Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Prajurit TNI Gugur di Misi PBB, Investigasi Harga Mati Sebelum Tarik Pasukan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 09 April 2026
Prajurit TNI Gugur di Misi PBB, Investigasi Harga Mati Sebelum Tarik Pasukan

Ilustrasi pasukan TNI penjaga perdamaian PBB. Foto: Dok. Puspen TNI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Komisi I DPR RI memberikan perhatian serius terhadap tragedi gugurnya prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Anggota Komisi I DPR RI, Taufiq R. Abdullah, menegaskan perlunya pemerintah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut sebelum mengambil kebijakan strategis, termasuk wacana penarikan pasukan.

Urgensi Investigasi Valid Sebelum Evaluasi

Pengiriman pasukan perdamaian merupakan misi mulia yang menjadi ikon diplomasi pertahanan Indonesia di kancah internasional. Taufiq menjelaskan bahwa setiap keputusan negara harus berpijak pada data dan hasil investigasi yang valid agar tidak mencederai reputasi pertahanan Indonesia.

Baca juga:

Komnas HAM Surati TNI Minta Akses Periksa 4 Tersangka Teror Aktivis KontraS Andrie Yunus

"Ini penyebabnya apa? Ini harus kita gali, kita lakukan investigasi sehingga akan ketemu penyebabnya apa. Apa itu keteledoran kita atau itu accident. Kita mesti melihat, jadi belum bisa kita judge. Kita berharap PBB melakukan itu (investigasi), dan kita juga, pemerintah kita," ujar Taufi, Kamis (9/4)).

Taufiq mengimbau semua pihak agar tetap tenang dan tidak terburu-buru mendesak penarikan personel dari wilayah konflik. Menurutnya, misi ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi posisi tawar Indonesia di mata dunia.

Perlindungan Hak Prajurit dan Penguatan Pertahanan Nasional

Pemerintah wajib menempatkan hak-hak serta kewajiban bagi prajurit yang menjadi korban sebagai prioritas utama. Taufiq meyakini negara akan bertanggung jawab penuh terhadap kesejahteraan dan pemenuhan hak keluarga prajurit yang terdampak dalam insiden tersebut.

"Berdasarkan investigasi dulu. Karena ini tugas mulia yang saya kira menjadi ikon kita di diplomasi pertahanan dunia, salah satunya adalah pasukan perdamaian. Jadi jangan buru-buru juga," tegas Politisi Fraksi PKB tersebut.

Selain evaluasi misi internasional, insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi kesiapsiagaan pertahanan dalam negeri. Potensi ancaman serangan mendadak (surprise attack) menuntut penguatan sistem pertahanan nasional secara dinamis.

Komisi I DPR RI berencana menggelar rapat kerja dengan Panglima TNI untuk mendiskusikan keberlanjutan misi serta langkah preventif bagi keselamatan prajurit di masa depan.

#TNI #TNI AD #TNI AL #TNI AU #PBB #Pasukan Perdamaian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Instruksikan Jaksa, TNI, Polisi Introspeksi. Prabowo: Bintangmu dari Rakyat!
Presiden Prabowo mengingatkan jajaran TNI, anggota Polri, hingga jajaran kejaksaan introspeksi dan menyadari jabatan yang mereka emban merupakan amanah dari rakyat.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Presiden Instruksikan Jaksa, TNI, Polisi Introspeksi. Prabowo: Bintangmu dari Rakyat!
Indonesia
TNI Menyeru: Jangan Percaya Narasi Provokatif
Berbagai disinformasi di media sosial sering kali bermunculan untuk memicu kegaduhan, merusak citra institusi, hingga memecah belah sinergitas antara TNI dan elemen negara yang lainnya.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
TNI Menyeru: Jangan Percaya Narasi Provokatif
Indonesia
Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan, Pastikan Aparat tak Menghalangi Proses Hukum
Pada saat saat yang sama, kepolisian tidak boleh mundur sedikit pun.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan, Pastikan Aparat tak Menghalangi Proses Hukum
Indonesia
Isu Ledakan di Kantor BGN, Kaca Pecah karena Suhu Panas
Berdasarkan keterangan pengelola, kaca gedung tersebut kerap pecah saat cuaca panas.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Isu Ledakan di Kantor BGN, Kaca Pecah karena Suhu Panas
Indonesia
TNI Bantah Datangi Polda Metro Jaya, Tegaskan Patuh pada Proses Hukum
TNI menyesalkan informasi di media sosial yang menyebut TNI menggeruduk Polda Metro Jaya.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
TNI Bantah Datangi Polda Metro Jaya, Tegaskan Patuh pada Proses Hukum
Indonesia
TNI Tepis Rumor, Sebut Penjagaan Rumah JAM-Pidsus Permintaan Kejaksaan Agung
Berkaitan dengan perlindungan kepada jaksa dalam melaksanakan tugasnya.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
TNI Tepis Rumor, Sebut Penjagaan Rumah JAM-Pidsus Permintaan Kejaksaan Agung
Indonesia
TNI Jelaskan Alasan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Personel, Sebut Atas Permintaan Kejaksaan
TNI memberikan penjelasan resmi mengenai pengamanan rumah Jampidsus Febrie Adriansyah. Kapuspen TNI menegaskan langkah tersebut dilakukan atas permintaan Kejaksaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
TNI Jelaskan Alasan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Personel, Sebut Atas Permintaan Kejaksaan
Dunia
Harapan Baru untuk Kuba, PBB Sepakat Kaji Ulang Embargo AS Selama 66 Tahun
Majelis Umum PBB sepakat mengkaji ulang embargo ekonomi AS terhadap Kuba. 136 negara mendukung langkah ini, memberi harapan baru bagi Havana yang 66 tahun didera sanksi.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
Harapan Baru untuk Kuba, PBB Sepakat Kaji Ulang Embargo AS Selama 66 Tahun
Indonesia
Jenazah Pilot Amerika Tewas di Papua Sudah Diserahkan ke Keluarga dan Maskapai
TNI menyerahkan jenazah pilot AMA Air, Nicholas F. Goseli, ke keluarga setelah dievakuasi dari lokasi penembakan di Yahukimo. Pelaku penyerangan OPM masih diburu.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Jenazah Pilot Amerika Tewas di Papua Sudah Diserahkan ke Keluarga dan Maskapai
Indonesia
Gerombolan Pembunuhan Pilot AS di Papua Masih Diburu, Diduga Kelompok Elkius Kobak
TPNPB-OPM menyerang pesawat AMA Air di Yahukimo, menewaskan pilot AS Nicholas Goselin. TNI evakuasi jenazah dan buru kelompok pimpinan Elkius Kobak. AS pantau situasi.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Gerombolan Pembunuhan Pilot AS di Papua Masih Diburu, Diduga Kelompok Elkius Kobak
Bagikan