Merahputih.com - Jersey negara-negara peserta piala dunia 2026 menyimpan narasi mendalam melampaui sekadar pelindung tubuh.
Di balik tetesan keringat para pesepak bola, selembar kain mampu memicu kontroversi berkat kesan dan pesan budaya sekaligus sejarah di baliknya.
Jersey sepakbola juga menjadi kanvas hidup penyampai pesan rahasia para negara-negara peserta Piala Dunia.
Baca juga:
Federasi sepak bola Belgia membuat gebrakan nyeleneh lewat kerah seragam tandang bermotif pink-biru muda.
Kerah tersebut memuat tulisan menggelitik ingatan pencinta seni dunia berkat tulisan 'This is not a jersey'. Desain unik ini mengadopsi mahakarya surealisme pelukis René Magritte abad ke-20.
Sensor Ketat FIFA dan Simbol Sejarah Dunia
Ketegangan muncul saat badan sepak bola dunia, FIFA, menolak rancangan awal milik Haiti. Produsen olahraga asal Kolombia, Saeta, awalnya menggambar ilustrasi pertempuran akhir perang kemerdekaan Haiti tahun 1803 pada bagian depan pakaian.
Pihak produsen menyebut ilustrasi itu sebagai 'penghormatan kepada para pria dan wanita yang setiap hari berkontribusi bagi masa depan Haiti'.
Namun, FIFA melarang gambar tersebut karena bermuatan terlalu politis, sehingga Haiti terpaksa memakai corak biru polos tanpa lukisan perang.
Sementara itu, Prancis memilih warna hijau tembaga teroksidasi mirip Patung Liberty hadiah dari desainer Frédéric-Auguste Bartholdi tahun 1886.
Kostum tandang Les Bleus menyertakan logo berwarna tembaga berkilau demi mempererat persahabatan transatlantik bersama tuan rumah Amerika Serikat. Prancis juga menyematkan slogan persatuan, 'Nos différences nous unissent' atau 'perbedaan kita mempersatukan kita' pada jersey rancangan terbaru.
Filosofi Corak Kain Kontestan Piala Dunia 2026
Selain Belgia, Haiti, dan Prancis negara-negara di bawah ini juga menyematkan arti tersembunyi dari pakaian tim yang digunakan bertanding:
-
Tanjung Verde: Corak geometris segitiga melambangkan jalur penerbangan penghubung sepuluh pulau vulkanis pertanda persatuan negara populasi kecil.
-
Argentina: Kostum kandang tiga warna biru fajar memberi penghormatan juara dunia 1978, 1986, 2022. Kostum tandang biru tua mengadopsi teknik lukis tradisional filete porteño khas Buenos Aires.
-
Iran: Gambar cetah Asia melintasi bagian depan jersi putih-merah, bentuk kampanye penyelamatan satwa langka lindungan Iran berjumlah kurang dari 70 ekor.
-
Norwegia: Jenis huruf nama nomor pemain mengadopsi tulisan rune kuno alfabet Jermanik serta hiasan seni ukir Viking gaya Urnes pendamping salib biru.
-
Kolombia: Motif kupu-kupu kuning menghiasi kain, terinspirasi novel realisme magis karya penulis peraih Nobel Gabriel Garcia Marquez berjudul One Hundred Years of Solitude.
-
Meksiko: Mengembalikan kejayaan desain kalender suku Aztec era 1990-an hasil adaptasi batu matahari Piedra de Sol Museum Antropologi Nasional.
-
Arab Saudi: Pola kotak lavender simbol arsitektur pintu tradisional sekaligus perlambang kemurahan hati padang pasir musim semi.
-
Brasil: Jersi tandang biru tua-hitam buatan Nike memajang logo Jumpman Michael Jordan bersama warna kulit katak beracun Amazon penanda bahaya bagi lawan.
Baca juga: