Merahputih.com - Bus Transjakarta memasuki Halte TB Simatupang kawasan Cilantak, Jakart Selatan, Selasa (28/7/2026).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji rencana penyesuaian tarif layanan Transjakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000. Wacana tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan operasional seiring meningkatnya biaya perawatan armada, operasional, dan pengembangan layanan. Hingga kini, keputusan mengenai besaran tarif masih dalam tahap pembahasan.
Selama ini, tarif Transjakarta dinilai sebagai salah satu yang paling terjangkau di Jakarta dan berperan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Namun, rencana kenaikan tarif memunculkan beragam tanggapan, terutama dari pekerja, pelajar, dan masyarakat berpenghasilan rendah yang mengandalkan Transjakarta sebagai moda transportasi harian.
Penyesuaian tarif dinilai dapat diterapkan apabila diiringi peningkatan kualitas layanan, seperti ketepatan waktu, kenyamanan, keamanan, serta keandalan armada. Di sisi lain, Transjakarta terus memperluas integrasi dengan MRT Jakarta, LRT Jakarta, KRL Commuter Line, dan Mikrotrans untuk meningkatkan efisiensi transportasi publik. Pemerintah juga diharapkan tetap menjaga keterjangkauan layanan melalui skema subsidi atau tarif khusus bagi kelompok tertentu. (Foto: MP/Didik Setiawan).

