Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dahnil: Kalau Bukan Pejuang Keluar Saja dari KPK

Zaimul Haq Elfan Habib - Sabtu, 11 November 2017

MerahPutih.com - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan tempat para pejuang dan pemberani. Karena itu, dia meminta pegawai KPK yang takut menjalankan tugasnya untuk berhenti.

"Kalau bukan pejuang, pemberani, keluar saja dari KPK. Kalau takut, semuanya berhenti. Saya lihat sekarang ada karakter-karakter takut di KPK. Itu enggak bagi KPK," ujar Dahnil dalam acara bertajuk "Jangan Lelah Lawan Korupsi" yang digelar Koalisi Masyarakat‎ Sipil Anti Korupsi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (10/11).

Meski yakin banyak pegawai KPK seperti Novel Baswedan, penyidik senior yang beberapa kali diteror, namun Dahnil tetap menekankan urgensi komisi antirasuah dipimpin pemberani.

"Jangan sampai Singa dipimpin Kambing" ucap Dahnil.

Dalam acara ini, dia juga menegaskan jenazah koruptor tak perlu disalatkan. Dia membandingkan dengan pengalaman Rasul yang enggan menyalatkan salah satu jenazah, lantaran mengambil harta rampasan perang Khaibar.

"Dua tahun lalu di Muktamar Muhammadiyah, saya bilang, 'Jenazah koruptor enggak perlu disalatkan'. Dalam hadis, Rasul pernah tolak menyalatkan jenazah sahabat, karena saat itu, pas perang, jenazah itu ambil barang-barang perang,"jelas dia.

Peristiwa tersebut, sambung Dahnil, juga menunjukkan kelompok agama berperan penting dalam memberantas korupsi sesuai konsep tauhid.

"Tidak sah ibadah seorang muslim, kalau dia makan uang hasil korupsi," tegasnya.

Dahnil yang juga merupakan dosen Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten ini, menyayangkan sikap masyarakat yang lebih sensitif pada hal-hal simbolis, dibanding substansial.

"Contohnya, enggak ada dai yang berani ceramah tentang korupsi. Apalagi, di masjid-masjid pemerintah," pungkasnya. (Pon)

Baca Artikel Asli