Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

DPR RI Tuntut PBB Turun Tangan Usut Pelaku Serangan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon

Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026

MERAHPUTIH.COM - TIGA prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL gugur akibat serangan yang terjadi di Lebanon Selatan. Ketiga prajurit tersebut ialah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Namun, hingga kini tak jelas siapa pelaku dari serangan tersebut.

Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR RI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan investigasi objektif atas serangan terhadap pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon yang diduga melibatkan Israel.

Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi Maazat menegaskan pentingnya penyelidikan yang netral dan tidak dipengaruhi kepentingan politik global.

"Memang kita meminta kepada PBB agar melakukan investigasi dan harus netral, artinya harus objektif," kata Syahrul kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/4).

Menurut Syahrul, serangan terhadap pasukan perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta mencederai prinsip kerja sama global yang selama ini dijunjung tinggi. Ia juga mengecam keras insiden tersebut yang menyebabkan tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia. "Kami mengutuk itu karena itu pelanggaran terhadap hukum internasional dan tidak menghormati lembaga UN (PBB) yang menjadi tempat kita bersepakat bersama," tuturnya.

Baca juga:

SBY Minta Misi UNIFIL Dihentikan, DPR: Langkah Tepat untuk Lindungi Prajurit



Syahrul menegaskan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut harus diungkap secara transparan dan tidak boleh dipengaruhi kepentingan politik tertentu. DPR mendorong agar kasus serangan terhadap UNIFIL dibawa ke jalur hukum internasional sebagai bentuk penegakan keadilan dan komitmen terhadap hukum global.

"Karena kalau ini dibiarkan, Indonesia akan tampak lemah sehingga Indonesia harus bersikap lebih tegas," kata Syahrul.(knu)

Baca juga:

Tiga Peti Jenazah Pahlawan UNIFIL Pulang ke Indonesia, Bandara Soetta Banjir Air Mata

Baca Artikel Asli