Teknologi Sensor Kebauan RDF Rorotan Jalani Kalibrasi Lapangan, Sensor Dipastikan Tetap Akurat
RDF Rorotan Jakarta Utara. (Foto: MerahPutih.com/Asropih)
Merahputih.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memastikan Sistem Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di sekitar fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, tetap beroperasi aktif guna memantau kondisi lingkungan secara real-time pada Minggu (1/2).
Langkah teknis berupa uji kolokasi atau kalibrasi lapangan dilakukan oleh petugas untuk menjamin validitas data kebauan dan kualitas udara agar tidak terjadi disinformasi di tengah masyarakat.
Proses Kalibrasi dan Akurasi Data
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan bahwa kabar mengenai penghentian alat pemantau tersebut merupakan rumor yang tidak berdasar.
Baca juga:
Menurutnya, proses yang sedang berlangsung saat ini adalah tahapan ilmiah untuk memastikan sensor membaca kondisi lingkungan secara presisi, terutama mengingat lokasi fasilitas yang berada di kawasan pesisir.
“Tidak ada pemadaman atau penghentian pemantauan. Yang dilakukan adalah proses kalibrasi lapangan agar sensor membaca kondisi lingkungan secara tepat dan tidak menimbulkan salah tafsir terhadap data mentah,” ujar Asep Kuswanto, Senin (2/2).
Kalibarsi ini merupakan prosedur standar pada teknologi pemantauan udara baru untuk mengidentifikasi potensi bias sensor yang mungkin muncul akibat pengaruh angin laut atau karakter lingkungan spesifik di Jakarta Utara.
Inovasi Sensor Kebauan Pertama di Indonesia
Sejak akhir Desember 2025, sebanyak delapan unit SPKU telah terpasang di sekeliling RDF Plant Rorotan. Perangkat ini tidak hanya mengukur polusi udara biasa, tetapi juga dilengkapi sensor kebauan ambien yang memantau parameter spesifik seperti amoniak, hidrogen sulfida, metil merkaptan, metil sulfida, dan stirena.
Baca juga:
Pakar Sebut Operasional RDF Rorotan yang Dilaksanakan secara Bertahap sudah Tepat
"Sistem ini menjadi yang pertama di Indonesia yang secara khusus dilengkapi sensor pengukur kebauan ambien. Dalam proses uji kolokasi, DLH DKI melakukan pengambilan sampel kebauan ambien secara terstandardisasi, kemudian mengujinya di laboratorium terakreditasi," jelas Asep.
Data dari laboratorium tersebut nantinya akan dibandingkan dengan hasil pembacaan otomatis dari SPKU. Jika sinkronisasi telah sempurna, data akan ditampilkan secara transparan kepada publik sebagai bagian dari early warning system.
Asep menekankan bahwa RDF Plant Rorotan merupakan solusi modern untuk mencegah krisis sampah di Jakarta dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian lingkungan.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Pemprov DKI dan Banten Teken MoU Pengembangan MRT Kembangan - Balaraja
TPA Cipeucang Overload, Pemprov DKI Bantu Banten Tangani Sampah Tangsel
Pramono Minta Satpol PP Tertibkan Spanduk dan Bendera Parpol di Jakarta
Prabowo Marah-Marah, TNI-Polri Langsung Bersih-Bersih Sampah di Pantai Bali
RDF Rorotan Masih Bau, PSI Kritik Solusi Pemprov Jakarta Cuma Gimmick
Cegah Banjir, Pemprov DKI Jakarta Gelar 3 Sorti Modifikasi Cuaca untuk Hadapi Hujan Ekstrem
Jelang Imlek hingga Lebaran 2026, Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman
Pemprov DKI Tambal Ribuan Jalan Berlubang, Rano Karno: Perbaikan Masih Sementara karena Hujan
Imlek 2026 di Jakarta Bakal Meriah, Pemprov DKI Siapkan Festival hingga Cap Go Meh
Virus Nipah Mengintai, Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Masih Aman