MERAHPUTIH.COM - MASYARAKAT meminta Gubernur Pramono Anung menutup tempat pengelolaan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Jakarta di Rorotan, Jakarta Utara. Pramono menjelaskan masalah utama RDF Rorotan belum beroperasi hingga saat ini yakni karena armada angkutan sampah yang ada belum memadai. Alhasil, pengangkutan sampah yang dibawa ke RDF Rorotan menghasilkan air lindi yang menyebabkan bau tidak sedap.
"Jadi yang untuk RDF Rorotan memang problem utamanya ialah angkutan. Jadi sekarang ini begitu angkutan dilakukan, ada air lindinya jatuh, netes-netes, inilah yang kemudian menyebabkan protes masyarakat," ucap Pramono di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, Jumat (30/1).
Ia mengatakan proses persiapan untuk mengoperasikan atau commissioning telah dilakukan berulang kali di RDF Rorotan. Ia mengklaim, commissioning yang menggunakan sampah hingga 500 ton per hari di RDF Rorotan tidak menimbulkan masalah.
"Masalahnya ialah transportasi dan untuk itu saya sudah minta untuk dilakukan perbaikan," ucapnya.
Ia menjelaskan Pemprov DKI sudah melakukan pengadaan truk pengangkut sampah pada 2025. Dengan truk compactor yang baru itu, masalah air lindi yang menetes disebut tidak akan lagi menjadi persoalan.
"Truk yang lama saya tidak izinkan untuk digunakan, dan mudah-mudahan, untuk sementara ini saya minta untuk disetop. Mudah-mudahan ini akan bisa mengatasi persoalan transportasi sampah yang ada di Rorotan ini," ungkapnya.
Baca juga:
Pakar Sebut Operasional RDF Rorotan yang Dilaksanakan secara Bertahap sudah Tepat
Di tengah-tengah penjelasan Pramono, seorang warga tiba-tiba warga menyela bahwa selama ini banyak yang terdampak akibat uji coba yang dilakukan di RDF Rorotan. Menurut warga itu, banyak warga yang sakit dan terganggu mentalnya akibat operasional RDF Rorotan.
"Kami minta RDF itu ditutup Pak, karena dari awal, Pak, saya ngomong," ucapnya.
Saat menjawab keluhan warga itu, politikus PDI Perjuangan ini menyatakan fasilitas RDF Rorotan bukan dibangun di bawah kepemimpinannya. Namun, ia menilai keberadaan RDF Rorotan bisa mengurangi permasalahan sampah di Jakarta.
"Jadi RDF ini terus terang kan dibangun bukan di era saya. Biayanya cukup tinggi. Kalau kemudian saya tutup, ini problemnya lebih rumit lagi, enggak mungkin," ujarnya.(Asp)
Baca juga:
Pemprov DKI Ajak Warga Dukung Pengoperasian RDF Rorotan untuk Kurangi Beban TPST Bantargebang