Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Harapan Baru, Pil untuk Mengatasi Dengkuran

Dwi Astarini - Minggu, 01 November 2020

TIDAK hanya bisa mengganggu orang lain, dengkuran terkadang juga bisa dikaitkan dengan gangguan tidur yang serius. Untuk mengatasi hal tersebut, ilmuwan di Amerika Serikat tengah menciptakan pill untuk mengurangi dengkuran.

Seperti dikabarkan New York Post, hampir semua orang terkadang mendengkur. Namun, bagi 22 juta orang di AS, dengkuran mereka bisa sangat parah sampai-sampai membuat mereka tidak mendapatkan cukup oksigen saat tidur. Kondisi itu disebut obstructive sleep apnea (OSA). Menurut SleepApnea.org, orang-orang berusia di atas 40 tahun, kelebihan berat badan, atau mengonsumsi alkohol berat yang paling mungkin menderita OSA.

BACA JUGA:

5 Kebiasaan Agar Umur Panjang Tanpa Penyakit

Inisiatif membuat obat antimendengkur ini bermulai dari sebuah penelitian di 2018. Saat itu, tim peneliti terpisah yang berbasis di Boston meneliti 20 pasien dan menemukan bahwa setiap pasien mengalami penurunan mendengkur setidaknya 50% setelah mengonsumsi obat atomoxetine dan oxybutynin.

mendengkur
Selain bisa mengganggu tidur orang lain, mendengkur bisa dikaitkan dengan gangguan tidur yang serius. (Foto: freepik/jcomp)

Atomoxetine, seperti dikabarkan VICE, banyak digunakan untuk mengobati attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Cara kerjanya ialah dengan meningkatkan kadar norepinefrin kimiawi otak. Ilmuwan percaya bahwa norepinefrin dapat membantu meningkatkan aktivitas otot tenggorok saat seseorang tertidur.

Oxybutynin biasanya digunakan untuk mengobati kandung kemih yang overaktif atau overactive bladder. Obat itu sekarang diyakini dapat mencegah otot lidah bergerak dan menghalangi tenggorok yang menyebabkan dengkuran. Fase satu dari studi menemukan bahwa R-oxybutynin dapat ditoleransi dan tidak ada efek samping yang terkait dengan obat studi.

mendengkur
Obat atomoxetine dan oxybutynin ditemukan efektif dalam mengurangi dengkuran. (Foto: unsplash/@brucemars)

Tahun ini, Apnimed, perusahaan farmasi tahap klinis yang berfokus pada pengembangan obat-obatan untuk mengobati apnea tidur dan gangguan terkait, sedang melakukan penelitian baru terkait dengan temuan studi 2018 itu. Mereka tengah melakukan uji coba pil bernama AD109 yang bermanfaat untuk mengobati Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang mengacu pada relaksasi intermiten dan pemblokiran saluran udara selama tidur.

"Obat ini dirancang agar aman, efektif, dan nyaman, mengatasi keterbatasan utama dari standar perawatan perawatan saat ini," kata CEO Apnimed Larry Miller, MD dalam sebuah pernyataan.

obat
Tengah dikembangkan pill bernama AD109 yang diharapkan bisa mengobati Obstructive Sleep Apnea. (Foto: Unsplash/@jamesyarema)

Apnimed mengklaim AD109 merupakan kandidat obat yang diminum sekali sehari sebelum tidur. Obat itu bisa menjadi terobosan signifikan bagi para pasien dengan memberi mereka solusi sederhana, aman, dan efektif yang tidak memerlukan perangkat CPAP atau pembedahan.

Studi Apnimed masih dalam tahap awal dan masih terlalu dini untuk mengetahui efektivitas atau keamanan pil itu. Namun, Miller mengatakan uji coba kedua akan dimulai pada kuartal keempat tahun ini.(Lev)

BACA JUGA:

Grup Idola K-Pop Ikut Rayakan Halloween

Baca Artikel Asli