Derita Septiawan, Bocah Penderita Radang Paru-Paru Akibat Kabut Asap
Selasa, 15 September 2015 -
MerahPutih Kesehatan - Bayi dari pasangan Heri dan Rani, Muhammad Septiawan Gunawan terbaring di tempat tidur saat menjalani perawatan penyakit Infeksi Paru-Paru di ruang anak Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Pontianak, Kalbar, Senin (14/9).
Orangtua Septiawan menyatakan bahwa anaknya mengalami infeksi paru-paru atau Pneumonia setelah dua kali terserang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akibat menghirup kabut asap pekat yang melanda Kota Pontianak sejak tiga bulan terakhir.
Pneumonia adalah kondisi inflamasi pada paru utama yang memengaruhi kantung-kantung udara mikroskopik yang dikenal sebagai alveolus. Gejala khasnya meliputi batuk, nyeri dada, demam, dan kesulitan bernapas.

Pneumonia dapat menyebabkan kegagalan pernapasan dengan cara memicu sindrom gawat napas akut (ARDS), yang diakibatkan oleh kombinasi respons infeksi dan peradangan.
Paru-paru dengan cepat terisi cairan dan menjadi keras. Paru-paru yang mengeras disertai kesulitan parah untuk mengekstraksi oksigen karena terhambat cairan alveolar akan memerlukan waktu lama untuk ventilasi mekanik untuk bertahan hidup.
Septiawan bukan satu-satunya anak yang menderita infeksi paru-paru akibat kebakaran hutan di sejumlah daerah di Indonesia. Hingga saat ini ratusan bahkan ribuan anak lainnya terganggu kesehatannya akibat hutan yang sengaja dibakar untuk membuka lahan oleh sejumlah oknum pengusaha perkebunan di Kalimantan dan Sumatra.
BACA JUGA:
Kabut Asap Kepung Malaysia dan Singapura
Salat Istisqa di Tengah Kabut Asap