Dunia di Ambang Krisis, Tinggi Permukaan Laut Naik 2 Kali Lipat dalam 10 Tahun

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Dunia di Ambang Krisis, Tinggi Permukaan Laut Naik 2 Kali Lipat dalam 10 Tahun

IIlustrasi - Dunia di Ambang Krisis, Tinggi Permukaan Laut Naik 2 Kali Lipat dalam 10 Tahun . (Foto: Unsplash/Silas Baisch)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Laju kenaikan permukaan laut dalam satu dekade terakhir semakin mengkhawatirkan. Laporan World Ocean Assessment III (WOA III) yang dipimpin PBB menegaskan tekanan terhadap samudra bersifat kumulatif, mulai dari polusi, eksploitasi industri perikanan, hingga perubahan iklim.

“Situasinya tidak bisa lagi dianggap normal. Kita tidak bisa terus memperlakukan laut sebagai sumber daya tak terbatas,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres, dikutip dari kantor berita Anadolu, Kamis (11/6).

Baca juga:

Perubahan Iklim makin Nyata, Kenaikan Permukaan Laut Ancam 1,5 Juta Warga Australia pada 2050

Guterres menekankan dunia harus membangun hubungan baru dengan laut. Untuk itu, PBB menyerukan kolaborasi global yang berbasis sains dan hukum internasional.

Dibingkai oleh hukum internasional, dan dibangun atas dasar tanggung jawab bersama di seluruh negara, sektor, dan generasi,

Sekjen PBB Antonio Guterres

Permukaan Laut Naik 2 Kali Lipat, Suhu Makin Panas

WOA III mencatat laju kenaikan permukaan laut meningkat signifikan, dari rata-rata 2 milimeter per tahun sebelum 2015, melonjak menjadi 4,3 milimeter per tahun pada 2023, atau naik dua kali lipat lebih.

Bahkan, sekitar 16 persen dari total peningkatan kandungan panas laut sejak 1955 terjadi hanya dalam kurun waktu 2018–2023. Menurut para ahli, tren ini menunjukkan percepatan yang berbahaya.

Baca juga:

Banjir Rob Menghantui Pesisir Jakarta, Warga Diminta Waspadai Pergerakan Cepat Air Laut

Penelitian WOA III melibatkan lebih dari 650 ahli dari puluhan negara yang menilai kondisi laut dunia periode 2021–2025. Hasilnya jelas: tanpa tindakan kolektif, samudra akan kehilangan kapasitasnya sebagai penyangga kehidupan.

Kenaikan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan ancaman nyata bagi jutaan penduduk pesisir dunia,

tim peneliti WOA III

Ekosistem Rusak, Banjir Rob, Hingga Krisis Pangan

Riset WOA III juga menyoroti industri perikanan skala besar memperburuk kondisi, sementara polusi plastik dan limbah industri menambah beban ekosistem. Dilansir Antara, imbasnya tidak hanya hilangnya keanekaragaman hayati, tetapi tekanan terhadap ekosistem laut juga berdampak pada ekonomi dan sosial.

Baca juga:

'Laut Kidul' Jadi Curahan Rindu dan Kehilangan dari Denny Caknan dan Hendra Kumbara

Tim peneliti menambahkan langkah mitigasi harus segera dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih mengerikan di masa depan. Laporan terbaru WOA ini menjadi peringatan keras waktu untuk bertindak semakin sempit.

Jika tren ini berlanjut, jutaan orang di wilayah pesisir akan menghadapi banjir rob, hilangnya lahan, dan krisis pangan akibat rusaknya ekosistem laut. (*)

#Laut Dunia #Krisis Iklim #PBB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Pemanasan global telah merusak stabilitas ekologi Himalaya yang rapuh, melelehkan permafrost serta gletser, dan mempercepat timbulnya berbagai bahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Indonesia
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Menlu Sugiono memanfaatkan rangkaian Sidang Umum PBB di New York untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2029-2030.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Dunia
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Merespons jumlah delegasi yang walk out, Netanyahu justru berseloroh mempersilakan mereka keluar sebelum dia berpidato.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat  Benjamin Netanyahu Pidato di  Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Indonesia
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Menlu Sugiono akan menyampaikan National Statement Indonesia di Sidang Umum PBB ke-81, membawa isu Palestina, multilateralisme hingga Global South.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Dunia
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Debat umum PBB dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan 28 September.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Indonesia
PAM Jaya Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di New York, Incar Target 100 Persen pada 2029
PAM Jaya mewakili Indonesia di New York, Amerika Serikat. PAM Jaya menargetkan pengelolaan air Jakarta selesai 2029.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
PAM Jaya Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di New York, Incar Target 100 Persen pada 2029
Indonesia
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
Mahkamah Internasional (ICJ) telah mengeluarkan tindakan sementara yang mengikat secara hukum dalam perkara terkait penerapan Konvensi Genosida di Jalur Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
Dunia
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan serukan penghapusan hak veto dan keanggotaan tetap DK PBB demi tatanan dunia yang lebih adil. Simak usulan lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
Indonesia
Menlu Sugiono Bakal Sampaikan Pernyataan Nasional di Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB
Delegasi Indonesia juga akan memanfaatkan momentum Sidang Majelis Umum PBB tahun ini untuk meluncurkan kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029—2030.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Menlu Sugiono Bakal Sampaikan Pernyataan Nasional di Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Bagikan