Derita Septiawan, Bocah Penderita Radang Paru-Paru Akibat Kabut Asap
ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/aww/15.
MerahPutih Kesehatan - Bayi dari pasangan Heri dan Rani, Muhammad Septiawan Gunawan terbaring di tempat tidur saat menjalani perawatan penyakit Infeksi Paru-Paru di ruang anak Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Pontianak, Kalbar, Senin (14/9).
Orangtua Septiawan menyatakan bahwa anaknya mengalami infeksi paru-paru atau Pneumonia setelah dua kali terserang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akibat menghirup kabut asap pekat yang melanda Kota Pontianak sejak tiga bulan terakhir.
Pneumonia adalah kondisi inflamasi pada paru utama yang memengaruhi kantung-kantung udara mikroskopik yang dikenal sebagai alveolus. Gejala khasnya meliputi batuk, nyeri dada, demam, dan kesulitan bernapas.

Pneumonia dapat menyebabkan kegagalan pernapasan dengan cara memicu sindrom gawat napas akut (ARDS), yang diakibatkan oleh kombinasi respons infeksi dan peradangan.
Paru-paru dengan cepat terisi cairan dan menjadi keras. Paru-paru yang mengeras disertai kesulitan parah untuk mengekstraksi oksigen karena terhambat cairan alveolar akan memerlukan waktu lama untuk ventilasi mekanik untuk bertahan hidup.
Septiawan bukan satu-satunya anak yang menderita infeksi paru-paru akibat kebakaran hutan di sejumlah daerah di Indonesia. Hingga saat ini ratusan bahkan ribuan anak lainnya terganggu kesehatannya akibat hutan yang sengaja dibakar untuk membuka lahan oleh sejumlah oknum pengusaha perkebunan di Kalimantan dan Sumatra.
BACA JUGA:
Kabut Asap Kepung Malaysia dan Singapura
Salat Istisqa di Tengah Kabut Asap
Bagikan
Berita Terkait
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
ISPA di Jakarta Tembus 1,9 Juta Kasus, Kadinkes Ingatkan Bahaya Polusi Udara dan Perlunya Masker di Masa Pancaroba
Ribuan Warga Siap Geruduk RDF Rorotan Buntut Bau Sampah dan Kasus ISPA yang Merajalela
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Kasus ISPA di Jakarta Terus Meroket, Kenali Gejala dan Penyebabnya
Layanan 24 Jam Puskesmas Tingkat Kecamatan Jadi Jurus Andalan Pemprov DKI Lawan Meningkatnya Kasus ISPA
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Ribuan Warga Terkena Ispa Akibat Pembakaran Lapak Limbah Ilegal, Virus dan Bakteri Dapat Menular
Air Kelapa Lebih dari Sekadar Segar! Ini Manfaatnya yang Vital untuk Ibu Hamil dan Pembentukan Air Ketuban
Virus HMPV Merebak, Dinkes DKI Jakarta Minta Warga Waspadai ISPA