Gubernur Pramono Minta Dinkes Tindak Tegas Nakes yang Cibir Pasien BPJS

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Gubernur Pramono Minta Dinkes Tindak Tegas Nakes yang Cibir Pasien BPJS

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Dok. Pemprov DKI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - GUBENUR DKI Jakarta Pramono Anung memberi peringatam keras terhadap tenaga kesehatan (nakes) dinas kesehatan (dinkes) yang terbukti mencibir pasien pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan.

Pernyataan itu diutarakan Pramono dalam merespons viralnya dugaan komentar bernada merendahkan dari sejumlah nakes terhadap seorang pasien BPJS.

"Memang saya melihat itu dan saya akan minta kepada Dinas Kesehatan untuk memberikan peringatan bagi siapa pun yang mencibir siapa pun yang menggunakan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan ini dilindungi undang-undang," kata Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Kasus ini mencuat setelah seorang pasien mengaku harus menunggu ruang perawatan hingga delapan jam di rumah sakit. Keluhan tersebut kemudian mendapat respons negatif dari sejumlah akun yang diduga milik tenaga kesehatan. Beberapa hari setelah keluhan itu viral, pasien bernama Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

Baca juga:

Viral Unggahan Komentar Tenaga Kesehatan ke Pasien BPJS Meninggal, Nakes Harus Tanpa Diskriminasi



Pramono menegaskan pelayanan kesehatan menjadi salah satu sektor yang menjadi perhatian utama Pemprov DKI Jakarta. Ia menjelaskan jumlah fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan di Jakarta sangat besar sehingga pengawasan terhadap etika pelayanan harus diperkuat.

"Seperti diketahui, Jakarta ini mempunyai 31 rumah sakit, 44 puskesmas, 292 pembantu puskesmas. Tentunya dari begitu banyak, ada puluhan ribu nakes yang bekerja," ucap Pramono.

Oleh karena itu, ia meminta Kepala Dinas Kesehatan Ani Ruspitawati mengambil tindakan jika ada anak buahnya yang melakukan hal itu.

Ramai di media sosial unggahan seorang pasien pengguna BPJS Kesehatan yang mengeluhkan lamanya menunggu ruang rawat inap menjadi sorotan publik setelah pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia. Polemik semakin meluas setelah beredar tangkapan layar sejumlah komentar yang diduga ditulis oleh tenaga kesehatan dan dokter, yang dinilai tidak menunjukkan empati kepada pasien.

Pada unggahan awal yang viral, pemilik akun @yurizaltrich mengaku telah menunggu selama delapan jam, tapi belum juga mendapatkan ruang rawat inap.

"Delapan jam belum dapat ruangan. Enggak mau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS," ujar pemilik akun tersebut.

Unggahan itu kemudian memancing ribuan komentar. Salah satu yang menjadi sorotan berasal dari akun @bennychrstn yang diduga merupakan tenaga medis. "Kalo full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai?" ujar pemilik akun tersebut.

Komentar itu kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai kondisi ruang rawat inap. "Enggak ada hubungannya sama BPJS atau enggak. BPJS yang pakai banyak, otomatis yang dirawat juga banyak, enggak cuma kamu sendiri," lanjutnya.

Namun, komentar yang paling menuai kecaman publik yakni kalimat yang menyinggung ruang jenazah. "Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong."

"Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha ngebantuin, masyarakatnya malah gini," ujar pemilik akun tersebut.

Komentar tersebut memicu reaksi keras dari pengguna media sosial yang menilai candaan mengenai ruang jenazah tidak pantas disampaikan kepada seseorang yang sedang sakit dan sedang menunggu penanganan medis.

Tangkapan layar lain yang ikut beredar memperlihatkan akun @nouzzha_kim, yang disebut-sebut merupakan seorang dokter, memberikan komentar bernada keras kepada pasien. "Delapan jam sangat sangat wajar apalagi kalau itu RS rujukan nasional. Mungkin sekelas RSHS Bandung atau RSCM ikut kan? Boleh gue bilang sesuatu? Lo banyak bacot," ujarnya.

Komentar tersebut juga menuai kritik karena dianggap tidak mencerminkan etika komunikasi seorang tenaga kesehatan terhadap pasien.

Selain itu, akun @nandafadyla juga menjadi sorotan setelah mengunggah komentar singkat yang berbunyi, "Bacot nih pasien." Sementara itu, akun @erudarahaadini menuliskan komentar lain yang juga ramai dikritik.

"PP nya kayak orang have tetapi aslinya haven't kah? Haven't some brain cells," ujarnya.

