Ribuan Warga Siap Geruduk RDF Rorotan Buntut Bau Sampah dan Kasus ISPA yang Merajalela
Proses pemindahan sampah di RDF Rorotan ke Bantargebang, Bekasi. (Foto: Dok. Dinas LH DKI)
Merahputih.com - Warga dari sejumlah kluster perumahan di sekitar Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan mengancam akan menggelar unjuk rasa besar-besaran dengan tuntutan utama agar lokasi pengolahan sampah tersebut ditutup permanen.
“Kami berharap RDF ini ditutup karena sudah tiga kali melakukan uji coba tapi hasilnya masih berdampak kepada warga. Ada yang sakit mata, batuk pilek, hingga Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA),” kata Koordinator Forum Warga & Ketua RT.18 Cakung Timur (Shinano, Mahakam & Savoy JGC) Wahyu Andre Maryono dikutip Antara, Senin (3/11).
Baca juga:
Unjuk rasa ini akan dilakukan di lokasi RDF Rorotan untuk menyampaikan aspirasi. Selain itu, perwakilan warga juga berencana mendatangi Balai Kota DKI Jakarta.
Wahyu menyebut, aksi pertama melibatkan 500 orang, dan unjuk rasa berikutnya diperkirakan akan diikuti oleh 1.500 warga.
Tuntutan Warga dan Ancaman Hukum
Apabila tuntutan penutupan belum berhasil, warga berencana menempuh langkah hukum dengan membuat laporan ke Polda Metro Jaya terkait Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) RDF Rorotan yang hingga kini dinilai belum jelas.
"Ini upaya terakhir nantinya," tegas Wahyu.
Wahyu berpendapat, tiga kali masa uji coba (Februari-Maret 2025, Juni-Juli 2025, dan Oktober-November 2025) di RDF Rorotan selalu memberikan hasil yang sama, yaitu terus mencemari udara dan lingkungan. Dampak ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
"Ada 20 warga saya terpapar dan membuat mereka sakit," tegas dia.
Warga juga telah melayangkan surat resmi kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk meminta pertemuan langsung dan menyampaikan keluhan terkait dampak buruk keberadaan RDF Rorotan.
Baca juga:
Operasional RDF Plant Rorotan Diduga Bikin 20 Anak di Cakung Timur Kena ISPA dan Mata Merah
Menurut Wahyu, lokasi RDF Rorotan hanya berjarak sekitar 800 meter dari kawasan perumahan. Ia menekankan, permukiman warga sudah lebih dulu ada dibandingkan pembangunan pabrik pengolahan sampah tersebut.
“Perumahan ini lebih dulu ada dibanding RDF. Bahkan RDF ini dibangun di tengah permukiman penduduk,” ujarnya.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
RDF Rorotan Masih Bau, PSI Kritik Solusi Pemprov Jakarta Cuma Gimmick
RDF Rorotan Dikeluhkan Warga, DPRD Gerindra Minta Operasional Dihentikan
Atasi Bau RDF Plant Rorotan, DLH DKI Perkuat Teknologi Kendali Emisi
DLH DKI Bantah Isu SPKU RDF Rorotan Dimatikan, Sedang Jalani Kalibrasi Lapangan
Penolakan RDF Rorotan Menguat, DPRD DKI Serahkan Evaluasi ke Pemprov
Teknologi Sensor Kebauan RDF Rorotan Jalani Kalibrasi Lapangan, Sensor Dipastikan Tetap Akurat
Gubernur Pramono Sebut RDF Rorotan Bisa Kurangi Masalah Sampah di Jakarta, Tanggapi Tuntutan Penutupan dari Warga
Pakar Sebut Operasional RDF Rorotan yang Dilaksanakan secara Bertahap sudah Tepat
Status Darurat Sampah di Kota Tangerang Selatan Diperpanjang
Pemprov DKI Ajak Warga Dukung Pengoperasian RDF Rorotan untuk Kurangi Beban TPST Bantargebang