MERAHPUTIH.COM — MUSIM kemarau berdampak ke air di Sungai Cisadane. Sungai yang membelah Kota Tangerang itu diketahui mengalami penurunan tinggi muka air hingga 40 sentimeter dari batas normal.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengungkapkan temuan tersebut setelah melakukan peninjauan secara langsung. Sachrudin menyusuri aliran Sungai Cisadane sekaligus memantau kondisi dan ketersediaan air baku yang menjadi salah satu sumber utama pengolahan air bersih bagi masyarakat Kota Tangerang.
"Penurunan debit air ini perlu diantisipasi untuk memastikan proses pengolahan dan distribusi air bersih kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik," kata Sachrudin setelah meninjau kondisi Sungai Cisadane bersama jajaran PDAM Tirta Benteng dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangerang, Sabtu (12/9).
Sachrudin menegaskan jajaran Pemkot Tangerang bersama PDAM Tirta Benteng terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah teknis untuk menjaga ketersediaan air baku serta memastikan pelayanan air bersih tetap optimal.
Baca juga:
Menteri KLH Tegaskan Imbauan Jangan Konsumsi Ikan Cisadane Masih Berlaku
“Aduan dan masukan dari masyarakat menjadi perhatian kami. Dengan kondisi cuaca seperti sekarang, kami terus melakukan berbagai langkah agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi dan pelayanan tetap berjalan dengan baik,” ujar Sachrudin.
Ia mengajak masyarakat untuk turut menjaga ketersediaan air dengan menggunakannya secara bijak dan tidak berlebihan. Menurutnya, menjaga ketersediaan air bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. “Air bersih merupakan kebutuhan kita bersama. Karena itu, mari gunakan air secukupnya dan sehemat mungkin. Di saat yang sama, kita juga harus menjaga Sungai Cisadane, tidak membuang sampah sembarangan, dan merawat lingkungan di sepanjang bantaran sungai,” pesannya.
Sachrudin menambahkan Sungai Cisadane memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Kota Tangerang sehingga kelestariannya harus dijaga bersama. Pemerintah akan terus melakukan langkah antisipasi, tapi upaya tersebut perlu didukung kesadaran masyarakat dalam menggunakan dan menjaga sumber daya air.
“Hal yang kita jaga hari ini bukan hanya aliran air, melainkan juga keberlangsungan kehidupan masyarakat. Pemerintah akan terus memastikan layanan air bersih tetap tersedia, dan kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga sumber air kita. Cisadane merupakan bagian penting dari kehidupan Kota Tangerang,” pungkas Sachrudin.(*)
Baca juga:
Sungai Cisadane Butuh 2 Pekan untuk Benar-Benar Bersih dari Kontaminasi Pestisida