Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Gajah Riau Kehilangan Kepala, Negara Diminta Jangan Baru Bangun Pas Satwa Sudah Jadi Bangkai

Angga Yudha Pratama - Selasa, 10 Februari 2026

Merahputih.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mengecam keras temuan bangkai seekor gajah Sumatera yang tewas dalam kondisi tanpa kepala dan gading di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Senin (9/2).

Insiden tragis yang terjadi di area konsesi PT RAPP Distrik Ukui ini memicu desakan agar aparat penegak hukum segera menangkap pelaku perburuan liar tersebut untuk diberikan sanksi seberat-beratnya.

Baca juga:

Kasus Gajah Sumatera Mati di Pelalawan, Kapolda Riau: Pelaku akan Dihukum Seadil-adilnya

Kondisi bangkai gajah yang sangat memprihatinkan tersebut memicu kemarahan publik. Selain kehilangan bagian kepala dan gading, pada tubuh satwa dilindungi itu juga ditemukan dugaan luka tembak yang memperkuat indikasi adanya serangan terencana dari pemburu profesional.

“Kejam sekali dan tentu kita sangat prihatin dan mengecam keras peristiwa terbunuhnya gajah Sumatera di Pelalawan, Riau. Ini adalah kejahatan serius terhadap satwa dilindungi dan harus diusut tuntas sampai pelakunya ditemukan," tegas Daniel Johan dalam keterangannya, Selasa (10/2).

Legislator dari Fraksi PKB ini menekankan bahwa tindakan hukum tidak boleh tumpul.

"Aparat penegak hukum wajib menindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan, dengan sanksi berat, karena perbuatan ini telah menyebabkan hilangnya nyawa satwa yang dilindungi," tambahnya.

Evaluasi Total Pengawasan Hutan

Daniel menilai tragedi ini merupakan cermin dari lemahnya pengawasan terhadap tindak perburuan satwa di kawasan hutan. Ia mendesak pemerintah untuk berhenti bersikap reaktif dan mulai melakukan langkah preventif yang lebih nyata di lapangan.

Baca juga:

PSI Tata Struktur Jelang Pemilu 2029, Bidik Sulsel sebagai 'Kandang Gajah'

"Negara tidak boleh hanya bergerak setelah adanya kejadian. Pemerintah perlu segera melipatgandakan jumlah personel Polhut dan memperkuat pengawasan intensif di kawasan konservasi maupun konsesi rawan konflik," jelas Daniel.

Menanggapi kasus ini, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara memastikan bahwa pihak kepolisian telah turun langsung ke lokasi di Desa Lubuk Kembang Bunga untuk melakukan penyelidikan intensif.

Komisi IV DPR RI pun berencana membawa kasus ini dalam rapat khusus guna mengevaluasi sistem pengawasan satwa nasional agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Baca Artikel Asli