Banggar DPR Setujui Anggaran 7 Kemenko, Terbesar Perekonomian

Dwi AstariniDwi Astarini - 2 jam, 36 menit lalu
Banggar DPR Setujui Anggaran 7 Kemenko, Terbesar Perekonomian

Anggota DPR RI Said Abdullah. (Foto: DPR RI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BADAN Anggaran (Banggar) DPR RI menyetujui pagu anggaran tujuh kementerian koordinator (kemenko) untuk tahun anggaran mendatang. Persetujuan tersebut diberikan dalam rapat kerja bersama para menteri koordinator di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/6).

Rapat dipimpin Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah dan dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menko Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.

Dalam rapat tersebut, Said memaparkan besaran pagu anggaran setiap kementerian koordinator. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menjadi instansi dengan alokasi anggaran terbesar ketimbang enam kementerian koordinator lainnya.

Berikut ini anggaran kemenko


- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rp 664 M

- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Rp 304,1 M

- Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) Rp 392,2 M

- Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Rp 338,8 M

- Kementerian Koordinator Bidang Pangan Rp 509,3 M

- Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Rp 276,8 M

- Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Rp 620,9 M

Baca juga:

Rupiah dan IHSG Ambrol, Banggar DPR Minta Pemerintah Bercermin


Setelah memaparkan besaran pagu, Said meminta persetujuan anggota Banggar DPR. Seluruh peserta rapat menyatakan setuju terhadap usulan tersebut.

"Terhadap pagu para menko yang saya sebutkan satu per satu apakah disetujui?" tanya Said.

"Setuju," jawab peserta rapat.

Tidak hanya menyetujui pagu anggaran, Banggar DPR juga menyetujui usul tambahan anggaran dari setiap kementerian koordinator. Persetujuan diberikan secara kolektif tanpa membahas secara rinci besaran maupun peruntukan tambahan anggaran tersebut.

Said beralasan langkah itu dilakukan agar para menteri koordinator tidak perlu kembali menghadiri rapat Banggar untuk membahas tambahan anggaran pada kesempatan berikutnya.

"Hal pertama kita sepakati, tentu dalam pembahasan akan muncul bahwa para menko pasti di dalam paparannya juga akan mengusulkan penambahan pagu anggarannya yang akan datang. Jika itu terjadi, agar para menko tidak bolak-balik datang ke Banggar, atas penambahan itu kita setujui hari ini," kata Said.

Ia kemudian berseloroh mengenai mekanisme persetujuan tersebut.

"Hebatnya Banggar ini, pokoknya belum dibahas, belum disetujui, tambahannya duluan disetujui," ujar Said sembari mengetuk palu tanda persetujuan.(Pon)

Baca juga:

Banggar DPR: Program MBG Maju, tapi Masih Ada Kendala di Lapangan


#DPR RI #Banggar DPR #Kemenko Perekonomian
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Banggar DPR Setujui Anggaran 7 Kemenko, Terbesar Perekonomian
Tidak hanya menyetujui pagu anggaran, Banggar DPR juga menyetujui usul tambahan anggaran dari setiap kementerian koordinator.
Dwi Astarini - 2 jam, 36 menit lalu
Banggar DPR Setujui Anggaran 7 Kemenko, Terbesar Perekonomian
Indonesia
Bocoran Asumsi Makro RAPBN 2027 Racikan DPR dan Pemerintah
Komitmen bersama tersebut mewujud nyata melalui kesepakatan asumsi dasar ekonomi makro beserta pagu anggaran tujuh kementerian koordinator
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Juni 2026
Bocoran Asumsi Makro RAPBN 2027 Racikan DPR dan Pemerintah
Indonesia
DPR Soroti Pemadaman Listrik di Jawa, Sebut PLN Seharusnya tak Kekurangan Batu Bara
Komisi XII DPR menyoroti pemadaman listrik di Jawa. PLN seharusnya tidak kekurangan batu bara.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
DPR Soroti Pemadaman Listrik di Jawa, Sebut PLN Seharusnya tak Kekurangan Batu Bara
Indonesia
DPR Endus Bau Amis Mark Up Motor Listrik BGN, Sepakat Dihibahkan ke Guru Honorer
Yahya menyatakan aset bernilai ekonomis hasil pembiayaan uang rakyat harus mendatangkan manfaat optimal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
DPR Endus Bau Amis Mark Up Motor Listrik BGN, Sepakat Dihibahkan ke Guru Honorer
Indonesia
DPR Skakmat Sistem Mitigasi Bobrok PLN Buntut Kebijakan Pemadaman Bergilir
Gus Rivqy menilai setiap pemadaman listrik dapat dipastikan menimbulkan kerugian yang bersifat sistemik
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
DPR Skakmat Sistem Mitigasi Bobrok PLN Buntut Kebijakan Pemadaman Bergilir
Indonesia
KPK Tegas, akan Tarik kembali Hibah yang tak Dirawat
Langkah pengawasan ini dilakukan guna memastikan setiap aset yang berhasil kembali dari para koruptor bermanfaat optimal bagi negara dan pelayanan publik.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
KPK Tegas, akan Tarik kembali Hibah yang tak Dirawat
Indonesia
DPR Minta Mobil Rantis Dipasangi CCTV, Cegah Objek di Sekitar Jadi Korban
Apabila benar kendaraan tersebut belum dilengkapi sensor pendeteksi objek di sekitar kendaraan, Polri perlu segera melakukan pembenahan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
DPR Minta Mobil Rantis Dipasangi CCTV, Cegah Objek di Sekitar Jadi Korban
Indonesia
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dan menyuarakan penolakan terhadap keputusan Israel tersebut di berbagai forum internasional.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Indonesia
PPATK Minta Tambahan Anggaran Rp 516,4 Miliar, Fokus Berantas Judol hingga Pencucian Uang
Kebutuhan anggaran PPATK pada 2027 mencapai Rp 769,8 miliar.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
PPATK Minta Tambahan Anggaran Rp 516,4 Miliar, Fokus Berantas Judol hingga Pencucian Uang
Indonesia
Ratusan Kepala Sekolah Mundur Usai Temuan BPK, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola BOS
Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel) mengungkap latar belakang di balik mundurnya ratusan kepala sekolah dari jabatannya secara massal.
Frengky Aruan - Senin, 15 Juni 2026
Ratusan Kepala Sekolah Mundur Usai Temuan BPK, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola BOS
Bagikan