Sejumlah tangkapan layar yang beredar kemudian mengaitkan beberapa akun tersebut dengan identitas tenaga medis. Beredar pula informasi mengenai dugaan tempat bekerja, riwayat pendidikan, hingga organisasi profesi yang berkaitan dengan akun-akun tersebut. Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Pasien yang mengunggah keluhan tersebut diketahui bernama Yurizal Tri Chaerawan. Kabar duka mengenai meninggalnya Yurizal disampaikan oleh sepupunya, Hilda Prianti Perdana, yang menyebut Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026 setelah diduga mengalami keterlambatan mendapatkan ruang perawatan.(Asp)





Baca juga:

Viral Komentar Nakes ke Pasien BPJS, Menkes: Nakes Tidak Boleh Nirempati

#Pramono Anung #Tenaga Kesehatan #BPJS
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemprov DKI Tata Kawasan Tanah Abang Bertahap, Bereskan Parkir Liar dan Preman
Pembenahan kawasan memerlukan koordinasi lintas perangkat daerah serta pendekatan yang mempertimbangkan kebutuhan warga.
Dwi Astarini - Jumat, 06 November 2026
Pemprov DKI Tata Kawasan Tanah Abang Bertahap, Bereskan Parkir Liar dan Preman
Indonesia
BMKG Prediksi Puncak Hujan Februari 2027, Pemprov DKI Jakarta Percepat Normalisasi Sungai
Pemprov DKI Jakarta mempercepat normalisasi Ciliwung, Angke, Krukut, dan Cakung Lama untuk mengantisipasi risiko banjir pada musim hujan 2026/2027.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 November 2026
BMKG Prediksi Puncak Hujan Februari 2027, Pemprov DKI Jakarta Percepat Normalisasi Sungai
Indonesia
Jakarta Dikabarkan Siaga 1, Gubernur Pramono: Sampai Hari ini belum Ada Koordinasinya
Jika memang ada peningkatan status kewaspadaan keamanan hingga Siaga 1, Pramono sebagai kepala daerah semestinya mendapat koordinasi dari pihak terkait.
Dwi Astarini - Kamis, 05 November 2026
Jakarta Dikabarkan Siaga 1, Gubernur Pramono: Sampai Hari ini belum Ada Koordinasinya
Indonesia
20.980 Personel TNI AL Dikerahkan ke Jakarta, Pramono Dukung Penebalan Pengamanan Ibu Kota
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan terhadap pengerahan 20.980 personel TNI AL untuk mempertebal pengamanan Ibu Kota.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
20.980 Personel TNI AL Dikerahkan ke Jakarta, Pramono Dukung Penebalan Pengamanan Ibu Kota
Indonesia
Pramono bakal Bangun 3 PLTSa Atasi Masalah Sampah di Jakarta
Melalui wacana pembangunan tiga pembangkit listrik tenaga sampah ini dapat mengatasi persoalan sampah hingga 7.000 ton.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Pramono bakal Bangun 3 PLTSa Atasi Masalah Sampah di Jakarta
Indonesia
KJMU Tahap II 2026 Terlambat Cair, Pramono Ungkap Penyebab dan Targetkan Rampung 6 November
Pramono Anung meminta maaf atas keterlambatan pencairan KJMU Tahap II 2026. Pemprov DKI menargetkan bantuan pendidikan rampung paling lambat 6 November.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
KJMU Tahap II 2026 Terlambat Cair, Pramono Ungkap Penyebab dan Targetkan Rampung 6 November
Indonesia
Gubernur Pramono Keliling Kecamatan Cari Masalah, Dimulai Selasa (3/11)
Akan mendatangi 44 kecamatan di Ibu Kota untuk menggali persoalan wilayah yang selama ini belum tersentuh.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Gubernur Pramono Keliling Kecamatan Cari Masalah, Dimulai Selasa (3/11)
Indonesia
Polemik Konser Andrea Bocelli: Pramono Anung Ikut Pusat, Promotor Siapkan Donasi Besar untuk Palestina
Penasaran dengan nasib konser Andrea Bocelli di Jakarta yang sempat memicu penolakan? Gubernur Pramono Anung akhirnya buka suara soal polemik perizinan. Cek faktanya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 November 2026
Polemik Konser Andrea Bocelli: Pramono Anung Ikut Pusat, Promotor Siapkan Donasi Besar untuk Palestina
Indonesia
Pramono Buka Suara soal Penolakan Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Begini Responsnya
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, buka suara soal konser Andrea Bocelli yang menuai penolakan.
Soffi Amira - Senin, 02 November 2026
Pramono Buka Suara soal Penolakan Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Begini Responsnya
Indonesia
Pasar Baru Bakal Jadi Wisata Kuliner 24 Jam ala Myeongdong Korea Selatan
Pemprov DKI menyiapkan Pasar Baru sebagai pusat wisata kuliner 24 jam ala Myeongdong setelah MRT Fase 2A rampung. Glodok dan Kota Tua juga dikembangkan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
Pasar Baru Bakal Jadi Wisata Kuliner 24 Jam ala Myeongdong Korea Selatan
Bagikan