Analisis Atmosfer Dasarian Agustus 2026: Bahaya El Niño Sangat Kuat, Peringatan Dini Kekeringan Ekstrem, Jawa Hingga Nusa Tenggara Berstatus Awas

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 24 Agustus 2026
Analisis Atmosfer Dasarian Agustus 2026: Bahaya El Niño Sangat Kuat, Peringatan Dini Kekeringan Ekstrem, Jawa Hingga Nusa Tenggara Berstatus Awas

Kekeringan (foto: unsplash/redccharlie)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - BMKG mengonfirmasi munculnya fenomena El Niño sangat kuat dengan nilai SSTA mencapai +2.99 pada pertengahan Agustus 2026. Lonjakan suhu permukaan laut yang ekstrem ini memicu meluasnya wilayah kemarau hingga 79,9% ZOM serta menempatkan sebagian besar Pulau Jawa dan Nusa Tenggara dalam status Awas kekeringan meteorologis.

Masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk segera memperkuat tata kelola air bersih guna mengantisipasi puncak kemarau yang diprediksi berlangsung hingga November 2026.

Baca juga:

BMKG Keluarkan Status Siaga Cuaca Ekstrem 24–27 Agustus 2026: Sumatra Barat Hujan Lebat, Daerah Ini Dikepung Angin Kencang

Memasuki dasarian III Agustus 2026, laporan analisis curah hujan BMKG mencatat bahwa 88,61% wilayah Indonesia mengalami curah hujan jauh di bawah normal.

Kondisi ini kian diperparah oleh indeks Dipole Mode Samudra Hindia (IOD positif) yang merangkak naik ke angka +0.394, sehingga memperketat kelangkaan pembentukan awan hujan di kawasan selatan khatulistiwa.

Ancaman kekeringan meteorologis ini berpotensi memicu kekeringan lahan pertanian, penyusutan cadangan waduk, hingga peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan hasil pemantauan Dasarian II Agustus 2026, nilai SSTA di region Nino3.4 tercatat sebesar +2.99 yang menunjukkan indikasi El Niño dengan intensitas sangat kuat, didukung oleh indeks IOD dasarian yang merangkak naik ke angka +0.394,

tulis laporan monitoring iklim BMKG

Analisis ENSO dan IOD: Mengapa Kemarau 2026 Terasa Sangat Terik?

Ilustrasi

Dua iklim utama pengguncang cuaca dunia, El Niño Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD), saat ini berada pada fase yang saling menguatkan fenomena kekeringan di Indonesia.

  • Indeks ENSO (Region Niño3.4): Berada di angka +2.99 (naik tajam dari Juli yang tercatat +2.20). Angka di atas +2.0 merupakan indikator resmi fenomena El Niño Sangat Kuat.

  • Indeks IOD Bulanan: Tercatat sebesar +0.394 (meningkat dari Juli sebesar +0.242), mengindikasikan fase IOD Positif yang menyedot pasokan uap air menjauhi wilayah Indonesia barat.

Kombinasi kedua fenomena ini menyebabkan 90,29% wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori Rendah pada pertengahan Agustus 2026.

Peta Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis (Dasarian III Agustus 2026)

BMKG memetakan tingkatan risiko kekeringan berdasarkan durasi hari tanpa hujan dan proyeksi curah hujan ke depan:

Status Risiko Wilayah Terdampak

AWAS


(Tinggi)

• Sebagian besar Pulau Jawa


• Sebagian besar Nusa Tenggara (NTB & NTT)


• Sebagian kecil Kalimantan Selatan dan Maluku

SIAGA


(Sedang)

• Sumatra bagian selatan (sebagian)


• Jawa bagian barat & tengah (sebagian)


• Sebagian besar Pulau Kalimantan


• Sulawesi bagian utara & selatan (sebagian)


• Sebagian besar Kepulauan Maluku & Papua bagian selatan

WASPADA


(Rendah)

• Kalimantan bagian tengah & utara (beberapa wilayah)


• Sulawesi & Maluku (sebagian kecil)


• Papua bagian selatan

Sebaran Musim Kemarau: 79,9% Wilayah Indonesia Sudah Mengering

Ilustrasi

Hingga pertengahan Agustus 2026, sebanyak 559 Zona Musim (ZOM) atau 79,9% wilayah Indonesia resmi berada di dalam cengkeraman musim kemarau.

Wilayah-wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi:

  • Sumatra: Aceh (sebagian), Sumut (sebagian), Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Babel, Lampung.

  • Jawa & Bali-Nusa Tenggara: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT (merata).

  • Kalimantan: Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltara, serta sebagian besar Kaltim.

  • Sulawesi: Gorontalo, Sulteng, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sulut.

  • Maluku & Papua: Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Proyeksi Curah Hujan Hingga Februari 2027: Kapan Hujan Mulai Turun?

Berdasarkan pemodelan prediksi curah hujan BMKG, tren kekeringan ekstrem diproyeksikan bertahan selama beberapa bulan ke depan sebelum akhirnya melandai di akhir tahun.

1. Prediksi Dasarian (Akhir Agustus – Pertengahan September 2026)

Curah hujan pada periode Agustus III hingga September II 2026 umumnya berada pada rentang Rendah hingga Menengah (0–150 mm/dasarian).

Kategori hujan amat rendah (<50 mm/dasarian) memapar hampir seluruh wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku dan Papua.

2. Tren Curah Hujan Sangat Rendah (<50 mm/Bulan)

  • September 2026 (Puncak Rentan): Berpotensi tinggi terjadi di Bengkulu selatan, Sumsel, Babel, Lampung, seluruh Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalbar selatan, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulawesi, Malut, Maluku, hingga kawasan Papua.

