Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BNPB Ungkap Aktivitas Gempa Susulan di Flores Mulai Menurun, Masih Bisa Terjadi 3-4 Minggu

Soffi Amira - 1 jam, 37 menit lalu

MerahPutih.com - Aktivitas gempa Bumi susulan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menunjukkan kecenderungan menurun.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto mengatakan, perkembangan aktivitas kegempaan terus dipantau berdasarkan laporan dan data BMKG.

Baca juga:

Puluhan Lansia di Ende NTT Takut Kembali Bekerja Usai Gempa, Bantuan JHL Foundation Jadi Penguat

7.029 Gempa Susulan Terjadi di NTT

Menurut Suharyanto, Berdasarkan data BMKG sejak gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026, tercatat sekitar 7.029 aktivitas gempa.

Dari ratusan aktivitas gempa yang tercatat, hanya sebagian yang dirasakan oleh masyarakat.

ujar Suharyanto, Rabu (26/8)

Berdasarkan jumlah tersebut, gempa susulan terbesar tercatat berkekuatan magnitudo 6,2. Sementara itu, gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 5 tercatat sebanyak 32 kali.

Adapun, gempa yang dirasakan masyarakat di wilayah Flores sejak 15 Agustus 2026 hingga saat ini tercatat sebanyak 141 kali.

Baca juga:

Masih Trauma Gempa Susulan, Warga Flores NTT Pilih Tidur di Bedeng Darurat

Meski aktivitas kegempaan masih berlangsung, Suharyanto menyebut perkembangan dari hari ke hari menunjukkan kecenderungan menurun.

Ia menjelaskan, proses penurunan aktivitas gempa susulan membutuhkan waktu. Berdasarkan perkembangan yang ada, gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

Diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat minggu ke depan.

kaya Suharyanto

BNPB Minta Warga NTT Tetap Waspada Gempa Susulan

Suharyanto pun meminta kepada masyarakat tidak terus-menerus berada dalam ketakutan, tetapi tetap menjaga kewaspadaan dan mengikuti informasi dari sumber resmi.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi rumah masing-masing. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau memiliki retakan, yang membahayakan diminta tetap berada di lokasi pengungsian yang aman.

Sementara warga yang rumahnya masih dalam kondisi baik dan aman dapat mulai melakukan aktivitas ringan atau kembali menjalankan usaha dengan tetap memperhatikan keselamatan.

Baca juga:

110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai

“Kita akan terus memantau perkembangan gempa dan menyampaikan informasi berdasarkan data resmi dari BMKG,” tegas Suharyanto.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu mengikuti pembaruan resmi terkait aktivitas gempa serta langkah-langkah keselamatan. (knu)

Baca Artikel Asli