Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dapur MBG Tangerang Libatkan Warga Binaan Lapas, SPPG Pastikan Sudah Lolos Tes Psikologis

Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 April 2026

MerahPutih.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan, Kota Tangerang, Banten memastikan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang yang dilibatkan dalam operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) telah melalui proses seleksi yang ketat, termasuk mengikuti tes psikologis dan kesehatan.

Head Chef SPPG Babakan, Chef Kuming, menegaskan tenaga kerja dari warga binaan tak dipilih secara sembarangan, tetapi melalui tahap penyaringan berlapis.

“Mereka (warga binaan) ini tuh bukan orang-orang sembarangan, dalam artian mereka sudah dites dari psikolog, dari kesehatannya, dan segala macam secara ketat,” kata Chef Kuming saat diwawancara di SPPG Babakan, Kota Tangerang, Banten, Kamis (23/4).

Baca juga:

Nama Uya Kuya Dicatut soal Dapur MBG, Polda Metro Jaya Lakukan Penyelidikan

Ia menjelaskan seluruh warga binaan yang bertugas berada dalam kondisi sehat, baik secara fisik maupun mental, sehingga aman untuk terlibat dalam proses mencuci dan membersihkan ompreng. Namun, para warga binaan tidak ikut dalam proses menyiapkan atau memasak makanan dan tidak diperkenankan memegang benda tajam.

“Jadi, mereka insya Allah datang ke sini tidak membawa penyakit bawaan, dan tidak dalam kondisi bisa dibilang gangguan kejiwaannya, gangguan mentalnya,” tegasnya.

Menurut Chef Kuming, minat warga binaan untuk bekerja di dapur SPPG cukup tinggi. Pihak lapas pun melakukan seleksi lanjutan sebelum mereka ditempatkan di dapur.

“Banyak dari pihak pembinaan lapas itu yang pengen kerja di sini. Tapi disortir lagi oleh lapas itu sendiri, dari attitude-nya, dari kelayakan dia, mentalnya, dan segala macam, mereka bisa masuk secara ketat,” kata dia.

Baca juga:

11 Napi Jadi Relawan Cuci Ompreng di Dapur MBG Tangerang

Selain seleksi kesehatan fisik dan mental, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Chef Kuming menyebut petugas lapas melakukan pengawasan intensif di dapur bahkan hingga malam hari.

“Pihak sipir empat (sampai) lima orang masih tetap standby di sini. Jagain di pintu depan, di pintu belakang, sama di jendela. Jadi insya Allah aman,” ujarnya.

Kolaborasi antara SPPG Babakan dan Lapas Kelas 1 Tangerang dalam program MBG ini diharapkan menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan yang segera kembali ke masyarakat. Dengan demikian, manfaat program MBG dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. (Pon)

Baca Artikel Asli