MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan tarif baru layanan Transbandara rute Blok M - Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sebesar Rp 15.000 per penumpang. Penyesuaian tarif tersebut akan mulai berlaku efektif pada 1 September 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, Kamis (6/8), keputusan menaikkan tarif layanan Transjakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta didasarkan pada sejumlah pertimbangan operasional, termasuk biaya yang harus ditanggung armada bus saat berada di kawasan bandara.
Kenapa angka 15 ribu itu? Ini adalah tentunya yang pertama kalau di Bandara itu kan ada tempat tiga parkir yang harus dilalui, itu satu. Dan setiap parkir kan ada biayanya,
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Biaya Operasional dan Tarif Moda Lain Jadi Pertimbangan
Selain faktor biaya operasional di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Pramono menilai tarif baru tersebut masih jauh lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi lain yang melayani rute serupa.
Ia mencontohkan tarif bus Damri maupun taksi menuju bandara yang kini telah berada di kisaran lebih dari Rp 100.000.
"Bahkan sekarang ini kalau naik Damri atau naik taksi pun angkanya sudah di atas 100.000 semua," ujarnya.
Menurut Pramono, dengan tarif Rp15.000, layanan Transbandara tetap menjadi pilihan transportasi yang ekonomis dan mudah dijangkau masyarakat.
Baca juga:
Tarif TransBandara Blok M–Bandara Soekarno-Hatta Jadi Rp 15.000 Mulai 1 September 2026
Armada Ditambah agar Waktu Tunggu Lebih Singkat
Di sisi lain, Pramono mengatakan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menambah armada bus layanan Transjabodebek untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Penambahan armada tersebut diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu penumpang sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan.
"Dan menggunakan kereta apa bus Transjabodetabek sangat-sangat efektif karena jumlah busnya sekarang ini juga kami tambah," imbuhnya.
Baca juga:
Tarif TransBandara Blok M - Soetta Rp 15.000 Dianggap Wajar dan Murah
Pramono juga mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan pengguna layanan Transjakarta rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta mencapai 97,5 persen, berdasarkan hasil kajian dan survei kepuasan publik terbaru.
Menurutnya, mayoritas pengguna tidak mempermasalahkan rencana penyesuaian tarif yang akan mulai diberlakukan pada September mendatang.
"Tingkat kepuasan publik dari survei terakhir di atas 97 persen dan mereka rata-rata tidak ada penolakan sama sekali terhadap rencana penyesuaian tarif ini," pungkasnya. (Asp)