Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?

Jangan terlalu berlebihan saat lebaran. (foto: dok/detik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hari Raya Lebaran selalu identik dengan berbagai hidangan lezat yang menggugah selera. Mulai dari ketupat, opor ayam, hingga rendang menjadi menu wajib saat berkumpul bersama keluarga. Tak ketinggalan aneka kue kering seperti nastar dan kastengel yang selalu tersedia di meja tamu.

Namun di balik kelezatannya, penting untuk tetap memperhatikan jumlah kalori yang dikonsumsi agar kesehatan tetap terjaga selama perayaan.

Setiap orang memiliki kebutuhan kalori yang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi tubuh. Secara umum, orang dewasa membutuhkan sekitar 2.000–2.500 kalori per hari untuk menjaga keseimbangan energi.

Saat Lebaran, konsumsi makanan tinggi santan, gula, dan lemak sering kali membuat asupan kalori meningkat tanpa disadari.

Beberapa hidangan khas Lebaran memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, antara lain:

  • Satu porsi opor ayam: sekitar 300–400 kalori
  • Satu potong rendang: sekitar 200–300 kalori
  • Satu buah kue kering (nastar/kastengel): sekitar 70–100 kalori

Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, total kalori yang masuk ke tubuh bisa dengan mudah melebihi kebutuhan harian.

Baca juga:

Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini

Cara Menikmati Lebaran Tanpa Berlebihan

Agar tetap bisa menikmati hidangan tanpa khawatir, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

1. Atur porsi makan

Ambil makanan dalam porsi kecil namun beragam. Cara ini membantu mengontrol jumlah kalori tanpa harus menahan diri sepenuhnya.

2. Seimbangkan dengan sayur dan buah

Padukan makanan bersantan dengan sayur atau buah untuk menjaga asupan nutrisi tetap seimbang.

3. Batasi camilan

Hindari kebiasaan ngemil terus-menerus sepanjang hari, terutama kue kering yang tinggi gula dan lemak.

4. Jaga jadwal makan

Tetap konsumsi makanan utama seperti sarapan, makan siang, dan makan malam agar pola makan tidak berantakan.

5. Tetap aktif bergerak

Lakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki setelah makan atau membantu pekerjaan rumah untuk membantu membakar kalori.

Baca juga:

Waspada, Cuaca Panas Ekstrem Membayangi saat Mudik Lebaran 2026

Menikmati hidangan Lebaran bukanlah hal yang harus dihindari. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan antara asupan kalori dan aktivitas fisik.

Dengan pola makan yang terkontrol, momen berkumpul bersama keluarga tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan. (Far)

#Kesehatan #Tips Kesehatan #Lebaran 2026 #Idul Fitri 2026
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Bagikan