  • Oktober 2026 (Mulai Menyempit): Terfokus di Sumsel bagian selatan, Lampung, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalsel selatan, Sulteng timur, Sulsel selatan, Sultra, Maluku selatan, dan Papua Selatan.

  • November 2026 (Fase Transisi): Area curah hujan <50mm/bulan tersisa di Madura (Jawa Timur), NTB bagian timur, NTT, Sulsel selatan, Sultra selatan, dan sebagian kecil Papua Selatan.

  • Desember 2026 – Februari 2027 (Kembalinya Musim Hujan): Nihil / Tidak ada wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan <50 mm/bulan. Indonesia diprediksi mulai memasuki musim hujan secara merata.

Kesimpulan dan Langkah Mitigasi Penting

Fenomena El Niño sangat kuat 2026 membutuhkan langkah tanggap cepat dari berbagai pihak:

  1. Sektor Pertanian: Petani di wilayah status Awas (Jawa, Bali, NTB, NTT) disarankan menyesuaikan pola tanam ke komoditas hemat air (palawija) atau menunda masa tanam.

  2. Manajemen Air Bersih: Pemerintah daerah perlu mendistribusikan pasokan air bersih secara berkala ke titik-titik krisis kekeringan.

  3. Antisipasi Karhutla: Pembukaan lahan dengan cara membakar wajib dihentikan total, terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatra bagian selatan.

#BMKG #Prakiraan Cuaca BMKG #Dampak El Nino #Apa Itu El Nino #Fenomena El Nino #Kekeringan #Bencana Kekeringan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Analisis Atmosfer Dasarian Agustus 2026: Bahaya El Niño Sangat Kuat, Peringatan Dini Kekeringan Ekstrem, Jawa Hingga Nusa Tenggara Berstatus Awas
Hasil pemantauan BMKG Agustus 2026 mengonfirmasi fenomena El Niño sangat kuat (+2.99). Cek daftar wilayah status Awas kekeringan dan jadwal hujan di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Agustus 2026
Analisis Atmosfer Dasarian Agustus 2026: Bahaya El Niño Sangat Kuat, Peringatan Dini Kekeringan Ekstrem, Jawa Hingga Nusa Tenggara Berstatus Awas
Indonesia
BMKG Keluarkan Status Siaga Cuaca Ekstrem 24–27 Agustus 2026: Sumatra Barat Hujan Lebat, Daerah Ini Dikepung Angin Kencang
BMKG rilis peringatan dini cuaca ekstrem 24–27 Agustus 2026! Waspadai status Siaga hujan lebat di Sumbar, ancaman angin kencang, serta bahaya kekeringan kemarau
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Agustus 2026
BMKG Keluarkan Status Siaga Cuaca Ekstrem 24–27 Agustus 2026: Sumatra Barat Hujan Lebat, Daerah Ini Dikepung Angin Kencang
Indonesia
Polri Tetapkan 72 Orang Tersangka Karhutla, Cukong Pendana Pembakaran Belum Terungkap
Sosok cukong pendana pembakaran yang diduga berada di balik layar maraknya kasus kebakaran lahan belum tersentuh.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Polri Tetapkan 72 Orang Tersangka Karhutla, Cukong Pendana Pembakaran Belum Terungkap
Indonesia
Kekeringan akibat El Nino, Kementerian PU Tangani 1.229 Lokasi dan Selamatkan Puluhan Ribu Hektare Sawah
Kementerian PU menangani dampak kekeringan di 1.229 lokasi hingga 21 Agustus. Sebanyak 41.252 hektare sawah terselamatkan dan 616.033 jiwa mendapat layanan air bersih.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Kekeringan akibat El Nino, Kementerian PU Tangani 1.229 Lokasi dan Selamatkan Puluhan Ribu Hektare Sawah
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Perairan Pulau Puah Sulawesi Tengah, Getaran Terasa hingga Gorontalo
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah perairan sekitar Sulawesi Tengah, Minggu (23/8) dini hari.
Yusuf Abdillah - Minggu, 23 Agustus 2026
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Perairan Pulau Puah Sulawesi Tengah, Getaran Terasa hingga Gorontalo
Indonesia
Gempa M 5,2 Kembali Guncang Ruteng Manggarai Pagi Ini, BMKG Minta Warga Waspada
Gempa bumi magnitudo 5,2 guncang Ruteng, Manggarai, NTT hari ini. BMKG imbau warga waspada gempa susulan setelah catat ribuan getaran
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
Gempa M 5,2 Kembali Guncang Ruteng Manggarai Pagi Ini, BMKG Minta Warga Waspada
Indonesia
BNPB dan BMKG Cari Potensi Awan Hujan Buat OMC Padamkan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
BNPB dan BMKG Cari Potensi Awan Hujan Buat OMC Padamkan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Indonesia
Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai Kota-Kota di Indonesia, BMKG Peringatkan Bahaya Karhutla dan Potensi Angin Kencang
Peningkatan suhu udara pada siang hari memicu risiko dehidrasi serta kelelahan fisik bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai Kota-Kota di Indonesia, BMKG Peringatkan Bahaya Karhutla dan Potensi Angin Kencang
Indonesia
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT
BMKG mencatat hingga Jumat (21/8) pukul 05.00 WIB telah terjadi 4.256 gempa susulan setelah gempa utama pada Sabtu (15/8).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT
Indonesia
Penanganan Karhutla Kalimantan Makin Intensif, 12.880 Personel Gabungan Dikerahkan di Tiga Provinsi
Pemerintah memperkuat operasi terpadu penanganan karhutla di Kalimantan. Sebanyak 12.880 personel gabungan dikerahkan di tiga provinsi prioritas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
Penanganan Karhutla Kalimantan Makin Intensif, 12.880 Personel Gabungan Dikerahkan di Tiga Provinsi
Bagikan