Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Atasi Bau RDF Plant Rorotan, DLH DKI Perkuat Teknologi Kendali Emisi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 02 Februari 2026
Atasi Bau RDF Plant Rorotan, DLH DKI Perkuat Teknologi Kendali Emisi

RDF Rorotan Jakarta Utara. (Foto: MerahPutih.com/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta terus memperkuat pengendalian dampak lingkungan pada operasional RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah peningkatan teknologi pengendalian pencemaran udara guna memastikan proses pengolahan sampah berjalan sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku.

Upaya peningkatan teknologi tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi dampak lingkungan, khususnya terkait bau dan emisi udara yang dikeluhkan masyarakat sekitar.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa RDF Plant Rorotan telah melakukan peningkatan pada sistem Air Pollution Control Devices (APCD) sebagai bagian dari komitmen pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

“Saat ini telah terpasang empat unit deodorizer, meningkat dari sebelumnya tiga unit. Perangkat ini bekerja menekan bau sejak dari sumber proses sebelum berpotensi menyebar ke lingkungan sekitar,” ujar Asep, Senin (2/2).

Baca juga:

DLH DKI Bantah Isu SPKU RDF Rorotan Dimatikan, Sedang Jalani Kalibrasi Lapangan

Selain deodorizer, RDF Plant Rorotan juga dilengkapi dengan sistem pengendalian emisi yang bersifat komprehensif dan berlapis. Fasilitas tersebut mencakup cyclone, baghouse filter, dan wet scrubber, masing-masing sebanyak enam unit.

Sistem pengendalian emisi ini diperkuat dengan dua unit wet scrubber tahap kedua, dua unit wet electrostatic precipitator, dua unit filter karbon aktif, delapan unit induced draft fan, serta dua unit cerobong yang dirancang untuk memastikan pelepasan emisi berlangsung aman dan terkendali.

Menurut Asep, seluruh rangkaian teknologi tersebut dirancang agar proses operasional RDF Plant Rorotan memenuhi standar teknis serta ketentuan lingkungan hidup yang berlaku.

“Peningkatan teknologi pengendalian emisi dan bau, serta kualitas pengoperasian RDF Plant Rorotan, juga berada di bawah supervisi Ahli Pencemaran Udara dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Dengan pengawasan ini, kami memastikan seluruh sistem pengendalian berjalan optimal dan sesuai kaidah ilmiah,” jelasnya.

Baca juga:

Penolakan RDF Rorotan Menguat, DPRD DKI Serahkan Evaluasi ke Pemprov

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menjalankan pengelolaan sampah berbasis teknologi secara berkelanjutan, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di sekitar fasilitas.

“Penguatan teknologi dan pengendalian lingkungan ini merupakan bagian dari upaya kami menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern, aman, dan bertanggung jawab, agar Jakarta tidak mengalami krisis pengelolaan sampah seperti yang terjadi di beberapa daerah,” pungkas Asep. (Asp)

#RDF Plant Jakarta #Rorotan #Dinas Lingkungan Hidup
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Viral di Medsos! Pelaku Buang Sampah Sembarangan di Jaksel Akhirnya Terungkap, Didenda Rp 500 Ribu
DLH DKI Jakarta menindak pelaku pembuangan sampah liar di Jalan Cidodol Raya, Jakarta Selatan, setelah video CCTV viral. Pelaku dikenai sanksi administratif Rp 500 ribu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Juli 2026
Viral di Medsos! Pelaku Buang Sampah Sembarangan di Jaksel Akhirnya Terungkap, Didenda Rp 500 Ribu
Indonesia
Jakarta Ecotourism Festival 2026 Ajak Siswa SMKN 33 Belajar Kelola Sampah Berkelanjutan
Siswa SMKN 33 Jakarta mengikuti Jakarta Ecotourism Festival 2026 dengan kegiatan edukasi lingkungan, mulai dari fun games hingga belajar pengelolaan sampah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026
Jakarta Ecotourism Festival 2026 Ajak Siswa SMKN 33 Belajar Kelola Sampah Berkelanjutan
Indonesia
Blok M Diusulkan Jadi Kawasan Rendah Emisi Pertama di Jakarta, Berpotensi Kurangi PM2.5 hingga 14,3 Persen
Blok M menjadi rekomendasi utama Kawasan Rendah Emisi pertama di Jakarta. Pemprov DKI menargetkan penurunan PM2.5 hingga 14,3 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Blok M Diusulkan Jadi Kawasan Rendah Emisi Pertama di Jakarta, Berpotensi Kurangi PM2.5 hingga 14,3 Persen
Indonesia
Aksi Hemat Energi DKI Jakarta Berhasil Kurangi Emisi Karbon 60,14 Ton CO2e
Pemprov DKI Jakarta mencatat pengurangan emisi karbon sebesar 60,14 ton CO2e melalui aksi pemadaman lampu selama 60 menit.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
Aksi Hemat Energi DKI Jakarta Berhasil Kurangi Emisi Karbon 60,14 Ton CO2e
Indonesia
Lampu Monas hingga Bundaran HI Dipadamkan 1 Jam pada 13 Juni 2026, DKI Jakarta Gelar Aksi Hemat Energi
Pemprov DKI Jakarta akan memadamkan lampu di Monas, Bundaran HI, Balai Kota, dan sejumlah titik lainnya selama 60 menit pada 13 Juni 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Lampu Monas hingga Bundaran HI Dipadamkan 1 Jam pada 13 Juni 2026, DKI Jakarta Gelar Aksi Hemat Energi
Indonesia
May Day 2026 di Monas, 1.400 Petugas Siaga Bersihkan Hingga 150 Ton Sampah
Sebanyak 1.400 petugas kebersihan disiagakan usai May Day di Monas. Sampah diperkirakan mencapai 100–150 ton.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
May Day 2026 di Monas, 1.400 Petugas Siaga Bersihkan Hingga 150 Ton Sampah
Indonesia
Sampah Menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati, IKAPPI Kritik Dinas LH DKI
IKAPPI menyoroti penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati. Dinilai ada kelemahan sistem, koordinasi, dan efektivitas anggaran pengelolaan sampah di DKI.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Sampah Menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati, IKAPPI Kritik Dinas LH DKI
Indonesia
Sampah Menumpuk usai Lebaran, TPS Liar di Jakarta Ditutup Permanen
Dinas Lingkungan Hidup menutup permanen TPS liar di Jakarta, setelah mengalami penumpukan sampah pasca Lebaran 2026.
Soffi Amira - Kamis, 02 April 2026
Sampah Menumpuk usai Lebaran, TPS Liar di Jakarta Ditutup Permanen
Indonesia
Pemprov DKI Tutup Tempat Pembuangan Sampah Sementara di Bantaran Kali Pesanggrahan Setelah Viral
Hal ini diungkapkan Chico Hakim menanggapi adanya video viral bernarasi truk milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov DKI Jakarta membuang sampah di kawasan itu.
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Pemprov DKI Tutup Tempat Pembuangan Sampah Sementara di Bantaran Kali Pesanggrahan Setelah Viral
Indonesia
Longsor di TPST Berpotensi Terulang, RDF Rorotan Diharap Ambil Peran Kelola Sampah Jakarta
Fasilitas RDF seperti di Rorotan ini adalah bagian dari solusi jangka panjang. Jika dibangun di beberapa titik, kita bisa mengurangi beban sampah ke Bantargebang hingga sekitar 30 persen
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Maret 2026
Longsor di TPST Berpotensi Terulang, RDF Rorotan Diharap Ambil Peran Kelola Sampah Jakarta
Bagikan