Merahputih.com - Matahari terasa lebih menyengat di atas aspal Jakarta, mengirimkan gelombang panas menembus sela gedung bertingkat saat ancaman El Nino mulai menunjukkan taringnya. Udara kian berat, debu halus menari bebas, membawa risiko gangguan saluran pernapasan mengintai setiap warga beraktivitas di luar ruangan.
Menanggapi situasi genting ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memasang kuda-kuda menghadapi krisis kesehatan serta pangan akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diingatkan mengenai dampak buruk fenomena alam ini. Dua persoalan besar menjadi fokus utama pemerintah daerah guna melindungi warga ibu kota.
Baca juga:
El Nino Godzilla Intai Indonesia, Sektor Kesehatan dan Ketenagakerjaan Wajib Siaga Satu
“Jadi untuk El Nino, isu utama ada dua. Pertama menyangkut ketersediaan pangan karena pasti ada beberapa mengalami problem. Kedua adalah masalah kesehatan, terutama hal berkaitan dengan ISPA,” jelas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, Kamis (16/4).
Langkah Preventif dan Rapat Koordinasi Khusus
Guna meredam dampak tersebut, pimpinan Jakarta segera mengadakan rapat koordinasi bersama jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Fokus utama pertemuan tersebut adalah merumuskan tindakan pencegahan sebelum lonjakan kasus penyakit terjadi di tengah masyarakat.
Tindakan preventif menjadi prioritas utama dibandingkan melakukan penanganan saat masalah sudah meluas. Pramono menegaskan perlunya kesiapan matang dari seluruh perangkat daerah.
“Antisipasi menghadapi El Nino bagi Pemerintah DKI Jakarta, akan dilakukan tindakan preventif. Itu lebih baik daripada kejadian di lapangan,” ungkap Pramono.
Kualitas Udara Buruk dan Ancaman Populasi Rentan
Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Ani Ruspitawati memaparkan El Nino ekstrem memicu kenaikan suhu signifikan, kekeringan, sekaligus penurunan kualitas udara.
Ketiga faktor tersebut terjadi bersamaan sehingga memperburuk kondisi tubuh manusia. Suhu tinggi memperbesar risiko heatstroke, dehidrasi, serta memperberat beban kerja organ jantung maupun paru.
Penurunan kualitas udara akibat peningkatan partikulat halus turut memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kelompok anak-anak dan lansia menjadi populasi paling terancam dalam situasi ini.
“Kualitas udara menurun berkontribusi terhadap lonjakan kasus ISPA. El Nino menjadi risiko berdampak pada kesehatan terutama pada populasi rentan,” jelas Ani.
Baca juga:
Pemprov DKI Siaga El Nino, Pramono: Kemarau Panjang Ancam Pangan dan Air
Dinas Kesehatan mengimbau warga memperbanyak konsumsi air putih, mengenakan masker, serta menggunakan pelindung diri seperti topi atau payung. Warga juga diminta menghindari aktivitas luar ruangan antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.
“Gunakan tabir surya dan ikuti informasi terkait pantauan cuaca dari BMKG,” tutup Ani memberikan panduan bagi warga Jakarta.