El Nino 2026 Menuju Level Sangat Kuat, DPR Ingatkan BMKG Segera Bersiap

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
El Nino 2026 Menuju Level Sangat Kuat, DPR Ingatkan BMKG Segera Bersiap

BNPB droping bantuan air bersih di wilayah Jateng terdampak kekeringan, Kamis (16/7). (Dok.Pemprov Jateng)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir hingga pertengahan Juli 2026 sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 54,5 persen wilayah daratan Indonesia telah memasuki musim kemarau, termasuk sebagian besar Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Kapoksi Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperkuat langkah mitigasi dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino 2026 yang diprediksi berpotensi mencapai level sangat kuat.

Menurut Danang, BMKG memiliki peran strategis dalam memberikan informasi cuaca dan iklim yang akurat. Sekaligus memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami dampak paling besar akibat El Nino.

Langkah tersebut penting agar pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat melakukan antisipasi sejak dini.

Baca juga:

BMKG Ingatkan Dampak El Nino, 6 Provinsi Jadi Prioritas Antisipasi Kekeringan dan Karhutla

BMKG harus melakukan mitigasi secara komprehensif dengan memetakan daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan. Informasi tersebut harus disampaikan secara cepat dan mudah dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan,

ujar Danang di Jakarta, Kamis (30/7).

Ia menjelaskan, fenomena El Nino 2026 telah aktif dan diprediksi memicu musim kemarau yang lebih kering serta berlangsung lebih lama di sebagian besar wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gangguan terhadap sektor pertanian, sumber daya air, hingga aktivitas transportasi.

Sebagai mitra kerja BMKG di Komisi V DPR RI, Danang menilai koordinasi lintas kementerian dan lembaga harus diperkuat agar langkah mitigasi dapat berjalan efektif.

Menurutnya, peringatan dini dari BMKG harus menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah antisipasi sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

"Mitigasi tidak boleh hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Yang jauh lebih penting adalah memastikan seluruh daerah yang berpotensi terdampak telah memiliki peta risiko, rencana kontingensi, dan kesiapan sumber daya untuk menghadapi dampak El Nino," tegasnya.

Aggota DPR RI Dapil Jateng III ini, juga menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dalam menghadapi ancaman kemarau panjang. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, dalam rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7).

Dalam rapat tersebut, Presiden menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak kemarau yang beriringan dengan fenomena El Nino, termasuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, mengantisipasi kekeringan di sektor pertanian, serta memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Danang berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak secara terpadu agar dampak El Nino terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

"Kesiapan menghadapi bencana dan berbagai situasi sulit menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan nasional, khususnya pada sektor infrastruktur, transportasi, sumber daya air, dan keselamatan masyarakat," tutupnya. (Pon)

#Dampak El Nino #Fenomena El Nino #Kekeringan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Danau Cinere Mengering, Dasar Danau Dikeruk untuk Menambah Kedalaman
Sejumlah kendaraan melintasi kamera pengawasa tilang elektronik (ETLE) di Jalan Jenderal Sudirman, Kawasan Senayan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 19 Oktober 2026
Danau Cinere Mengering, Dasar Danau Dikeruk untuk Menambah Kedalaman
Indonesia
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
BMKG memperkirakan kondisi relatif kering masih berlanjut di sejumlah wilayah Indonesia pada 17–24 Oktober 2026. Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
Indonesia
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Sebanyak 75,4 juta liter air bersih telah disalurkan ke 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah akibat kekeringan. Distribusi menjangkau 2,34 juta jiwa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Indonesia
Tanggap Darurat Kemarau, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
Langkah penanganan darurat ini diambil sebagai bentuk respons cepat dalam menghadapi gelombang musim kemarau yang melanda dalam beberapa tahun terakhir.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Tanggap Darurat Kemarau, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
Indonesia
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Dampaknya mencakup keterbatasan akses air bersih, peningkatan suhu ekstrem, risiko karhutla, penurunan kualitas udara, hingga ancaman ketahanan pangan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Indonesia
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Para aktivis lingkungan menentang keras penggunaan teknologi tersebut karena berisiko merusak lapisan ozon pelindung bumi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Indonesia
2 Daerah di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Kekeringan, Tiap Hari Dikirim 5.000 Liter Air
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih bisa melakukan pengajuan melalui kanal LAKSA di aplikasi Tangerang LIVE, telepon 112 maupun hotline BPBD Kota Tangerang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
2 Daerah di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Kekeringan, Tiap Hari Dikirim 5.000 Liter Air
Indonesia
25 Provinsi Alami Hari Tanpa Hujan, 61,91 Persen Daratan Indonesia Dalam Cengkeraman Kemarau
Saat ini sebanyak 556 ZOM atau 61,91 persen dari total luas daratan Indonesia masih berada dalam cengkeraman musim kemarau panjang.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
25 Provinsi Alami Hari Tanpa Hujan, 61,91 Persen Daratan Indonesia Dalam Cengkeraman Kemarau
Indonesia
El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Bakal Datang Lebih Lambat
Meskipun kedatangannya terlambat, akumulasi curah hujan pada 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan Indonesia diprediksi berada pada kategori normal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Bakal Datang Lebih Lambat
Indonesia
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Ubah Air Laut Jadi Tawar Buat Atasi Kekeringan
Langkah antisipasi mulai disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, termasuk memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Ubah Air Laut Jadi Tawar Buat Atasi Kekeringan
Bagikan