MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI Kevin Wu mengkritik langkah Gubernur Pramono Anung yang melarang ondel-ondel dimainkan di jalanan. Menurutnya, larangan tersebut berpotensi menghambat perkembangan budaya Betawi yang salah satunya terwujud dalam seni ondel-ondel di Jakarta.
Oleh karena itu, ia mendorong agar Pemerintah DKI mengimbangi larangan itu dengan kebijakan-kebijakan lainnya yang bisa membantu seni ondel-ondel beserta para pelakunya.
"Dalam sejarahnya, seni itu tidak bisa maju kalau hanya diatur-atur tanpa diberikan ruang untuk bergerak dan berkembang. Oleh karena itu, melarang ondel-ondel untuk tayang di jalanan saja tidak cukup kalau Mas Pram berniat untuk membawa budaya Betawi naik kelas," katanya.
Seiring dengan itu, Pemprov DKI harus mendorong kebijakan lainnya yang bisa membantu ondel-ondel ini dan pelaku-pelakunya untuk terus berseni di tengah-tengah masyarakat. "Tanpa hal itu, tujuan Mas Pram untuk membawa ondel-ondel naik kelas hanya akan menenggelamkan seni tersebut," ucapnya.
Baca juga:
DPRD Minta CFD Diperluas, Ingin Ondel-Ondel dan Tanjidor Jadi Bintang Baru Saat HBKB
Ada beberapa usul yang diberikan Kevin bagi Pemprov DKI untuk menghidupi dan mengembangkan seni ondel-ondel. Salah satunya yakni dengan memastikan jasanya tetap terpakai karena ini juga menyangkut penghidupan para pelaku seninya. "Para pelaku seni ini juga manusia. Mereka butuh penghasilan, mereka juga perlu mencari makanan bagi dirinya sendiri beserta keluarganya," urainya.
Oleh karena itu, Pemprov DKI harus bisa menjamin setelah larangan tersebut diterapkan, para seniman ondel-ondel masih bisa berkarya. Pemprov DKI perlu memprioritaskan bahwa dalam acara-acara yang diselenggarakan, para seniman tradisional Betawi, termasuk ondel-ondel, dilibatkan. "Pemprov DKI juga bisa mengadakan kerja sama-kerja sama dengan pihak-pihak swasta, terutama di bidang perhotelan untuk mempromosikan seni ondel-ondel," terusnya.
Tidak hanya itu, Kevin juga mendorong agar Pemprov DKI Jakarta memberikan dorongan berupa pelatihan dan bantuan pendidikan kepada para pelaku seni ondel-ondel. "Ketika satu pintu ditutup, perlu ada pintu lainnya yang dibuka. Sesudah ondel-ondel ini dilarang main di jalanan, harus ada kompensasi yang diberikan kepada komunitas senimannya, seperti pelatihan dan bantuan pendidikan untuk terus mengembangkan karyanya," ujarnya.
Menurut dia, di Jakarta memiliki kampus kesenian yakni Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Harusnya Pemprov DKI bisa mengadakan suatu kerja sama antara kampus seni kebanggaan warga Jakarta dengan komunitas ondel-ondel.
"Supaya gimana caranya kesenian tersebut bisa terus dikembangkan. Syukur-syukur kalau di masa depan ondel-ondel bisa menjadi seni kelas dunia juga," tutupnya.(asp)
Baca juga: