Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

[HOAKS atau FAKTA]: Takut Tekanan Global, Donald Trump Akhirnya Menyerah Terhadap Iran

Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 April 2026

MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan menyerah terhadap Iran. Dalam informasi yang viral di media sosial itu disebutkan, Donald trump menyerah terhadap Iran karena takut akan tekanan dunia internasional.

Informasi ini diunggah akun Facebook 'Eqiss Saputra'. Per Kamis (2/4), unggahan tersebut mendapat lebih dari 12.400-an tanda suka, 1.140-an komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 459 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

NARASI:

“Akhirnya presiden Amerika Donald Trump menyerah terhadap Iran. Donald Trump takut karena tekanan global”.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Bantu Iran Lawan Amerika Serikat-Israel, China Kirim Personel dan Peralatan Tempur

FAKTA:

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Trump menyerah terhadap Iran” ke mesin pencarian Google.

Disebutkan, Presiden AS Donald Trump menawarkan rencana gencatan senjata kepada Iran melalui proposal 15 poin untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung sekitar empat pekan.

Terbaru, pada 24 Maret 2026, Trump juga mengeklaim AS telah mencapai kemajuan dalam negosiasi, termasuk memperoleh sejumlah konsesi penting dari Teheran.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Rudal Iran Menghancurkan Gedung Putih, Kondisi Donald Trump Dipertanyakan

TurnBackHoax kemudian menggunakan Google Lens untuk menelusuri video klaim terkait. Hasilnya, video itu merupakan potongan berita dari saluran YouTube MetroTVNews.

Disebutkan, meskipun Gedung Putih mulai terbuka untuk mengakhiri agresi, Trump menegaskan akan terus menyerang fasilitas vital Iran hingga tujuannya tercapai jika negara tersebut tidak menyerah. Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan pernyataan “Trump menyerah terhadap Iran”.

KESIMPULAN:

Faktanya, Trump justru menuntut Iran menyerah tanpa syarat. Jadi, unggahan berisi klaim “Trump menyerah terhadap Iran” itu merupakan konten yang hoaks. (Knu)

Baca Artikel Asli