MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya akan merenovasi Taman Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo di Tambora, Jakarta Barat.
Pramono mengatakan pembenahan Kalijodo perlu dilakukan karena kawasan tersebut merupakan salah satu peninggalan pada masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Saya sudah minta untuk Kalijodo renovasi secara menyeluruh segera dilakukan. Memang saya melihat Kalijodo sebagai legacy, peninggalan Pak Ahok, menurut saya hal yang sangat baik untuk dilakukan perbaikan kembali," kata Pramono di Jakarta Pusat, Kamis (17/9).
Baca juga:
Gubernur Pramono Anung Bakal 'Hidupkan' Lagi Kalijodo Warisan Ahok
Pramono Soroti Kondisi Terkini Kalijodo
Pramono mengaku telah mendapat laporan berupa rekaman video yang memperlihatkan kondisi terkini Kalijodo. Setelah melihat video tersebut, ia kemudian meminta sejumlah organisasi perangkat daerah melakukan penertiban.
Salah satu persoalan yang disoroti adalah adanya pungutan Rp 10.000 di kawasan tersebut. Selain itu, Pramono juga menyinggung temuan sejumlah botol minuman yang berada di area Taman Kalijodo.
Termasuk pungutan Rp 10.000, termasuk beberapa botol-botol minuman yang ditemukan di tempat itu. Kalau dicek hari ini pasti sudah bersih karena dari kemarin saya sudah minta untuk dibersihkan,
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Video Dugaan Pungli Kalijodo Viral
Sebelumnya, sebuah rekaman video yang memperlihatkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Taman RPTRA Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, kembali viral di media sosial Instagram.
Dalam rekaman video, seorang pengendara motor diminta membayar tarif masuk ke area taman sebesar Rp10 ribu per orang dan kendaraan roda dua.
Baca juga:
Pramono bakal Revitalisasi RPTRA Kalijodo, Dikerjakan selama 6 Bulan
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena Taman Kalijodo sempat menjadi salah satu taman ikonik di Jakarta. Kawasan tersebut dilengkapi sarana bermain anak dan skatepark.
Namun, kondisi taman saat ini disebut sudah tidak terawat. Taman tersebut dipenuhi sampah yang berserakan dan sejumlah botol bekas minuman keras yang terkumpul di sekitar area taman.
"Saya menemukan banyak botol miras, kondisi taman yang kurang terawat, dan masuk bayar 10 rb," ucap seorang warga dalam rekaman video yang beredar. (Asp)