MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto melantik Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).
Arrmanatha Nasir menggantikan Sugiono yang sebelumnya menduduki posisi Menteri Luar Negeri. Sebelum ditunjuk menjadi menteri, Arrmanatha menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.
Latar Belakang Pendidikan Arrmanatha Nasir
Arrmanatha lahir di Bangkok, Thailand, pada 1971. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di University of Buckingham, Inggris.
Setelah itu, Arrmanatha memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Leicester dan Master of International Relations dari Universitas Indonesia.
Ia merupakan diplomat karier Kementerian Luar Negeri yang telah menjalani berbagai penugasan, termasuk di sejumlah posisi strategis dalam hubungan multilateral Indonesia.
Awal Karier di Kementerian Luar Negeri
Karier Arrmanatha di Kementerian Luar Negeri antara lain dimulai melalui penugasan di Direktorat Jenderal Multilateral.
Pada 2005-2008, ia menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Pertanian dan Komoditas.
Selanjutnya, pada 2008-2012, Arrmanatha bertugas sebagai konselor pada Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
Pada 2010-2011, ia terpilih menjadi penasihat bidang ekonomi dan negara-negara kurang berkembang untuk Presiden Sidang ke-65 Majelis Umum PBB.
Setelah kembali ke Jakarta, Arrmanatha dipercaya menjadi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri pada 2014-2019.
Baca juga:
Arrmanatha Datangi Kediaman Prabowo, Ngaku Bakal Urus Diplomasi Terutama Kelautan
Pernah Menjadi Dubes RI untuk Prancis
Pada 2019, Arrmanatha ditunjuk sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Prancis.
Penugasan tersebut juga mencakup Andorra dan Monako, serta sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO. Ia menjalankan jabatan tersebut hingga 2021.
Pada tahun yang sama, Arrmanatha kemudian ditunjuk sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di New York.
Peran Arrmanatha di PBB
Selama menjalankan tugas di New York, Arrmanatha menjalankan sejumlah fungsi dalam struktur PBB.
Pada 2023, ia menjadi Wakil Presiden ECOSOC. Ia juga memimpin Coordination Segment ECOSOC, yang mempertemukan berbagai komisi fungsional, badan ahli, komisi regional, serta entitas dalam sistem PBB.
Di tahun yang sama, Arrmanatha menyerahkan surat kepercayaan sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia untuk International Seabed Authority (ISA) di Kingston, Jamaika.
Menurut Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha merupakan Wakil Tetap RI pertama untuk ISA setelah perubahan struktur organisasi perwakilan Indonesia.
Baca juga:
Reshuffle Ketujuh Kabinet Merah Putih, Ini Daftar Menteri dan Pejabat yang Dilantik Prabowo
Terlibat dalam Pembahasan Isu Palestina
Arrmanatha juga terlibat dalam pembahasan mengenai Palestina di PBB.
Pada 2024, ia tercatat sebagai salah satu Wakil Ketua Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People.
Komite tersebut merupakan badan PBB yang menangani isu hak-hak rakyat Palestina.
Dari Wamenlu Menjadi Menlu
Pada Oktober 2024, Presiden Prabowo mengangkat Arrmanatha sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.
Kurang dari dua tahun kemudian, Arrmanatha kembali mendapat kepercayaan untuk menduduki posisi yang lebih tinggi sebagai Menteri Luar Negeri.
Ia resmi dilantik Prabowo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (1/10), menggantikan Sugiono. (Asp)