dorong Diplomasi Indonesia Berdampak Langsung pada Ekonomi dan Lapangan Kerja
Wakil Ketua Komisi I DPR mendorong Menlu Arrmanatha Nasir memperkuat diplomasi ekonomi agar berdampak pada industri nasional, lapangan kerja, dan masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
DPR Dorong Diplomasi Indonesia Berdampak Langsung pada Ekonomi dan Lapangan Kerja
Indonesia
DPR Harap Diplomasi RI makin Kuat, Soroti Rekam Jejak Menlu Arrmanatha Nasir sebagai Diplomat di PBB
Pengalaman panjang Tata, termasuk kiprahnya di PBB, menjadi modal penting untuk memimpin Kemenlu di tengah dinamika internasional yang semakin kompleks.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
DPR Harap Diplomasi RI makin Kuat, Soroti Rekam Jejak Menlu Arrmanatha Nasir sebagai Diplomat di PBB
Indonesia
Dilantik Jadi Menlu, Arrmanatha Nasir Tegaskan Kepentingan Nasional Jadi Prioritas
Arrmanatha Christiawan Nasir resmi dilantik menjadi Menlu. Ia menegaskan kepentingan nasional, stabilitas kawasan, perdamaian global, dan politik bebas aktif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Dilantik Jadi Menlu, Arrmanatha Nasir Tegaskan Kepentingan Nasional Jadi Prioritas
Indonesia
Bukan Diplomat Biasa, Ini Jejak Panjang Arrmanatha Nasir Sebelum Jadi Menlu
Arrmanatha Christiawan Nasir resmi dilantik Prabowo sebagai Menteri Luar Negeri. Simak profil, pendidikan, serta perjalanan kariernya di Kemlu dan PBB.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Diplomat Biasa, Ini Jejak Panjang Arrmanatha Nasir Sebelum Jadi Menlu
Indonesia
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Menlu Sugiono memanfaatkan rangkaian Sidang Umum PBB di New York untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2029-2030.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Indonesia
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Menlu Sugiono akan menyampaikan National Statement Indonesia di Sidang Umum PBB ke-81, membawa isu Palestina, multilateralisme hingga Global South.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Indonesia
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
TB Hasanuddin menyoroti kasus Serda Ahmad yang tewas setelah diduga dianiaya senior. Ia meminta tradisi kekerasan di lingkungan TNI dihentikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
Indonesia
Soal 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, DPR Ingatkan Konsekuensi Kewarganegaraan
DPR menilai 8 WNI diduga menjadi tentara Rusia karena faktor ekonomi. Ia mengingatkan konsekuensi terhadap status kewarganegaraan Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Soal 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, DPR Ingatkan Konsekuensi Kewarganegaraan
Indonesia
DPR Soroti Kasus Mayor Laut Faisal Mulia, Diduga Edarkan Sabu Pakai Pesawat Militer
Komisi I DPR menyoroti kasus Mayor Laut Faisal Mulia, yang mengirim sabu dengan pesawat militer.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
DPR Soroti Kasus Mayor Laut Faisal Mulia, Diduga Edarkan Sabu Pakai Pesawat Militer
Indonesia
Usai Pernyataan Prabowo soal Nuklir, Komisi I DPR Tekankan Diplomasi dan Perdamaian
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan pidato Presiden Prabowo Subianto soal nuklir harus dipahami secara utuh.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Usai Pernyataan Prabowo soal Nuklir, Komisi I DPR Tekankan Diplomasi dan Perdamaian
Bagikan