Cisadane Mengering, Tinggi Air Turun 40 Cm dari Batas Normal

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Cisadane Mengering, Tinggi Air Turun 40 Cm dari Batas Normal

Ilustrasi - Sungai Cisadane pascatercemar zat kimia pestisida. ANTARA/HO-Pemkot Tangerang

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — MUSIM kemarau berdampak ke air di Sungai Cisadane. Sungai yang membelah Kota Tangerang itu diketahui mengalami penurunan tinggi muka air hingga 40 sentimeter dari batas normal.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengungkapkan temuan tersebut setelah melakukan peninjauan secara langsung. Sachrudin menyusuri aliran Sungai Cisadane sekaligus memantau kondisi dan ketersediaan air baku yang menjadi salah satu sumber utama pengolahan air bersih bagi masyarakat Kota Tangerang.

"Penurunan debit air ini perlu diantisipasi untuk memastikan proses pengolahan dan distribusi air bersih kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik," kata Sachrudin setelah meninjau kondisi Sungai Cisadane bersama jajaran PDAM Tirta Benteng dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangerang, Sabtu (12/9).

Sachrudin menegaskan jajaran Pemkot Tangerang bersama PDAM Tirta Benteng terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah teknis untuk menjaga ketersediaan air baku serta memastikan pelayanan air bersih tetap optimal.

Baca juga:

Menteri KLH Tegaskan Imbauan Jangan Konsumsi Ikan Cisadane Masih Berlaku


“Aduan dan masukan dari masyarakat menjadi perhatian kami. Dengan kondisi cuaca seperti sekarang, kami terus melakukan berbagai langkah agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi dan pelayanan tetap berjalan dengan baik,” ujar Sachrudin.

Ia mengajak masyarakat untuk turut menjaga ketersediaan air dengan menggunakannya secara bijak dan tidak berlebihan. Menurutnya, menjaga ketersediaan air bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. “Air bersih merupakan kebutuhan kita bersama. Karena itu, mari gunakan air secukupnya dan sehemat mungkin. Di saat yang sama, kita juga harus menjaga Sungai Cisadane, tidak membuang sampah sembarangan, dan merawat lingkungan di sepanjang bantaran sungai,” pesannya.

Sachrudin menambahkan Sungai Cisadane memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Kota Tangerang sehingga kelestariannya harus dijaga bersama. Pemerintah akan terus melakukan langkah antisipasi, tapi upaya tersebut perlu didukung kesadaran masyarakat dalam menggunakan dan menjaga sumber daya air.

“Hal yang kita jaga hari ini bukan hanya aliran air, melainkan juga keberlangsungan kehidupan masyarakat. Pemerintah akan terus memastikan layanan air bersih tetap tersedia, dan kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga sumber air kita. Cisadane merupakan bagian penting dari kehidupan Kota Tangerang,” pungkas Sachrudin.(*)


Baca juga:

Sungai Cisadane Butuh 2 Pekan untuk Benar-Benar Bersih dari Kontaminasi Pestisida

#Sungai Cisadane Tangerang #Tangerang #Kekeringan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Danau Cinere Mengering, Dasar Danau Dikeruk untuk Menambah Kedalaman
Sejumlah kendaraan melintasi kamera pengawasa tilang elektronik (ETLE) di Jalan Jenderal Sudirman, Kawasan Senayan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 19 Oktober 2026
Danau Cinere Mengering, Dasar Danau Dikeruk untuk Menambah Kedalaman
Indonesia
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
BMKG memperkirakan kondisi relatif kering masih berlanjut di sejumlah wilayah Indonesia pada 17–24 Oktober 2026. Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
Indonesia
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Sebanyak 75,4 juta liter air bersih telah disalurkan ke 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah akibat kekeringan. Distribusi menjangkau 2,34 juta jiwa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Indonesia
Tanggap Darurat Kemarau, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
Langkah penanganan darurat ini diambil sebagai bentuk respons cepat dalam menghadapi gelombang musim kemarau yang melanda dalam beberapa tahun terakhir.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Tanggap Darurat Kemarau, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
Indonesia
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Para aktivis lingkungan menentang keras penggunaan teknologi tersebut karena berisiko merusak lapisan ozon pelindung bumi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Indonesia
2 Daerah di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Kekeringan, Tiap Hari Dikirim 5.000 Liter Air
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih bisa melakukan pengajuan melalui kanal LAKSA di aplikasi Tangerang LIVE, telepon 112 maupun hotline BPBD Kota Tangerang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
2 Daerah di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Kekeringan, Tiap Hari Dikirim 5.000 Liter Air
Indonesia
25 Provinsi Alami Hari Tanpa Hujan, 61,91 Persen Daratan Indonesia Dalam Cengkeraman Kemarau
Saat ini sebanyak 556 ZOM atau 61,91 persen dari total luas daratan Indonesia masih berada dalam cengkeraman musim kemarau panjang.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
25 Provinsi Alami Hari Tanpa Hujan, 61,91 Persen Daratan Indonesia Dalam Cengkeraman Kemarau
Indonesia
Viral Pembubaran Ibadah! GKPI Mauk Gembok Pintu Masuk, Kunci Dipegang Penatua Gereja
Pengurus GKPI Mauk Sepatan tegaskan kunci gembok gereja dipegang pihak penatua sampai semua proses mediasi selesai.
Wisnu Cipto - Senin, 21 September 2026
Viral Pembubaran Ibadah! GKPI Mauk Gembok Pintu Masuk, Kunci Dipegang Penatua Gereja
Indonesia
Hasil Mediasi Kasus Viral GKPI Mauk Rajeg: Gereja Ditutup Sementara, Massa Dibubarkan
Mediasi pembubaran ibadah GKPI Mauk Sepatan Tangerang sepakati penutupan sementara tempat ibadah dan pembawa golok resmi meminta maaf terbuka.
Wisnu Cipto - Senin, 21 September 2026
Hasil Mediasi Kasus Viral GKPI Mauk Rajeg: Gereja Ditutup Sementara, Massa Dibubarkan
Indonesia
Viral Video Massa Bubarkan Ibadah GKPI Mauk Tangerang, Sosok Bawa Golok Akhirnya Minta Maaf
Pria bernama Aji yang viral membawa golok saat mengancam jemaat GKPI Mauk Sepatan Tangerang resmi meminta maaf saat mediasi
Wisnu Cipto - Senin, 21 September 2026
Viral Video Massa Bubarkan Ibadah GKPI Mauk Tangerang, Sosok Bawa Golok Akhirnya Minta Maaf
Bagikan