MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap akal bulus sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengakali aturan wajib menggunakan transportasi umum setiap Rabu.
Pramono mengatakan, sejumlah ASN masih membawa mobil pribadi untuk berangkat ke kantor. Kendaraan tersebut kemudian diparkir di kawasan IRTI Monas sebelum mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Balai Kota DKI Jakarta.
Untuk mengakali aturan tersebut, para ASN bahkan menyempatkan diri berswafoto di halte Transjakarta Balai Kota sebagai bukti presensi kehadiran.
"Saya memutuskan semua ASN Balai Kota wajib menggunakan transportasi umum. Walaupun kadang-kadang banyak yang curi-curi juga. Bukannya saya tidak tahu, saya juga tahu. Mobilnya biasanya diparkir di IRTI Monas, ke sininya jalan kaki, nanti kalau sudah sepi baru mobilnya diambil," kata Pramono di Jakarta, Jumat (7/8).
Baca juga:
ASN DKI Jakarta Wajib Naik Transportasi Umum Setiap Rabu, Kondisi Tertentu Dikecualikan
ASN Diminta Jadi Teladan
Menurut Pramono, kebijakan penggunaan transportasi umum bagi ASN bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban.
Ia ingin kebijakan tersebut menjadi contoh bagi masyarakat agar secara bertahap beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum.
Pramono menilai, perubahan kebiasaan tersebut penting seiring semakin baiknya konektivitas transportasi publik di Jakarta.
Baca juga:
Pramono Mau Swasta Ikut Wajib Kantor Naik Kendaraan Umum, Pakar Sindir Daya Tampung TransJakarta
Konektivitas Angkutan Umum Capai 93 Persen
Pramono menambahkan, konektivitas angkutan umum di Jakarta yang kini mencapai 93 persen telah mendorong peningkatan jumlah pengguna berbagai moda transportasi publik.
Moda tersebut mencakup MRT, LRT, Transjakarta, dan Transjabodetabek.
Karena itu, ASN diminta menjadi teladan dalam mendukung penggunaan transportasi publik dan mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Bagi saya yang penting bukan seremoninya, tetapi masyarakat merespons dan mau shifting dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Itu yang menjadi ukuran keberhasilan,
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
(Asp)

