Merahputih.com - Peneliti senior Centre for Strategic of International Studies (CSIS), J. Kristiadi mengatakan PDI Perjuangan membutuhkan waktu untuk menularkan kharisma Megawati kepada figur muda PDI Perjuangan. Termasuk kepada kedua anak Megawati yang disebut berpeluang kuat menggantikan Megawati di masa-masa mendatang yakni Puan Maharani dan Prananda Prabowo.
Sementara, Salah satu tokoh di luar trah Sukarno yang digadang-gadang menjadi calon potensial memimpin PDI Perjuangan di masa depan adalah Joko Widodo.
Baca Juga: Pengamat: PDIP Bakal Dapat Jatah Menteri Paling Banyak
"Menurut saya, secara dalil demokrasi (Jokowi) selalu bisa (berpeluang memimpin PDI Perjuangan)," tutur Kristiadi di jakarta, Sabtu (3/8).
Namun, Kristiadi menilai segala kemungkinan soal calon pemimpin PDI Perjuangan di masa depan masih bisa terjadi. Termasuk, pemikiran kalau tongkat estafet kepemimpinan PDI Perjuangan tak melulu harus dipegang keturunan Soekarno secara biologis.
"Kalau orang-orang yang Soekarnois kan bukan hanya urusan keturunan biologis, Tetapi juga bisa produk ideologis," papar dia.
Kristiadi menilai peluang tokoh di luar trah Soekarno memimpin partai bisa terbuka bila ada kehendak dari fungsionaris partai. Termasuk, sudut pandang kalau urusan keturunan biologis belum tentu menyerap ideologi Soekarno secara menyeluruh.
"Saya kira kalau perspektif itu diperluas, bahwa pengganti Ibu Mega harus orang Soekarnois, maka saya kira tidak terbatas kepada urusan biologis," ujarnya.
Baca Juga: Ahmad Basarah Tegaskan Megawati Hampir Pasti Jadi Ketua Umum PDIP Lagi
PDI Perjuangan bakal menggelar Kongres V di Bali, 8-11 Agustus 2019. Hampir dipastikan Kongres akan melanggengkan kepemimpinan Megawati di PDI Perjuangan selama lima tahun mendatang. (Knu)